Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Umar Patek Siap Bantu Sadarkan Kelompok Terpapar Radikalisme

- Apahabar.com Senin, 25 November 2019 - 05:15 WIB

Umar Patek Siap Bantu Sadarkan Kelompok Terpapar Radikalisme

Umar Patek pamer kemesraan dengan sang isteri usai menerima SK WNI di Lapas Porong Sidoarjo, Rabu (20/11). Foto – Kompas.com/A. Faizal

apahabar.com, SURABAYA – Terpidana bom Bali, Hisyam bin Alizein, alias Abu Syekh, alias Umar Patek menegaskan, ia telah kembali berideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Umar menghapus semua paham radikal yang semula dianutnya. Hilangnya paham radikal itu, diakui Umar Patek tidak lepas dari peran istri tercinta Gina Gutierez Luceno dan keluarga besarnya.

Umar Patek menyatakan, saat ini ia siap mengambil peran membantu pemerintah dalam menyadarkan kelompok-kelompok yang terpapar paham radikal sehingga kembali ke jalan yang benar.  Dengan begitu, tidak lagi melakukan aksi-aksi teror di negeri ini.

“Insya Allah saya bisa menyadarkan kepada teman-teman yang masih memiliki pemahaman terorisme untuk kembali ke jalan yang benar, kembali ke ajaran-ajaran Islam yang lebih baik,” ujar Umar Patek di Porong, Sidoarjo, belum lama ini.

Umar Patek kemudian mengingatkan kelompok terpapar radikal yang menebar teror akhir-akhir ini. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut tidak semestinya menebar teror. Karena, kata dia, negara menjamin keamanan seluruh warganya untuk beribadah.

“Yang jelas saya berpesan tidak melakukan aksi teror di negeri ini. Karena pemerintah Republik Indonesia itu menjaga keamanan dan kenyamanan beribadah semua umat beragama,” ujar Umar Patek.

Umar Patek adalah terpidana 20 tahun penjara terkait kasus bom Bali tahun 2002. Kala itu, dia merupakan pentolan Jemaah Islamiyah (JI) dan diyakini menjadi komandan lapangan pelatihan JI di Mindanao, Filipina.

Sebelum diekstradisi dari Pakistan pada 2011 hingga kemudian diadili di Indonesia, Umar Patek merupakan salah satu teroris paling dicari Amerika Serikat.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Tulungagung, 800 Pedagang Jadi Korban

Baca Juga: KLHK: Kebakaran Hutan Banyak Terjadi di Lahan Milik Perorangan

Sumber: Republika.co.id

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jadi Rektor Termuda di Indonesia, Risa Ungkap Hasratnya
apahabar.com

Nasional

Sudah Masuk Masa Tenang Pemilu 2019, Apa Saja yang Dilarang?
apahabar.com

Nasional

IPC Bertekad Jadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia
apahabar.com

Nasional

Sempat Tertidur Saat Gempa Lombok, Gunung Agung Erupsi Lagi
apahabar.com

Nasional

Pada 2024, Jokowi Harap Angka Kemisikinan Ekstrem Jadi Nol
apahabar.com

Nasional

Doni Monardo: Pemprov DKI Jakarta Belum Pernah Mencabut PSBB
apahabar.com

Nasional

Ramai-Ramai Tolak Revisi Aturan Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar
apahabar.com

Nasional

Tenaga Medis Tangani Corona Wafat, Presiden Sampaikan Dukacita
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com