apahabar.com
Guru Sekumpul bersama dengan Guru Herman Pengaron. Foto-apahabar.com/Madani

apahabar.com, BANJARMASIN – Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul dikenal sangat perhatian kepada muridnya. Bentuk perhatian itu ditunjukkan dengan kerapnya sang ulama mengunjungi kediaman sang murid, juga memberikan “barang berharga” kepada mereka.

Salah satu murid Abah Guru Sekumpul yang mendapat perhatian itu adalah KH Herman Hasyim yang berkediaman di Desa Tunggul Nangka, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

Menurut anak dari KH Herman Hasyim, Muhammad Irsyad (40), ayahnya termasuk dari sepuluh orang murid pertama Abah Guru Sekumpul ketika menggelar majelis di Keraton.

“Pada sekitar tahun 80-an itu sering sekali Guru Sekumpul datang ke sini, tidak hanya untuk melakukan pengajian dan membaca maulid, namun juga untuk menjenguk ayah (Guru Herman),” ungkapnya.

Dari Abah Guru Sekumpul, kata Amang Eem –akrab Muhammad Irsyad-, ayahnya menerima 6 buah kitab. Kitab tersebut hingga kini masih disimpan keluarga Guru Herman.

“Sekarang kitab-kitab itu disimpan oleh mama kami yang mendiami rumah milik ayah. Kitab tersebut tentang sanad-sanad serta cara dzikir dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain menjenguk Guru Herman, Abah Guru Sekumpul datang ke Pengaron bermaksud bersilaturahmi dengan keluarga besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datuk Kelampayan) yang tinggal di daerah itu.

Baca Juga: Siapakah yang Dimaksud Golongan Kiri Menurut Alquran?

Baca Juga: Peringatan Maulid DPRD Banjar; Ustadz Khairullah Zain Beberkan Keteladanan Rasul untuk Wakil Rakyat

Reporter: AHC 15
Editor: Muhammad Bulkini