ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Nasional

Selasa, 3 Desember 2019 - 16:51 WIB

Akomodir Usulan Indonesia, Arab Saudi Bangun Toilet Bertingkat di Mina

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Istimewa

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Salah satu yang dikeluhkan jemaah haji Indonesia yakni minimnya toilet saat sedang melaksanakan wukuf di Arafah, Mina. Keluhan itu rupanya akan segera diakomodir pihak pemerintah Arab Saudi.

Pasalnya, Arab Saudi akan membangun 60 ribu ruangan toilet bertingkat di Mina. Ini tak lain sebagai bagian dari pelayanan jemaah haji Indonesia di salah satu tempat penting untuk berhaji tersebut.

“60 ribu toilet bertingkat itu untuk semua negara,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Indonesia, Sri Ilham Lubis usai mendampingi Menteri Agama (Menag) RI, Fachrul Razi dalam penandatanganan nota kesepahaman Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H/2020 M di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (3/12).

Dia menambahkan Menag Fachrul juga menyampaikan permintaaan ke pihak Saudi agar kawasan tenda yang biasa ditempati jemaah haji Indonesia didahulukan pembangunan toilet bertingkatnya.

Baca juga :  Prabowo: Kasad Ingin Lulusan Akmil Jadi Pemimpin Medan Tempur

Menurut Sri Ilham, pembangunan toilet di Arafah dan Mina memang menjadi salah satu usulan Indonesia yang dibahas bersama Kementerian Haji dan Umrah. Keberadaan toilet bertingkat yang telah dibangun di Muzdalifah terbukti dapat mengurangi antrian.

“Karena itu, kami berharap toilet bertingkat juga dibangun di Arafah dan Mina guna meningkatkan kenyamanan jamaah haji dan mengurangi antrian,” ujarnya.

Selain soal fasilitas Mina, Sri Ilham mengemukakan sejumlah kesepahaman sudah ditandatangani di antaranya penundaan biaya penerbitan visa jemaah haji Indonesia.

Kemudian penghapusan gelang tangan kode batang jemaah haji. Kebijakan tidak optimal karena barcode dan gelang yang telah dicetak mudah rusak saat terkena keringat dan air.

Selanjutnya, kata Sri fasilitas jalur cepat atau fast track untuk seluruh jemaah haji Indonesia. Sri menjelaskan, kesepakan juga terkait perluasan Program Iyab untuk seluruh kloter.

Baca juga :  Esok Tahun Ajaran Baru, Siswa Kuatir Belajar dari Rumah

Melalui program tersebut jemaah tidak perlu melakukan proses keimigrasian seperti perekaman biometrik, sidik jari dan lainnya ketika akan meninggalkan bandara Jeddah atau Madinah ke Tanah Air. Setiba di bandara, tambah dia jemaah bisa langsung masuk pesawat.

Penempatan jamaah di Armina berdasarkan zonasi di Mekkah sejak 2019. “Kami minta agar hal sama diberlakukan untuk musim haji tahun ini,” sebut dia.

Terakhir, soal transportasi jemaah di Mina. “Kami usul agar disediakan layanan transportasi pergi pulang dari kawasan perluasan Mina ke Jamarat,” pungkasnya.

Baca Juga: Ma’ruf Amin: Pemerintah Tingkatkan Akses Lapangan Kerja Bagi Difabel

Baca Juga: Pasca-ledakan Granat Asap, Monas Tetap Buka dan Beroperasi Normal untuk Umum

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin


There is no ads to display, Please add some

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ahok Ditarget Sebulan ‘Bongkar’ 142 Anak Usaha Pertamina
apahabar.com

Nasional

Marak Kebakaran, Ratusan Warga Tolak Bala di Purnasakti Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Penimbunan Cairan Antiseptik Akibatkan Lonjakan Permintaan Etanol Global
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, DPR Mulai Proses Uji Kelayakan Capim KPK
apahabar.com

Nasional

Lima Kapal Perang Indonesia Amankan Perairan Natuna
apahabar.com

Nasional

Protes Pemukulan Mahasiswa Papua Meluas ke Jayapura
apahabar.com

Nasional

Tahlilan Personil Seventeen Korban Tsunami Didatangi Banyak Sahabat Artis
apahabar.com

Nasional

Jakarta Banjir, Tol Dalam Kota Gratis Selama 18 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com