apahabar.com
Ilustrasi pasukan AS di Irak. Foto-Iraqnews

apahabar.com, CALIFORNIA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menepis laporan media bahwa penambahan pasukan utama sedang dipertimbangkan di tengah ketegangan dengan Iran.

Esper yakin militer AS di Timur Tengah saat ini memiliki cukup kemampuan untuk mencegah konflik.

Esper tidak mengesampingkan rotasi pasukan atau bahkan penambahan sedikit di masa mendatang.

“Namun tidak ada masalah mengenai jumlah pasukan, laporan 14.000 hanya laporan yang keliru,” kata Esper kepada awak media saat terbang ke California untuk menghadiri forum pertahanan di Perpustakaan Reagan, melansir Antara, Sabtu (07/12).

Setiap komandan militer, kata dia, menginginkan kemampuan yang lebih dan lebih, di mana pun berada.

“Namun saat ini kami yakin kami telah memiliki cukup kemampuan untuk mencegah apa yang mesti kita cegah.”

Esper menambahkan AS secara rutin meninjau permintaan pasukan. Namun tetap menekankan kecukupan pasukan di sana.

Pernyataan Esper turut membantah laporan Wall Street Journal bahwa AS sedang mempertimbangkan pengiriman sebanyak 14 ribu pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Disebutkan, AS menerjunkan sekitar 14 ribu pasukan tambahan ke Timur Tengah sejak Mei.

Ditambah lagi dengan bomber dan personel pertahanan udara, guna mencegah apa yang Washington sebut sebagai aksi provokatif Iran.

Keterbukaan Pentagon untuk mempertimbangkan pasukan tambahan tak mengejutkan lagi, mengingat perencanaan rutin yang dimaksudkan untuk mengatasi potensi peningkatan tensi dengan Iran, yang sedang bergelut dengan sanksi AS dan aksi turun ke jalan.

Baca Juga: Skandal Harley, Erick Thohir Copot Semua Direksi Garuda

Baca Juga: Pemecatan Dirut Garuda, Jokowi: Pesan Menteri BUMN Tegas

Editor: Fariz Fadhillah