Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji

- Apahabar.com     Kamis, 26 Desember 2019 - 05:30 WITA

Ancam Rusak Habitat Bekantan, Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Dikaji

Bekantan. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Pembangunan jalan di lokasi calon ibu kota baru mungkin merusak habitat bekantan. Makanya Menteri PUPR Basuki Hadi Moeljono  berencana mengkaji kembali rencana pembangunan infrastruktur itu.

“Itu tidak boleh disentuh, harus bikin konektivitas dulu,” kata Basuki di Jakarta. Semula pelabuhan di Teluk Balikpapan direncanakan akan jadi jalur transportasi logistik pembangunan ibu kota. Lantaran mengganggu habitat bekantan, maka perlu dicari alternatif lain.

“Tadinya kan mau lewat teluk supaya lebih deket tapi ternyata itu daerah bekantan. Jadi kita selamatkan bekantan,” katanya.

Kunjungan Basuki direncanakan tanggal 27 Desember 2019 mendatang. Tak sendiri, Basuki akan ditemani para arsitek pemenang sayembara ibu kota baru. Salah satunya Sofian Sibarani, arsitek dari Urban+ yang memenangkan sayembara dengan desain ‘Nagara Rimba Nusa’.

Tujuannya ingin menyesuaikan desain tiga arsitek tersebut dengan  lokasi calon ibu kota baru. Dia berharap setelah kunjungan tersebut tiga karya anak bangsa itu bisa disinergikan.

Sayembara ibu kota baru telah dimenangkan oleh Nagara Rimba Nusa. Tim yang diinisiasi oleh Sofian Sibarani, arsitek dari Urban+ ini mencoba menampilkan konsep ibu kota yang ramah lingkungan namun tetap modern dan berbasis smart city.

Sofian menjelaskan, kompetisi ini menjadi wadah segala ahli untuk menyatukan pikiran membentuk konsep ibu kota baru yang bisa dibanggakan.

“Ada ahli lanskap, ahli lingkungan, dan lain-lainnya. Ini kompleks, karena kita berpikir bagaimana bisa mewujudkan keseimbangan pembangunan, bagaimana bisa manusia bersanding dengan alam, karena di sejarah kita sebagian besar selalu tidak berhasil,” ujar Sofian di Gedung Kementerian PUPR, Senin (23/12/2019).

Sofian melanjutkan, timnya sengaja membuat kompleks bangunan yang saling berdekatan agar penduduknya bisa dengan mudah melakukan mobilisasi.

Ibu kota baru rancangan tim Sofian ini mengadaptasi prinsip bio mimikri. Artinya, pembangunan dilakukan menyesuaikan dengan karakteristik hutan, tidak menghalangi aliran air dan angin.

“Kemudian, kami memilih lokasi dengan dengan air karena menurut kami, Indonesia negara maritim dan harus memperlihatkan kekuatan maritimnya. Ini adalah kebanggaan Indonesia juga,” ungkap Sofian.

Urusan banjir, Sofian mengatakan timnya telah mendesain di lahan bekas perkebunan yang konturnya di atas 10 meter.

“Bekas perkebunan tidak mungkin kena banjir karena logikanya, masyarakat di sana berkebun agar bisa berbuah. Tidak mungkin mereka memilih lahan yang rawan banjir. Di samping itu, masyarakat juga telah membangun pertahanan banjir,” ujar Sofian.

Sementara, area pembangunan akan berkisar 2000 hingga 3000 hektar. Sisanya akan dibiarkan menjadi lahan hijau tempat bekantan dan hewan endemik lain hidup.

“Nanti kita akan bangun jalur yang tidak menyentuh habitat bekantan,” imbuhnya.

Baca Juga: Beragama Islam, Pria Bernama Slamet Hari Natal Viral di Medsos

Baca Juga: OIF UMSU: Besok Gerhana Matahari Langka

Baca Juga: 17 Kerajaan Nusantara Pamerkan Kain Tenun Berusia Ratusan Tahun

Baca Juga: Turki Bisa Lanjutkan Proses Hukum Kasus Khashoggi

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Banjir Samarinda Meluas, Korban Terdampak Capai 20 Ribu Jiwa
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmi Lantik Laksdya Aan Kurnia Jadi Kepala Bakamla
Hacker Tiongkok

Nasional

Tanggapan Menkominfo Soal Dugaan Serangan BIN dan 10 Kementerian Hacker Tiongkok
apahabar.com

Nasional

Posko Logistik Jakarta Barat Kekurangan Pasokan Air Bersih
apahabar.com

Nasional

84 Jenazah di RSUD Berkah Pandeglang Membusuk
apahabar.com

Nasional

Kakanwil: Promosi Asep Tak Berkaitan dengan Penyiraman Air Keras
apahabar.com

Nasional

Mendes: Penerima BLT Dana Desa Turun dari Target Awal
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kedatangan Tamu Rapper Indonesia yang Berprestasi di Amerika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com