ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Nasional

Sabtu, 7 Desember 2019 - 16:40 WIB

AS Tepis Rencana Penambahan Pasukan di Timur Tengah

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi pasukan AS di Irak. Foto-Iraqnews

Ilustrasi pasukan AS di Irak. Foto-Iraqnews

apahabar.com, CALIFORNIA – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper menepis laporan media bahwa penambahan pasukan utama sedang dipertimbangkan di tengah ketegangan dengan Iran.

Esper yakin militer AS di Timur Tengah saat ini memiliki cukup kemampuan untuk mencegah konflik.

Esper tidak mengesampingkan rotasi pasukan atau bahkan penambahan sedikit di masa mendatang.

“Namun tidak ada masalah mengenai jumlah pasukan, laporan 14.000 hanya laporan yang keliru,” kata Esper kepada awak media saat terbang ke California untuk menghadiri forum pertahanan di Perpustakaan Reagan, melansir Antara, Sabtu (07/12).

Baca juga :  Asyik, Gaji ke-13 PNS Cair Besok

Setiap komandan militer, kata dia, menginginkan kemampuan yang lebih dan lebih, di mana pun berada.

“Namun saat ini kami yakin kami telah memiliki cukup kemampuan untuk mencegah apa yang mesti kita cegah.”

Esper menambahkan AS secara rutin meninjau permintaan pasukan. Namun tetap menekankan kecukupan pasukan di sana.

Pernyataan Esper turut membantah laporan Wall Street Journal bahwa AS sedang mempertimbangkan pengiriman sebanyak 14 ribu pasukan tambahan ke Timur Tengah.

Disebutkan, AS menerjunkan sekitar 14 ribu pasukan tambahan ke Timur Tengah sejak Mei.

Baca juga :  Ayah Ustaz Khalid Basalamah Meninggal Usai Terpapar Covid-19

Ditambah lagi dengan bomber dan personel pertahanan udara, guna mencegah apa yang Washington sebut sebagai aksi provokatif Iran.

Keterbukaan Pentagon untuk mempertimbangkan pasukan tambahan tak mengejutkan lagi, mengingat perencanaan rutin yang dimaksudkan untuk mengatasi potensi peningkatan tensi dengan Iran, yang sedang bergelut dengan sanksi AS dan aksi turun ke jalan.

Baca Juga: Skandal Harley, Erick Thohir Copot Semua Direksi Garuda

Baca Juga: Pemecatan Dirut Garuda, Jokowi: Pesan Menteri BUMN Tegas

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tentara Ngamuk di Thailand, Belasan Warga Tewas
Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi

Nasional

Sikap Walhi soal Penangkapan Jurnalis Mongabay di Palangkaraya, dan Penjelasan Imigrasi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bantu Istri Ajudan Pribadi Presiden Soekarno
apahabar.com

Nasional

TNI AL: Kapal Cina Tak Mau Keluar dari Natuna
apahabar.com

Nasional

Penajam Tunda Eksekusi 11 PNS Terpidana Korupsi
apahabar.com

Nasional

Polisi: Istri Hakim PN Medan Diduga Otak Pelaku Pembunuhan
apahabar.com

Nasional

Kasus Corona di Qatar Bertambah Jadi 12 Orang

Nasional

Ifan Berharap Cepat Temukan Istri dan Sahabatnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com