MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Tekan Alih Fungsi Lahan, BI Kalsel Adopsi Konsep Edupark Yogjakarta

- Apahabar.com Sabtu, 2 November 2019 - 20:52 WIB

Tekan Alih Fungsi Lahan, BI Kalsel Adopsi Konsep Edupark Yogjakarta

Rombongan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan, dan awak media melihat maket miniatur Edu Park Yogjakarta, Sabtu siang. Foto-apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Masifnya alih fungsi lahan coba disiasati Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan.

Hari ini, Sabtu (02/11), rombongan bank sentral itu berkunjung ke Edupark Yogjakarta.

Jogjakarta dinilai berhasil membuat Education Park, yang belakangan menginspirasi konsep serupa di Banjarbaru.

Tak cuma inspirasi, Deputy Direktur BI Kalsel Dadi Esa Cipta mengakui banyak mendapat informasi. Pihaknya berharap konsep serupa bisa dikembangkan di Kalsel.

“Edu Park yang dikelola BI Kalsel konsepnya juga sama dengan punya Jogjakarta. Nantinya kami akan kembangkan lebih jauh lagi termasuk peternakan dan tanaman herbal. Keinginan kami mampu mendongkrak perekonomian warga Kalsel,” ujarnya.

Ya seiring masifnya pembangunan, lahan pertanian terus menyusut.

Hal tersebut rupanya juga dirasakan Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Setiap tahunnya, kurang lebih 200 hektar lahan pertanian diubah menjadi perumahan dan bangunan akibat pertumbuhan penduduk dan faktor lainnya.

Sejumlah langkah antisipasi dilakukan mereka. Salah satunya, membuat Farm Education Park.

Lahan seluas 10 hektar lebih disulap menjadi taman edukasi yang di dalamnya terdapat semua jenis tanaman sayur, holtikultura, dan herbal.

Tak hanya itu, beberapa jenis hewan peliharaan seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, dan lainnya juga berhasil dibudidayakan secara intensif.

“Sudah satu tahun terakhir kami berhasil membudidayakan semua tanaman dan hewan yang bernilai ekonomis. Untuk pakan kami gunakan bahan konsentrat, sehingga pengeluaran bisa ditekan sekecil mungkin,” kata Kepala UPTD Balai Pengembangan Produksi dan Pengawasan Mutu Pertanian (BP3MBTP) Pemprov DIY, Suharto Budyono.

Sebagai salah satu taman edukasi, ternyata berhasil menarik minat masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya untuk menimba ilmu bercocok tanam atau memelihara hewan seefektif mungkin. Keuntungan maksimal pun diraih.

“Jika dipersiapkan dengan baik, sektor pertanian dan peternakan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: BPS: Hunian Kamar Hotel di Kaltim Naik 1,46 Persen pada September

Baca Juga: Ngopi Bareng MHM, Berbagi Rahasia Sukses Berbisnis

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ratusan Pelajar Sambangi Agro Edu Park Bumi Tangi Milik BI
apahabar.com

Ekbis

Harga Gula Naik, Mendag Cek Satgas Pangan
apahabar.com

Ekbis

Perluas Transaksi Nontunai, BI Pacu Instrumen Kebijakan
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi AS Memulih, Rupiah Berpotensi Tertekan

Ekbis

IHSG Bergerak Menguat, Seiring Pasar Nanti Hasil Pilpres AS
apahabar.com

Ekbis

Bersama Ekonom Kalsel, Mengupas Kelemahan Produktivitas Pekerja Indonesia

Ekbis

Asosiasi Digital: UU Cipta Kerja Jangan Jadi Senjata Baru Investor Asing
apahabar.com

Ekbis

Dorong Pengembangan Produk Halal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com