Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kurang dari Sehari, Kalsel Tambah Puluhan Kasus Baru Covid-19




Home Kalsel

Jumat, 1 November 2019 - 11:00 WIB

UMP Kalsel Rp 2,8 juta, Perusahaan Bandel Siap-Siap Disanksi

Redaksi - Apahabar.com

Demo buruh menolak upah minimum berjalan menuju Istana Presiden pada 30 Oktober 2015. Foto-Reuters/Beawiharta

Demo buruh menolak upah minimum berjalan menuju Istana Presiden pada 30 Oktober 2015. Foto-Reuters/Beawiharta

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari ini, Pemprov Kalsel resmi mengumumkan upah minimum provinsi (UMP). Besarannya Rp2,8 juta.

Pemprov tak segan menindak perusahaan yang tak membayar upah pekerja sesuai UMP yang bakal berlaku per Januari tahun depan.

Penerapan tersebut telah tertuang dalam Keputusan Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0868/KUM/2019 tentang Penetapan UMP Kalsel Tahun 2020.

“Perusahaan wajib membayar gaji karyawan sesuai UMP Kalsel. Kalau membayar di bawah UMP, maka kita akan berikan sanksi,” ucap Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalsel, Sugian Noorbah, Jumat (01/11) pagi.

apahabar.com

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalsel, Sugian Noorbah. Foto-apahabar.com/Robby

Menurutnya, tak ada toleransi lagi bagi perusahaan yang mengabaikan standar pengupahan tersebut. Termasuk, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sanksinya pun beranekaragam. Mulai administrasi hingga pidana.

Baca juga :  Gotong Royong Tangani Covid-19, Yayasan Haji Maming dan PT Buma Salurkan Bantuan

“Namun pertama-tama kita akan panggil terlebih dahulu perusahaan bersangkutan,” katanya.

Meski begitu penindakan terhadap perusahaan harus didahului dengan adanya laporan masuk ke Disnakertrans Kalsel.

“Kalau ada laporan, insyaallah akan kita tindaklanjuti. Pertama, akan kita mediasi terlebih dahulu oleh bidang hubungan industrial,” bebernya.

Baca juga :  Bangun Jembatan, Satgas TMMD Kodim 1005 Marabahan Berpacu dengan Laut

Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel Salim Fahri siap semaksimal mungkin merealisasikan UMP Kalsel 2020, sekalipun masih terdapat perusahaan yang tak mampu membayar gaji sesuai dengan UMP.

“Kalau pun tak mampu membayar, maka kita akan audit perusahaan tersebut. Kemudian tak mampu juga, itu didampingi tim hukum Apindo. Bahkan sampai dengan pencabutan izin perusahaan,” pungkasnya.

Baca Juga: KSPSI Pasrah, UMP Kalsel Tak Sesuai Harapan Pekerja

Baca Juga: UMP Naik 8,51 persen, Kalsel Siap?

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jaga Semangat Persatuan, Pemerintah Berdialog Tematik dengan Warga Meratus
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Sumbang Sapi Limosin untuk Kurban di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Kalsel

Hujan Masih Berlanjut di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

DKP3 Banjarbaru Bagikan Ayam dan Bebek untuk Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Nenek di Kotabaru Tak Berdaya Pasca-Tambang Batu Bara
apahabar.com

Kalsel

Pemilu di Kalsel Sukses, Namun Melelahkan
apahabar.com

Kalsel

Giliran AMPI Batola Bantu Korban Kebakaran Baliuk
apahabar.com

Kalsel

Tahun Depan, Ruas Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Mulus 100 Persen
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com