apahabar.com
Dandim 1022/TNB, Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto saat melepas atribut Tim Satgas 10 Karhutla. Foto-Ahc21

apahabar.com, BATULICIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar apel gabungan pembubaran tim Sub Satgas 10 Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2019.

Pembubaran menjadi tanda berakhirnya pelaksanaan status pengendalian dan pencegahan bencana kabut asap akibat karhutla di Kabupaten Tanah Bumbu yang selama ini menjadi fokus tim Sub Satgas 10 selama tiga bulan terakhir.

Apel dipimpin Dandim 1022/TNB, Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto, diikuti seluruh tim yang terdiri dari BPBD Tanah Bumbu, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta Tim Reaksi Cepat, di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Jumat (01/11).

“Tetap sosialisasikan kepada masyarakat tentang pemahaman karhutla dan sampaikan dampak hukum serta bahayanya bagi ekosistem,” ucap Dandim 1022/TNB, Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto.

Meski dibubarkan, pemerintah daerah tetap meminta kepada seluruh Danramil, Kapolsek, Babinsa serta Bhabinkamtibmas di setiap kecamatan dan desa untuk tetap siaga terhadap karhutla.

Pemkab Tanah Bumbu juga tetap membuka posko induk karhutla di kantor BPBD hingga status siaga darurat berakhir pada 29 November 2019.

“Atas nama pemda kami mengucapkan terimakasih kepada BPBD, TNI Polri relawan atas jasa dedikasi dan kerja kerasnya yg ditak mengenal lelah dan waktu untuk bertindak memadamkan api,” ucap Dandim saat membacakan sambutan Bupati Tanah Bumbu.

Baca Juga: Dikabarkan Karhutla Kalsel di Atas Riau, Kalak BPBD Kalsel Ungkap Data

Baca Juga: Gubernur Kalsel Prihatin Kerusakan Ekosistem Akibat Karhutla

Reporter: Ahc21
Editor: Puja Mandela