Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Walau Hujan, Ratusan Hotspot Masih Hantui Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 9 November 2019 - 16:26 WIB

Walau Hujan, Ratusan Hotspot Masih Hantui Kalsel

ilustrasi karthula. Foto-Okezone News

apahabar.com, BANJARBARU – Memasuki musim hujan, titik panas atau hotspot belum sepenuhnya pergi dari Kalimantan Selatan.

Pasalnya menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin, pada hari ini tercatat ada 134 titik hotspot.

“Tersebar di 11 Kabupaten/Kota di Kalsel,” ujar Staf Prakirawan, Bayu Kencana Putra kepada apahabar.com, Sabtu (09/11) siang.

Ke-11 Kabupaten/Kota tersebut ialah Balangan, Banjar, Barito Kuala, HSS, HST, HSU, Kotabaru, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru.

“Dengan rentang kepercayaan mulai dari 51 persen hingga 100 persen,” ungkapnya.

Hal ini wajar terjadi karena Kalsel sedang memsuki peralihan musim.

Sementara itu, PMG Madya Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Wiji Cahyadi mengatakan bahwa Kalsel sedang dalam musim peralihan atau pancaroba.

Syarat suatu daerah atau zona musim dinyatakan musim hujan apabila jumlah hujannya lebih dari 50 mm per dasarian secara berturut-turut paling tidak 3 dasarian.

“Dasarian maksudnya 10 harian,” ujarnya

Namun, lanjutnya, sampai sekarang kriteria tersebut sepertinya belum terpenuhi.

“Sebagai contoh untuk awal bulan ini sampai 5 November, untuk pengamatan hujan di Staklim Banjarbaru curah hujannya sudah lebih dari 50 mm, tapi kita masih harus melihat jumlah hujan dasarian berikutnya,” jelasnya.

Sehingga, berdasarkan prakiraan musim hujan Kalsel di beberapa wilayah di Kalsel berbeda beda.

“Ada yang mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober, ada di awal November, ada juga yang pertengahan dan akhir November,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan menganalisis beberapa dasarian ke depan.

Untuk itu ia mengimbau untuk masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan kebakaran.

“Dan musim kemarau menuju musim hujan ini, waspada munculnya angin kencang atau angin puting beliung serta hujan deras,” tutup Wiji.

Baca Juga: Kualitas Udara Banjarmasin Relatif Aman dari Asap Kiriman Karthula

Baca Juga: PT MIB dan PT BIT Diduga Jadi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jenguk Syekh Ali Jaber Pasca Penusukan, Menko Polhukam Mahfud Md: Percayakan pada Aparat
apahabar.com

Kalsel

Puting Beliung Terjang Rumah Warga Sungai Lulut
apahabar.com

Kalsel

Aksi Heroik Badut Doraemon di Banjarmasin Viral, Siapa Sosok Baik Hati Itu?
apahabar.com

Kalsel

Sawah Eks HPS 2018, Nasibmu Kini…
apahabar.com

Kalsel

Komitmen Save Meratus HST, Kementerian Tawarkan Perhutanan Sosial
apahabar.com

Kalsel

Ramai Dikunjungi di Hari Libur, Riam Bajandik ‘Dikawal’ Polisi
apahabar.com

Kalsel

Minus Rp30 M, Menteri Basoeki-Rifqi Jamin Jembatan Alalak Rampung Maret 2021
apahabar.com

Kalsel

Per 29 Mei, Kapal Penumpang Akan Beroperasi di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com