3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Usai Bandara Internasional, DPD RI Usulkan Kereta Api di Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 21 November 2019 - 20:30 WIB

Usai Bandara Internasional, DPD RI Usulkan Kereta Api di Kalsel

Ilustrasi kereta api. Foto- istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Angin segar menerpa proyek kereta api (KA) di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebagai penyangga ibu kota negara (IKN), para senator Kalsel di Senayan terus berupaya menggenjot pembangunan di Banua agar tidak tertinggal dari Kalimantan Timur.

“Kami (DPD RI) memprioritaskan untuk kemajuan Kalsel sebagai penyangga IKN. Salah satunya memajukan kereta api yang terkoneksi, mungkin tadinya kereta api ini tidak menjadi prioritas,” ungkap Anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah saat dijumpai media ini di Fakultas Hukum ULM, Kamis (21/11).

Usulan KA, kata Hamid, akan masuk dalam rancangan undang-undang yang nanti diajukan ke DPR. Selain kereta api, akses jalan tol juga menjadi prioritas lainnya. Usulan itu kata dia, akan diajukan saat pertemuan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) mendatang.

“Jalan tol dari Banjarbaru ke Batulicin. Ke depan juga diajukan jalan tol dari Banjarmasin ke Tabalong,” sebut dia.

Selain dua pembangunan tadi, yang menjadi prioritas ke depan adalah mengusulkan jembatan tambahan di wilayah Banjar Bakula.

“Kita mengusulkan jembatan yang belum disetujui karena ada moratorium dari Batulicin ke Kota Baru. Kemudian ada dari Batola, satu jembatan lagi yang menyebrang ke kotamadya. Jadi memecah yang di Barito,” beber dia.

Namun, DPD RI, kata dia, tidak sembarangan untuk mengajukan usulan ini. Karena itu, dalam rangka perluasan Inventarisasi Prolegnas tahun 2020-2024 dan prioritas tahun 2020. Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) menggandeng sejumlah akademisi Kalsel dalam memberikan masukan, baik itu berkaitan dengan otonomi daerah, pembangunan daerah, sumber daya ekonomi atau lainnya.

apahabar.com

Anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Raih Adipura, Banjarmasin Masih Dikepung Sampah

Baca Juga: Terdampak Bangunan IFK Dinkes Banjar, Ngudiyo Minta Keadilan

Baca Juga: Antara Bandara, Tol, dan Kereta Api di HST, Mana yang Lebih Prioritas?

Baca Juga: Duh, Proyek Kereta Api Kalsel Tak Laku Dijual!

Baca Juga: Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel

Baca Juga: Pacu Ekonomi Daerah, Haris Makkie: Kalsel Butuh Kereta Api

Baca Juga: Jokowi Janji Realisasi Proyek Kereta Api dan Tol Banjarbaru-Batulicin

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Lurah dan Camat Banjarbaru Dikabarkan ke Luar Negeri
apahabar.com

Kalsel

Lapas Karang Intan Miliki Warga Binaan Ribuan Orang, Banser Banjar Tunjukkan Aksi Kepedulian
apahabar.com

Kalsel

BMKG Pantau Kalimantan Selatan Cerah Kamis Ini
apahabar.com

Kalsel

Patroli ke Gudang PT. Obor Baru Anugerah, Polsek Banjarbaru Barat Ingatkan Pentingnya Prokes
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kapolda Kalsel Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut
apahabar.com

Kalsel

Nihil Kasus Kematian, Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Bertambah 5 Orang
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Disuguhi Lontong Orari dan Ketupat Kandangan Ikan Gabus
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Mahasiswa di DPRD Kalsel, Bawa Nisan, Tanda KPK ‘Mati’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com