Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng

Akhir Pekan Ini Akan Terjadi Hujan Meteor Geminid

- Apahabar.com     Kamis, 12 Desember 2019 - 08:48 WITA

Akhir Pekan Ini Akan Terjadi Hujan Meteor Geminid

Meteor Geminid. Foto-Getty Images/iStockphoto

apahabar.com – JAKARTA – Para penyuka benda-benda langit bisa bersiap menyaksikan hujan meteor Geminid yang berlangsung akhir pekan ini.

Hujan meteor Geminid berlangsung antara 4-17 Desember 2019, yang puncaknya berlangsung Jumat-Sabtu (13/12-14/12).

Perkiraan waktu dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu berdasarkan waktu Greenwich Mean Time (GMT). Meteor juga tampak dari berbagai belahan dunia, yang waktunya disesuaikan di sejumlah negara.

Meteor putih berwarna cerah akan semakin sering tampak pada Sabtu pukul dua dini hari GMT, berbarengan dengan terlihatnya rasi bintang Gemini. Akan tetapi, para astronom NASA mengingatkan untuk melihat hujan meteor di lokasi memadai karena bulan juga akan bersinar terang.

Warga belahan Bumi bagian utara diprediksi akan mendapatkan pemandangan yang lebih baik. Sementara, warga di belahan Bumi bagian selatan mungkin melihat lebih sedikit hujan meteor yang lazimnya menunjukkan sekitar 50 bintang jatuh per jam.

Hujan meteor Geminid berasal dari batu komet 3200 Phaethon yang melintasi atmosfer Bumi sepanjang Desember. Puing-puing dari batuan yang melintas itu terbakar di atmosfer dengan kecepatan sekitar 80.000 mil per jam atau 130 ribu km per jam.

Proses pembakaran tersebut akan terlihat dari permukaan bumi sebagai bintang jatuh. Fenomena langit tahunan itu dinikmati pencinta benda langit dari seluruh dunia. NASA pun merilis kembali foto-foto menakjubkan hujan meteor Geminid pada 2013 silam.

Foto diabadikan dari Observatorium Las Campanas di Chili, yang merupakan lokasi memadai untuk mengamati hujan meteor Geminid. Pengamatan berlangsung tepat pada puncak hujan meteor, menggunakan teleskop du Pont dan teleskop SWOPE.

Lewat pernyataan resminya, NASA menjelaskan proses terjadinya hujan meteor. Ketika Bumi melintasi aliran meteor yang mengorbit Matahari, meteor Geminid datang dari arah tertentu yang disebut radiant.

“Debu menyapu asteroid 3200 Phaethon yang aktif dari orbit, sementara meteor Gemini memasuki atmosfer dengan kecepatan 22 kilometer per detik,” kata NASA dalam penjelasannya.

Baca Juga: Sambut Musim Hujan, Kabupaten Banjar Mulai Bersiap Diri

Baca Juga: Aceh Besar Diguncang Gempa Dipicu Sesar Aktif Segmen Seulimeum

Sumber: Republika.co.id
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cincin Hari Ini, Berikut Wilayah Indonesia yang Bisa Menyaksikan
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Saksi Kunci Investasi Bodong MeMiles
Menteri KKP

Nasional

Menteri KKP Tegaskan Perangi Penyeludupan Ekspor Benur
apahabar.com

Nasional

Viral Pria Tawaf Sendirian di Kakbah, Mimpi 20 Tahun yang Jadi Kenyataan
apahabar.com

Nasional

Kemenkes: Hingga Maret 2020, 94 Orang Meninggal Akibat DBD
apahabar.com

Nasional

Ikuti Tes Perpanjangan Kontrak, Honorer K2 Disuruh Masuk Got
apahabar.com

Nasional

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Bandar Narkoba Akhirnya Tewas
apahabar.com

Nasional

Jika Tanbu Jadi Jakarta Baru, Repnas: Kesempatan Pemerataan Ekonomi dan Pembangunan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com