Biang Kerok Banjir Kalsel, Ternyata Tak Cuma Tambang dan Sawit Presiden Jokowi Blusukan ke Banjir Kalsel, Nih Agendanya Esok Blusukan Batal, Denny Minta Evakuasi Korban Banjir Kalsel via Udara Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel

Tekan Hipertensi, Ini Langkah Pemkab Banjar

- Apahabar.com Kamis, 14 November 2019 - 04:43 WIB

Tekan Hipertensi, Ini Langkah Pemkab Banjar

Suasana saat rapat koordinasi masalah penyakit hipertensi di Mahligai Sultan Adam. Foto-apahabar.com/Muhammad Al Madani

apahabar.com, MARTAPURA –  Penyakit hipertensi pada kehidupan masyarakat menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar

Penyakit tersebut menjadi persoalan serius dalam aktifitas pada orang yang mengidapnya, walaupun penyakit tersebut tidak tergolong dalam penyakit menular.

Dalam pemecahan masalah tersebut, Pemkab Banjar bekerjasama dengan RSUD Ratu Zalecha Martapura menggelar sosialisasi tentang penyakit tidak menular Hypertensi Awarnes di Mahligai Sultan Adam.

Bupati Banjar, KH. Khalilurrahman mengimbau kepada para pejabat di lingkup Pemkab Banjar menghindari stres. “Aturan mengenai bahaya hipertensi akan segera dibuat,” ujarnya, Rabu (13/11) siang.

Pria yang akrab disapa Guru Khalil itu mengatakan, regulasi tersebut akan digodok dan dirumuskan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Menurut keterangan dari Dokter Spesialis Penyakit Jantung RSUD Ratu Zalecha, dr Gusti Riansyah, hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum serta paling banyak disandang oleh masyarakat, termasuk di wilayah Kabupaten Banjar.

“Hipertensi tidak selalu berhubungan dengan usia dan masalah sosial ekonomi. Dari penelitian sudah membuktikan bahaya hipertensi sudah sangat dan bisa menyerang siapa saja dan kapan saja,” ungkapnya.

Maka dari itu, tambahnya, diperlukan kewaspadaan ekstra agar jangan sampai hipertensi menjelma menjadi silent killer. Maka dari itu pemerintah perlu melakukan sosialisasi agar masyarakat melek mengenai bahaya penyakit tak menular tersebut.

“Bahaya hipertensi harus selalu dikontrol data membuktikan penderita penyakit itu di Kalimantan Selatan meduduki urutan kedua di ranah Nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: Sebut Polisi Monyet, Pemuda di Banjarmasin Tak Berkutik Saat Diamankan

Baca Juga: Aminuddin Latif Meninggal, DPRD Kalsel Pun Berduka

Reporter: AHC 15
Editor: Syarif’

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Diguyur Hujan, Massa Aksi Anti-Omnibus Law di Banjarmasin Tetap Bertahan
16 Hari Anti-Kekerasan

Kalsel

16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dua Pelaku Ilegal Loging di Hutan Lindung Tala Masih Buron
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Demokrat Umumkan Pendamping Petahana Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pemilu, Kapolres Jamin Banjarbaru Bebas Intimidasi dan Sabotase
PPKM

Kalsel

Kalsel Tak Masuk Daftar PPKM, Begini Respons Pelaku Usaha Perhotelan di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Caleg Bagi-Bagi Sembako di Banjarmasin Utara Divonis Hukuman Percobaan!

Kalsel

Nekat, Kurir 2 Kg Sabu Tabrakan Mobil ke Portal Syamsudin Noor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com