apahabar.com
ilustrasi karthula. Foto-Okezone News

apahabar.com, BANJARBARU – Memasuki musim hujan, titik panas atau hotspot belum sepenuhnya pergi dari Kalimantan Selatan.

Pasalnya menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin, pada hari ini tercatat ada 134 titik hotspot.

“Tersebar di 11 Kabupaten/Kota di Kalsel,” ujar Staf Prakirawan, Bayu Kencana Putra kepada apahabar.com, Sabtu (09/11) siang.

Ke-11 Kabupaten/Kota tersebut ialah Balangan, Banjar, Barito Kuala, HSS, HST, HSU, Kotabaru, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru.

“Dengan rentang kepercayaan mulai dari 51 persen hingga 100 persen,” ungkapnya.

Hal ini wajar terjadi karena Kalsel sedang memsuki peralihan musim.

Sementara itu, PMG Madya Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Wiji Cahyadi mengatakan bahwa Kalsel sedang dalam musim peralihan atau pancaroba.

Syarat suatu daerah atau zona musim dinyatakan musim hujan apabila jumlah hujannya lebih dari 50 mm per dasarian secara berturut-turut paling tidak 3 dasarian.

“Dasarian maksudnya 10 harian,” ujarnya

Namun, lanjutnya, sampai sekarang kriteria tersebut sepertinya belum terpenuhi.

“Sebagai contoh untuk awal bulan ini sampai 5 November, untuk pengamatan hujan di Staklim Banjarbaru curah hujannya sudah lebih dari 50 mm, tapi kita masih harus melihat jumlah hujan dasarian berikutnya,” jelasnya.

Sehingga, berdasarkan prakiraan musim hujan Kalsel di beberapa wilayah di Kalsel berbeda beda.

“Ada yang mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober, ada di awal November, ada juga yang pertengahan dan akhir November,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan menganalisis beberapa dasarian ke depan.

Untuk itu ia mengimbau untuk masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan kebakaran.

“Dan musim kemarau menuju musim hujan ini, waspada munculnya angin kencang atau angin puting beliung serta hujan deras,” tutup Wiji.

Baca Juga: Kualitas Udara Banjarmasin Relatif Aman dari Asap Kiriman Karthula

Baca Juga: PT MIB dan PT BIT Diduga Jadi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan di Kalsel

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah