Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Toko di Perbatasan Indonesia-Malaysia Ditarget Rampung Akhir Tahun

- Apahabar.com Selasa, 12 November 2019 - 11:17 WIB

Toko di Perbatasan Indonesia-Malaysia Ditarget Rampung Akhir Tahun

Toko Indonesia, merupakan salah satu cara Pemerintah Provinsi Kaltara menekan disparitas harga kebutuhan pokok di perbatasan Indonesia-Malaysia. Foto: Humas Pemprov Kaltara

apahabar.com, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan toko di perbatasan Indonesia-Malaysia rampung pada akhir tahun ini.

Untuk diketahui, toko di Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan mulai dibangun sejak 2017. Toko Indonesia demi menekan disparitas harga kebutuhan pokok di perbatasan Negeri Jiran.

Melansir laman resmi Humas Pemprov Kaltara, progres Toko Indonesia mencapai 55 persen.

Saat ini disebut sedang dilakukan sejumlah pengerjaan tahap akhir. Di antaranya, pekerjaan beton, pemasangan plafon, pengecatan, pekerjaan pintu, jendala dan dinding alumunium serta pekerjaan taman.

“Dan di akhir tahun 2019 ditarget selesai 100 persen,” ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Dengan waktu yang tersisa, Irianto mendorong pengerjaan Toko Indonesia segera dituntaskan.

Di Toko ini, nantinya warga perbatasan bisa menikmati keberadaan produk dalam negeri, dengan harga yang kata Irianto cukup terjangkau.

“Toko Indonesia didanai melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara itu, sudah memasuki tahap akhir,” jelas mantan Sekprov Kaltim itu.

Untuk diketahui, pembangunan Toko Indonesia pertama di Desa Long Bawan, Krayan Selatan, dilakukan secara bertahap sejak 2017.

Melalui APBD Provinsi 2017 dianggarkan dana sebesar Rp5 miliar untuk dilakukan pengerjaan struktrur pada bangunan.

Kemudian pada 2018, dilanjutkan pembangunan Toko Indonesia tahan II. Pada tahap itu, Pemprov Kaltara disebut mengalokasikan Rp4 miliar juga melalui APBD provinsi untuk dilakukan pengerjaan pemasangan bata, alian, plaster, pemasangan keramik lain dan kontruksi atap bangunan.

Sedangkan pembangunan Toko Indonesia tahap III yakni tahap akhir dianggarkan sebesar Rp8,4 miliar lebih. Baik tahap I maupun tahap II, realisasi di lapangan sudah 100 persen rampung dikerjakan. Kemudian yang tahap ketiga ini, laporannya sudah 50 persen lebih.

Selain di Desa Long Bawan, Kaltara juga berencana membangun toko serupa di Pulau Sebatik.

Untuk diketahui, kondisi geografis perbatasan di Kaltara jauh dari kota utama. Keterbatasan infrastruktur darat, yang hanya efektif melalui transformasi udara, menyebabkan harga kebutuhan sangat mahal.

Selama ini karena ketergantungan dengan barang Malaysia, harga barang disebut bisa mencapai rata-rata tiga kali lipat dari harga normal di pasar kota di Kaltara, misalnya Nunukan, Tarakan atau Tanjung Selor.

Selain lewat Toko Indonesia, program subsidi ongkos angkut (SOA) barang dan penumpang juga jadi cara Kaltara untuk mengatasi kesenjangan di perbatasan.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Upacara Sumpah Pemuda di Perbatasan Indonesia- Malaysia Lancar 

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Manipulasi Absensi, Gubernur Kaltara Tegur ASN Nakal
apahabar.com

Kaltara

Perdagangan Ilegal Penghambat Ekonomi Kaltara Melajut Pesat
apahabar.com

Kaltara

Gubernur Kaltara Undang ‘Pelabur’ Sabah untuk Berinvestasi
apahabar.com

Kaltara

Jalan Putus di Sebatik Ditarget Selesai Sepekan Lagi
apahabar.com

Kaltara

Belasan Perusahaan di Kaltara Butuh Ratusan Tenaga Kerja
apahabar.com

Kaltara

Nakes Banyak Tertular Covid-19, Pembatasan RSUD Tarakan Diperpanjang
Kaltara

Kaltara

Positif, 3 Dokter di Bulungan Kaltara Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kaltara

Gagas Toko Indonesia di Sebatik, Daerah Alokasikan Rp 8,5 M
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com