Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis Perkelahian di Lapo S Parman Banjarmasin, Seorang Pemuda Tertusuk

Banjarmasin Bisa Tiru Pasuruan Sejahterakan Guru Mengaji

- Apahabar.com     Kamis, 19 Desember 2019 - 20:02 WITA

Banjarmasin Bisa Tiru Pasuruan Sejahterakan Guru Mengaji

Ilustrasi guru ngaji. Foto-Jawapos.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Suyato menyatakan bahwa pihaknya telah mempelajari bagaimana cara Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dalam mensejahterakan guru mengaji.

Politisi PDIP ini mengatakan, Kabupaten Pasuruan dikenal daerah religi dengan banyak para ulama, sehingga persoalan keagamaan sangat menjadi perhatian bagi pemerintah daerahnya.

“Sebenarnya tidak jauh beda dengan daerah kita, mayoritas penduduknya muslim dan banyak ulama,” ungkap Awi sapaan akrabnya, Kamis (19/12).

Namun dalam kebijakannya, kata dia, Kabupaten Pasuruan ternyata lebih konsen terhadap kesejahteraan guru agama, termasuk guru mengaji dan imam masjid.

“Di sana (Pasuruan), guru ngaji dan imam masjid mendapat gaji dari pemerintah daerahnya,” tuturnya.

Ini didapat setelah pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pasuruan pada 16-17 Desember 2019.

“Melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang diterbitkan, para guru ngaji dapat gaji setiap bulannya,” ujar Awi.

Dijelaskan Awi, gaji mereka memenuhi kesejahteraan, sehingga tempat-tempat mengaji di sana sangat eksis.

“Tentunya guru ngaji yang diberi gaji pemerintah daerah itu diseleksi, kemudian terdata dengan baik,” paparnya.

Lebih lanjut Awi menjelaskan, ini sebagai langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah tersebut, karenapenting peran guru mengaji untuk mencerdaskan anak perihal ilmu agama dan budi pekerti.

“Kita di Komisi I menyadari pentingnya itu pula, hingga kita fokus memberi perhatian terhadap masalah ini,” jelasnya kepada apahabar.com.

Sebab, di Banjarmasin belum begitu maksimal perhatian terhadap guru pendidikan Alquran ini, khususnya peran pemerintah kota dalam menjamin kesejahteraan mereka.

“Jadi kita berinisiatif, sebab banyak juga aspirasi guru ngaji yang menyampaikan bahwa kesejahteraan mereka jauh dari layak,” ujarnya.

Dari itu, tambah Awi, pihaknya di komisi I nantinya akan melakukan pembahasan ini bersama pemerintah kota.

“Sehingga ada jalan atau kebijakan nyata terhadap peningkatan kesejahteraan pendidik agama dan pengajar baca Alquran ini,” tandasnya.

Baca Juga: Puluhan SD di Batola Digabung pada 2020, Kekurangan Tenaga Pendidik Pemicunya

Baca Juga: Banjarmasin Dapat Bantuan Dana Miliaran Rupiah dari Kemensos

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BPS Siap Sukseskan Sensus Penduduk 2020
apahabar.com

Kalsel

Unjuk Rasa di Depan Hotel A Berjalan Damai, Kapolresta Banjarmasin Sampaikan Apresiasi
apahabar.com

Kalsel

Mulai Hari Ini, Kubah Guru Zuhdi Ditutup Selama Sepekan
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag, Paman Birin: Junjung Rasa Kebersamaan
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Beri Bantuan APD untuk Tim Medis Melalui IDI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pembangunan JPO Banjarmasin, Sabda Tuntut Hak Penyandang Difabel
apahabar.com

Kalsel

7 Perwira Serah Terima Jabatan, Kapolres Banjar; Selamat Datang Harapan
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin Undur Lagi Penerapan Sanksi, Kenapa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com