Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Tanggapi Bom Medan, Menag: Fenomena Ajaran Agama Disalahpahami

- Apahabar.com Senin, 18 November 2019 - 06:30 WIB

Tanggapi Bom Medan, Menag: Fenomena Ajaran Agama Disalahpahami

Menag Fachrul Razi. Foto-detikcom

apahabar.com, BANDA ACEH – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyinggung peristiwa bom bunuh diri di Polrestabes Medan di acara pertemuan dengan ASN Kemenag dan ulama Aceh.

Dalam pertemuan itu, hadir Kakanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh serta sejumlah ulama karismatik Aceh.

Menag Fachrul awalnya berbicara soal peran para ulama, ustadz, khatib serta ASN Kemenag sebagai tulang punggung pemerintah dalam pembinaan masyarakat. Menurutnya akhir-akhir ini ada kecenderungan meningkatnya paham dan gerakan sekelompok orang yang mengatasnamakan agama untuk tujuan yang sangat sempit.

“Berbagai kejadian, termasuk yang terakhir di Medan (bom bunuh diri) adalah fenomena di mana ajaran agama disalahpahami yang berwujud aksi-aksi kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama itu sendiri,” kata Menag dalam sambutannya, seperti diberitakan detik.com, Minggu (17/11) sore.

Menurut Fachrul, tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan untuk menyakiti sesama. Dia menyebut peran para ulama dan tokoh agama dituntut untuk memberikan pencerahan bagi umat.

Kementerian Agama saat ini, jelasnya, terus mendorong kepada seluruh umat beragama agar memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang adil, tawassuth (jalan tengah), tawazun (berimbang), tasamuh (toleransi), dan prinsip-prinsip moderasi beragama lainnya.

“Kita semua menyadari betapa pentingnya nilai-nilai agama untuk terus ditanamkan sebagai napas kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Dan kita khususnya para ulama dan ASN Kementerian Agama diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan agama sebagai panduan hidup yang menjiwai bagi pembangunan bangsa ini,” jelas Fachrul.

Fachrul mengungkapkan, bangsa dan negara Indonesia berdiri dan terbentuk sesuai kesepakatan bersama berdasarkan filosofi Pancasila dan landasan konstitusi UUD 1945. Namun keduanya tidak lepas dari spirit nilai-nilai agama yang telah lama diyakini dan dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia yang dikenal sangat religius.

“Dalam konteks inilah keberadaan Kementerian Agama dengan segala perangkatnya diberi tugas dan kewenangan agar mendukung, mendorong, dan memasyarakatkan pesan-pesan agama di manapun dan sampai kapanpun agar tetap menjadi ruh bagi sikap dan perilaku kehidupan setiap warga negara,” bebernya.

Seperti diketahui, bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan terjadi Rabu pagi (13/11) sekitar pukul 08.45 WIB. Ledakan bom terjadi saat banyak warga datang membuat SKCK. Dalam insiden ini, 5 personel Polri dan seorang warga terluka.

Polisi memastikan pelaku bom bunuh diri bernama Rabbial Muslim Nasution tewas di lokasi. Peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah kendaraan rusak.

Baca Juga: Pasca-teror Bom Medan, Polda Kalsel Larang Ojol Masuk

Baca Juga: Driver Kalsel Resah, Bomber Medan Gunakan Atribut Ojol

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pakar: 5 Kelompok Rentan Terpapar Covid-19

Nasional

Termasuk Anak Kecil, Punya Penghasilan via YouTube Wajib Bayar Pajak
apahabar.com

Nasional

Pascabanjir, Badan Penanggulangan Bencana PDIP Kedepankan Kemanusiaan
apahabar.com

Nasional

Disalami Pelayat, SBY tak Kuasa Menahan Tangisnya
apahabar.com

Nasional

BMKG: Kalimantan Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Pulang Reuni 212, Ketua RT Kampung Melayu Meninggal
apahabar.com

Nasional

Gadis Indonesia Ini Laku Rp 19,7 Miliar, “Dijual” Lewat Situs Lelang Cinderella Escort
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com