Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

Soal Salam Lintas Agama, Begini Saran PKUB

- Apahabar.com     Rabu, 13 November 2019 - 05:45 WITA

Soal Salam Lintas Agama, Begini Saran PKUB

Kerukunan antar Umat Beragama.Foto: www.cathnewsindonesia.com

apahabar.com, JAKARTA – Imbauan MUI Jawa Timur agar umat Islam tidak mengucapkan salam pembuka lintas agama direspon Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Nifasri.

Secara pribadi dia sepakat dengan pendapat para ulama tersebut. Sebab, menurutnya, MUI memang mengeluarkan fatwa tentang itu berdasarkan ajaran agama.

Hanya saja, dalam praktiknya dia menyerahkan hal itu kepada masing-masing pribadi sesuai dengan keyakinannya. Sebab, fatwa MUI juga tidak mengikat.

“Karena itu, diserahkan ke masing-masing pribadi. Kalau menurut keyakinannya itu mengganggu akidahnya ya silakan ikuti fatwa MUI, kalau menurut pribadinya itu tidak mengganggu keyakinannya ya silakan saja,” kata Nifasri.

Lebih lanjut, Nifasri mengatakan bahwa persoalan terkait agama adalah hak masing-masing pribadi. Dalam hal ini, dia berpendapat bahwa mengucapkan salam lintas agama ataupun tidak, tidak menjadi masalah. Apalagi, selama ini hal itu memang tidak permasalahkan.

Kalaupun tidak mengucapkan salam pembuka dari agama lain, dia memandang penganut agama lain pun akan menghormatinya. Berdasarkan informasi dari tokoh agama sesuai pengalamannya pribadi, Nifasri mengatakan bahwa tokoh agama lain pernah berkata kepadanya untuk tidak perlu mengucap salam dari agamanya.

Sebab, dikhawatirkan terjadi kesalahan dalam pengucapan. Karena itu, menurutnya, dia meyakini penganut agama lain pun tidak akan memprotes jika kita tidak menyampaikan salam agamanya.

“Menurut hemat saya ajaran agama lain akan menghormati juga. Tokoh agama Papua pernah berbicara seperti itu, prinsipnya agama lain juga tidak protes tidak mengucapkan salam pembuka dari agamanya,” tambahnya.

Sebelumnya, MUI Jatim telah menerbitkan imbauan agar umat Islam dan para pejabat menghindari pengucapan salam dari agama lain saat membuka acara resmi. Imbauan itu dinyatakan dalam surat edaran bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Dalam surat tersebut, MUI Jatim menyatakan bahwa mengucapkan salam semua agama merupakan sesuatu yang bidah, mengandung nilai syubhat, dan patut dihindari oleh umat Islam.

Dalam hal ini, umat Islam dan para pejabat Muslim diimbau cukup mengucapkan salam pembuka khas dalam Islam yakni kalimat “Assalamualaikum wr wb” dan tanpa mengucapkan salam pembuka dalam agama lain seperti Syaloom, Om swasti astu, Namo buddaya yang biasanya diucapkan di awal sambutan.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Mekanisme Pilkada Tidak Berubah

Baca Juga: Jokowi Minta Kartu Prakerja Terlaksana Januari 2020

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Rombongan Jokowi Disalip Ambulans

Nasional

Viral Rombongan Jokowi Disalip Ambulans, Netizen: Presiden Aja Ngalah Sama Ambulans
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Kuat Bareskrim Polri Tangkap Syahganda KAMI
apahabar.com

Nasional

Rencana Pengerahan Massa di Monas 19 April, PMJ: Belum Berizin

Nasional

Alasan Gonta-ganti Istilah Pembatasan Versi Satgas Covid
Atta Halilintar

Nasional

Atta Halilintar Muncul di Ujian Anak SD, Anggota Dewan Meradang
apahabar.com

Nasional

Haedar Nashir: Diharap Pemerintah Tak Berlebihan Mengatur Majelis Taklim
apahabar.com

Nasional

Jokowi Usul Radikalisme Bisa Diganti Jadi Manipulator Agama
apahabar.com

Nasional

Jembatan Suramadu Ditutup, 350 Polisi Diturunkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com