Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kurang dari Sehari, Kalsel Tambah Puluhan Kasus Baru Covid-19 Hotspot Terdeteksi, Puncak Kemarau Kalsel Diprediksi Sebentar Lagi Lapas Banjarmasin Terpapar Covid-19, Satu Positif dan 8 Reaktif ‘Olahraga’ Malam, Ratusan Pemuda di Tapin Arak Motor Sampai Polres




Home Nasional

Selasa, 19 November 2019 - 12:01 WIB

Tanggapan Kepala BNPT Soal Radikalisme di BUMN dan Polri

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi radikalisme. Foto – mysharing.com

Ilustrasi radikalisme. Foto – mysharing.com

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius memberikan tanggapannya tentang adanya pegawai di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terpapar radikalisme.

Namun tak hanya di BUMN tetapi juga ada di Polri.

“Jangankan BUMN, semuanya ada. Polisi saja ada kok (terpapar radikalisme), Polwan. Saya (sudah) ngomong sama Polri,” ujar Suhardi di Kemenko Polhukam, Senin (18/11).

Suhardi menyebutkan jumlah Aparatur Sipil Negara yang terpapar radikalisme di setiap kementerian atau lembaga negara berbeda-beda. Namun, dia memastikan radikalisme sudah menjangkit semua lini.

Baca juga :  Bupati Kutim Kena OTT, Bukti KPK Era Firli Bahuri Masih Bertaji?

“Artinya, tugas kita sekarang mereduksi itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya telah diminta untuk memberikan masukan kepada pegawai BUMN tentang bahaya radikalisme.

“Saya sudah memberikan ceramah permintaan menteri BUMN yang lama 184 CEO nya saya berikan masalah resonansi kebangsaan dan juga bahaya-bahaya dan pencegahannya. Jadi ada treatment-treatment khusus ketika kita melihat ada anggota kita yang mungkin dalam tanda petik agak lain. Artinya yang sekarang kita kerjakan bagaimana yang sudah ada dan bagaimana untuk rekrutmen ke depannya,” jelas Suhardi.

Baca juga :  Update Covid-19 di Indonesia: 62.142 Positif, 28.219 Orang Sembuh

BNPT sendiri sudah melakukan pemetaan terhadap semua pihak yang terjangkit paham radikal. Bahkan, dia menyebut ada jurnalis yang juga terjangkit paham radikal.

“Semua kita punya petanya, semuanya jangan bilang tidak ada. Emang tidak ada jurnalis (terpapar radikalisme)? Mau saya buka siapa yang suka besuk-besuk di tempat itu?,” ujar Suhardi.

Baca Juga: Cegah Terorisme, BNPT Pinta Partisipasi Aparat Kelurahan

Baca Juga: Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Selamat Tinggal BlackBerry Massenger
apahabar.com

Nasional

Tanggulangi Covid-19, BPP Hipmi Bantu Ribuan Masker Sensi
apahabar.com

Nasional

Pembeli Elpiji 3 Kg akan Ditandai Tinta di Jari
apahabar.com

Nasional

Gugatan atas PT MCM Ditolak, Walhi Daftarkan Kasasi
apahabar.com

Nasional

Banyak Masyarakat Indonesia Tak Daftar BPJS Kesehatan, Alasannya Agama
apahabar.com

Nasional

Jokowi Soroti 4 Hal Ini dalam Pelaksanaan PSBB
apahabar.com

Nasional

PT Adaro Salurkan Bantuan Rp 20 Miliar untuk Lawan Corona
apahabar.com

Nasional

Peserta Reuni 212 Kesulitan Temukan Toilet
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com