Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

2020, Semua Pihak Diajak Bersinergi Bangun Kampung KB di Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 5 Desember 2019 - 18:59 WIB

2020, Semua Pihak Diajak Bersinergi Bangun Kampung KB di Kalsel

Kelompok kerja advokasi Kampung KB melalui pengintegrasian kemitraan dengan pemangku kepentingan di Kalsel. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARNASIN – Plt Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, Ramlan minta semua pihak bersinergi membangun desa-desa yang sudah ditunjuk sebagai Kampung KB.

“Kami harapkan lintas sektor membina kampung KB. Karena, kampung KB ini kan milik bersama,” lata Ramlan disela-sela acara kelompok kerja advokasi kampung KB melalui pengintegrasian kemitraan dengan pemangku kepentingan di Kalsel, di Hotel G Sign, Kamis (5/12) siang.

Ramlan memaparkan hingga akhir tahun ini, Kalsel memiliki 304 kampung KB yang tersebar di 13 Kabupaten Kota. Jumlah tersebut diakuinya melebihi target yang mestinya dicapai hingga tahun ini, yakni 270 kampung KB.

Dari 304 kampung KB yang tersebar di Kalsel, Ramlan mengungkapkan belum semuanya terjamah oleh lintas sektor pemerintahan. Sebab masih banyak kampung KB yang pembanguanya belum terlaksana semua.

Seperti misalnya pembangunan jalan dan beberapa fasilitas umum lainya yang bisa di tangani oleh Dinas PUPR.

Selain itu, untuk membangun Kampung KB juga bisa menggunakan anggaran dari pemerintah pusat yang disalurkan dengan dana desa.

“Memang, untuk Kampung KB percontohan semua fasilitasnya sudah di selesaikan. Namun memang ada beberapa Kampung KB yang belum,” ungkapnya.

Ramlan menambahkan penetapan desa sebagai Kampung KB tidak sembarangan. Sebab yang bisa menjadi kampung KB adalah desa yang terpencil, jumlah masyarakat miskinya banyak, dan pemahaman soal KB masih sedikit.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel menyebut hingga tahun 2018 ada 500 desa tertinggal dan 40 desa sangat tertinggal. Jumlah tersebut terus berkurang setiap tahun.

“Di tahun 2017 lalu untuk desa sangat tertinggal berjumlah 240 an desa. Pemurunan itu disebabkan salah satunya adanya program turun ke desa oleh Gubenur Kalsel,” kata Kasubdikesehatan dan kesejahteraan sosial Bapepda, Theodorik Rizal Manik.

Selain Kampung KB upaya Pemerintah Provinsi menurunkan jumlah desa sangat tertinggal juga sudah dilaksanakan oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, BKKBN Kalsel Gelar Rakor dengan Advokasi Kampung KB

Baca Juga: BKKBN Kalsel Bekali Mahasiswa UMB Lewat Orasi Ilmiah

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BKKBN Sosialisasikan Logo Baru dan Program "GenRe" di ULM Banjarmasin

BKKBN Kalsel

BKKBN Sosialisasikan Logo Baru dan Program “GenRe” di ULM Banjarmasin
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Harganas XXVI Picu Gairah Pariwisata dan UMKM Kalsel
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Sosialisasikan Harganas di Kalsel, Ina Turun ke Jalan Bagi-bagi Kipas
apahabar.com

BKKBN Kalsel

CNN Indonesia Hang Out Sambut Harganas ke-XXVI di Kalsel
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Harganas 2019, Nikah Muda Tantangan Bahtera Rumah Tangga di Kalsel
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Meriahnya Harganas XXVI, dari Pemecahan Rekor Muri hingga Hadirnya Peserta KB Lestari
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Revolusi Industri 4.0, Ibu Rumah Tangga Kalsel Dituntut Melek Teknologi
apahabar.com

BKKBN Kalsel

Harganas ke-27, BKKBN Kalsel Lakukan Pelayanan Sejuta Akseptor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com