Pemeran Video Syur Sesama Jenis Banjarmasin Bisa Dipidana? Tok! MK Tolak Permohonan Pemohon, Ibu Kota Provinsi Kalsel Sah di Banjarbaru 8 Merek Otomotif Bakal Tampil di GIIAS Medan 2022, Bawa Atmosfer Masa Depan Mulai Pulih dari Situasi Pandemi Covid-19, Jumlah Penumpang Pesawat Mengalami Kenaikan Tok! AKBP AB dan Aipda IR Langgar Disiplin Polri

Tanggapi Bom Medan, Menag: Fenomena Ajaran Agama Disalahpahami

- Apahabar.com     Senin, 18 November 2019 - 06:30 WITA

Tanggapi Bom Medan, Menag: Fenomena Ajaran Agama Disalahpahami

Menag Fachrul Razi. Foto-detikcom

apahabar.com, BANDA ACEH – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyinggung peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan di acara pertemuan dengan ASN Kemenag dan ulama Aceh.

Dalam pertemuan itu, hadir Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh serta sejumlah ulama karismatik Aceh.

Menag Fachrul awalnya berbicara soal peran para ulama, ustadz, khatib serta ASN Kemenag sebagai tulang punggung pemerintah dalam pembinaan masyarakat. Menurutnya akhir-akhir ini ada kecenderungan meningkatnya paham dan gerakan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama untuk tujuan yang sangat sempit.

“Berbagai kejadian, termasuk yang terakhir di Medan (bom bunuh diri) adalah fenomena di mana ajaran agama disalahpahami yang berwujud aksi-aksi kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama itu sendiri,” kata Menag dalam sambutannya, seperti diberitakan detik.com, Minggu (17/11) sore.

Menurut Fachrul, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan untuk menyakiti sesama. Dia menyebut peran para ulama dan tokoh agama dituntut untuk memberikan pencerahan bagi umat.

Kementerian Agama saat ini, jelasnya, terus mendorong kepada seluruh umat beragama agar memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang adil, tawassuth (jalan tengah), tawazun (berimbang), tasamuh (toleransi), dan prinsip-prinsip moderasi beragama lainnya.

“Kita semua menyadari betapa pentingnya nilai-nilai agama untuk terus ditanamkan sebagai napas kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Dan kita khususnya para ulama dan ASN Kementerian Agama diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan agama sebagai panduan hidup yang menjiwai bagi pembangunan bangsa ini,” jelas Fachrul.

Fachrul mengungkapkan, bangsa dan negara Indonesia berdiri dan terbentuk sesuai kesepakatan bersama berdasarkan filosofi Pancasila dan landasan konstitusi UUD 1945. Namun keduanya tidak lepas dari spirit nilai-nilai agama yang telah lama diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia yang dikenal sangat religius.

“Dalam konteks inilah keberadaan Kementerian Agama dengan segala perangkatnya diberi tugas dan kewenangan agar mendukung, mendorong, dan memasyarakatkan pesan-pesan agama di manapun dan sampai kapanpun agar tetap menjadi ruh bagi sikap dan perilaku kehidupan setiap warga negara,” bebernya.

Seperti diketahui, bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan terjadi Rabu pagi (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan bom terjadi saat banyak warga datang membuat SKCK. Dalam insiden ini, 5 personel Polri dan seorang warga terluka.

Polisi memastikan pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution tewas di lokasi. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah kendaraan rusak.

Baca Juga: Pasca-teror Bom Medan, Polda Kalsel Larang Ojol Masuk

Baca Juga: Driver Kalsel Resah, Bomber Medan Gunakan Atribut Ojol

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Duar! Ledakan Parkit GBK Ternyata Petasan
apahabar.com

Nasional

Telkomsel Pamasuka Gelar Pengumuman Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik 2020
apahabar.com

Nasional

Garuda Kalsel Prabowo-Sandi Ajak Masyarakat Tak Golput
Warga wajib memakai masker guna mengurangi risiko penularan Covid-19 saat beraktivitas di luar rumah. Foto-Antara.

Nasional

Pandemi yang Terlupakan, Belajar dari Flu Spanyol 1981 Saat Covid-19 Kini
apahabar.com

Nasional

Diserang AS, Iran Tegaskan Negaranya Berhak Membela Diri
Haji 2021

Nasional

Menag Sebut Keputusan Haji 2021 Usai Menghadap Presiden Jokowi
apahabar.com

Nasional

Sederet Manfaat Omnibus Law versi Kemenkumham: Tak Melulu Soal Investasi
KRI Semarang

Nasional

Canggih, KRI Semarang Mampu Produksi Puluhan Ribu Liter Oksigen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com