Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Berdakwah Jemput Bola Ala Abu Darda

- Apahabar.com     Kamis, 19 Desember 2019 - 13:39 WITA

Berdakwah Jemput Bola Ala Abu Darda

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN –  Seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Uwaimir bin Malik al-Khazraji memiliki metode tak biasa dalam berdakwah. Dia memasuki pasar, menyerap semua pertanyaan yang ada di sana dan langsung menawarkan solusinya.

Cerita Abu Darda menjadi juru dakwah berasal dari tawaran Khalifah Umar bin Khatab. Pemimpin tegas itsu mengionkan Abu Darda memiliki jabatan yang tinggi di Syam. Namun, tawaran itu. Tatkala Umar marah, Abu Darda menyatakan bersedia bertugas ke Syam bukan sebagai pejabat tinggi, melainkan jadi guru yang mengajarkan Alquran, sunah, serta membimbing umat. Umar pun setuju.

Di Damaskus, dia tidak hanya mengajar di masjid, tapi juga berkeliling ke tengah-tengah masyarakat, masuk ke pasar-pasar. Jika ada yang bertanya, dijawabnya segera, jika bertemu dengan orang bodoh, diajarinya, jika melihat orang lalai, diingatkannya.

Abu Darda tidak mau kehilangan waktu sedikit pun dalam membimbing umat ke jalan Allah. Pada suatu hari, Abu Darda menyaksikan ada seorang laki-laki dipukuli orang banyak. Lalu, dia bertanya, “Apa yang terjadi?”

Dijelaskan bahwa laki-laki itu pendosa besar maka dipukuli. Dengan bijak, Abu Darda  bertanya, “Jika kalian melihat orang yang jatuh ke dalam sumur, apa yang akan kalian lakukan? Tidakkah kalian keluarkan dia dari sumur itu?”

Jawab mereka, “Tentu.”

“Oleh sebab itu, janganlah kalian memukulinya, tapi berilah dia nasihat dan sadarkan dia.”

Mereka bertanya, “Apakah engkau tidak membencinya?”

Abu Darda menjawab, “Saya membenci perbuatannya. Apabila dia telah menghentikan perbuatan dosanya maka dia adalah saudara saya.”

Tatkala seorang pemuda meminta nasihat kepadanya, Abu Darda mengatakan, “Wahai, anakku! Ingatlah kepada Allah pada waktu kamu bahagia maka Allah akan mengingatmu waktu kamu sengsara.”

“Hai, anakku,” lanjutnya, “Jadilah engkau orang yang berilmu atau penuntut ilmu atau pendengar, jangan jadi yang keempat karena yang keempat pasti celaka.”

Sampai akhir hayatnya, Abu Darda tetap menjalankan tugas yang mulia menjadi guru di Damaskus.

Baca Juga: Belajar Alquran Metode Qiraati Berkembang Pesat di Papua

Baca Juga: Dakwaan, Kata Arab yang Dipakai Dunia Hukum

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Cegah Penyebaran Corona, MUI Ajak Umat Islam Berperan Aktif
apahabar.com

Religi

Indahnya Akhlak Rasulullah SAW, Melupakan Permusuhan Ikrimah bin Abu Jahal
apahabar.com

Religi

Ulama Al Azhar Mesir Kunjungi PBNU
apahabar.com

Religi

Kader Muda NU Hadirkan Habib Seggaf Baharun di Tabligh Akbar, Catat Tanggalnya
apahabar.com

Religi

Ateis Bertanya Tentang Tuhan, Imam Abu Hanifah Membungkamnya
masjidil haram

Religi

Masjidil Haram Gelar Salat Idulfitri dengan Kapasitas Penuh untuk Pertama Kali Sejak Pandemi
apahabar.com

Religi

UEA Tak Lagi Sediakan Iftar di Masjid
apahabar.com

Religi

Sirah Nabawi (1): Nasab dan Keluarga Rasulullah SAW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com