Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Tekan Hipertensi, Ini Langkah Pemkab Banjar

- Apahabar.com Kamis, 14 November 2019 - 04:43 WIB

Tekan Hipertensi, Ini Langkah Pemkab Banjar

Suasana saat rapat koordinasi masalah penyakit hipertensi di Mahligai Sultan Adam. Foto-apahabar.com/Muhammad Al Madani

apahabar.com, MARTAPURA –  Penyakit hipertensi pada kehidupan masyarakat menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar

Penyakit tersebut menjadi persoalan serius dalam aktifitas pada orang yang mengidapnya, walaupun penyakit tersebut tidak tergolong dalam penyakit menular.

Dalam pemecahan masalah tersebut, Pemkab Banjar bekerjasama dengan RSUD Ratu Zalecha Martapura menggelar sosialisasi tentang penyakit tidak menular Hypertensi Awarnes di Mahligai Sultan Adam.

Bupati Banjar, KH. Khalilurrahman mengimbau kepada para pejabat di lingkup Pemkab Banjar menghindari stres. “Aturan mengenai bahaya hipertensi akan segera dibuat,” ujarnya, Rabu (13/11) siang.

Baca juga :  Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu mengatakan, regulasi tersebut akan digodok dan dirumuskan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Menurut keterangan dari Dokter Spesialis Penyakit Jantung RSUD Ratu Zalecha, dr Gusti Riansyah, hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum serta paling banyak disandang oleh masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Banjar.

“Hipertensi tidak selalu berhubungan dengan usia dan masalah sosial ekonomi. Dari penelitian sudah membuktikan bahaya hipertensi sudah sangat dan bisa menyerang siapa saja dan kapan saja,” ungkapnya.

Baca juga :  Angkat Pamor Ikan Hias di Indonesia, Himakua Gelar Aquafest 2020

Maka dari itu, tambahnya, diperlukan kewaspadaan ekstra agar jangan sampai hipertensi menjelma menjadi silent killer. Maka dari itu pemerintah perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat melek mengenai bahaya penyakit tak menular tersebut.

“Bahaya hipertensi harus selalu dikontrol data membuktikan penderita penyakit itu di Kalimantan Selatan meduduki urutan kedua di ranah Nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Sebut Polisi Monyet, Pemuda di Banjarmasin Tak Berkutik Saat Diamankan

Baca Juga: Aminuddin Latif Meninggal, DPRD Kalsel Pun Berduka

Reporter: AHC 15
Editor: Syarif’

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ada Tiga Jalur Alternatif Menuju Rumah Karantina Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan, Polsek Rantau Badauh Masih Toleransi
apahabar.com

Kalsel

Belasan Anak Punk Akhirnya Dipulangkan ke Tempat Asal
apahabar.com

Kalsel

Jenazah Guru Zuhdi Disalatkan, Imam Tak Kuasa Menahan Tangis
apahabar.com

Kalsel

Pengurus Mabiran dan Kwarran Pramuka Telaga Langsat Dilantik
apahabar.com

Kalsel

Belasan Ribu APD Kembali Didistribusikan ke Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sosialisasikan Perbup Nomor 28, Sudian Noor: Peran Ketua RT Penting Dalam Penanganan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Dukung Program Entaskan Kemiskinan di Sungai Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com