Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki Hari Ini, 22 Warga Kotabaru Positif Covid-19 Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan Maut di Cempaka yang Tewaskan 1 Pengendara Ratusan Gram Sabu Gagal Edar di Kukar, Polda Kaltim Ringkus 1 Pelaku Mulai Besok, Wisata Dadakan di Liang Anggang Ditutup!

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina

- Apahabar.com Selasa, 12 November 2019 - 16:22 WIB

Warisan Budaya Banjar Tembus UNESCO, Kemendikbud Tantang Ibnu Sina

Salah satu ikon Kota Banjarmasin, Tugu selamat datang Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah budaya Banjar tengah diusulkan masuk sebagai warisan dunia.

Kemendikbud pun menantang Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin menunjukkan data pendukung Penyusunan Paper Konsep Warisan Koridor Budaya Bahari Indonesia.

“Data konkret harus terus dicari. Lantaran ini berhubungan dengan Budaya Bahari, maka mesti bisa menunjukkan bukti konkret seperti sisa pelabuhan tempo dulu,” ucap Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Najamuddin Ramly, Selasa (12/11) pagi.

Apabila bukti fisik tak ditemukan, maka Pemkot mesti mencari bukti empiris. Misalnya tarian dan warisan budaya lain. Karena menurutnya, peristiwa sejarah itu sudah terjadi kurang lebih 300-500 tahun silam. “Sehingga bukti fisik hampir hilang,” bebernya.

Bukan hanya tarian, ia juga akan melihat kebudayaan Banjar lain. Di antaranya, kuliner, pakaian, dan adat istiadat.

“Jadi ini yang disebut dengan bukti budaya,” tegas mantan Ketua DPP KNPI Pusat ini.

Target akhir dari penyusun dokumen warisan koridor budaya bahari ini, sambung dia, agar bisa mendapatkan daftar sementara dari UNESCO.

“Ini kota kedua setelah Ternate. Paling lambat akhir 2020 akan kita kirim ke UNESCO,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan ini menjadi penguat Banjarmasin sebagai kota pusaka.

Di masa akan datang, Ibnu berharap bukan kasus jalur rempah, tapi Banjarmasin mampu mengusulkan kekayaan lain sebagai warisan budaya.

Sejauh ini, Ibnu mengklaim telah bekerja sama dengan tim ahli cagar budaya untuk menggali titik dan bukti fisik.

“Misalnya kita punya foto terkait Bandarmasih. Termasuk keraton kerajaan Banjar pertama di Muara Kuin,” ungkapnya.

Termasuk situs bersejarah lain yang bisa digali melalui peta lama dan informasi dari narasumber yang terpercaya.

“Pasti ada kendala dalam pencarian. Karena ini telah lama hilang,” pungkasnya.

apahabar.com

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Najamuddin Ramly. Foto-apahabar.com/Robby

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Syekh Ali Jaber Ditusuk, Ormas Islam Kalsel Tuntut Perlindungan Ulama
apahabar.com

Kalsel

Cerita Haru Pembantu Rumah Tangga Dapat Hadiah Umrah di Momen Hari Ibu
apahabar.com

Kalsel

Viral Aksi Koboi Pria di Kalsel, Polisi Turun Tangan!
apahabar.com

Kalsel

Diduga Langgar Prokes di Puncak HKN, IG Dinkes Banjarmasin Diserang Netizen
apahabar.com

Kalsel

Susur Sungai BI Kalsel, Tukar Uang Lusuh Hingga Kampanye Gerakan Non Tunai
apahabar.com

Kalsel

Tak Dibantu Kemenpora, Biaya Haornas 2019 Rp 5,5 Miliar Sumber APBD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Cegah Cluster Covid-19 di Pusat Jual Beli, Polres Kotabaru Bentuk Pasar Tangguh
Banjarmasin

Kalsel

Curi Ponsel, Pria Paruh Baya di Banjarmasin Barat Diamankan Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com