Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya Jumatan Perdana di Banjar, 4 Masjid Dijaga Ketat TNI-Polri PSBB Berakhir, Duta Mall Segera Buka Bioskop dan Amazon? Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin Keseringan di Lapangan, Dua ASN di Banjarmasin Positif Covid-19




Home Religi Sirah

Kamis, 19 Desember 2019 - 10:29 WIB

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya

Aam - Apahabar.com

Kota Damaskus, Syam Syiria (Suriah) menjadi saksi Abu Darda menghabiskan waktunya membimbing umat.
Foto-islami.co

Kota Damaskus, Syam Syiria (Suriah) menjadi saksi Abu Darda menghabiskan waktunya membimbing umat. Foto-islami.co

apahabar.com, JAKARTA – Abu Darda (Uwaimir bin Malik al-Khazraji) berteman akrab dengan Abdullah bin Rawahah sebelum dia masuk Islam. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dua orang teman akrab tersebut berbeda jalan.

Abdullah bin Rawahah menjadi Muslim sementara Abu Darda tetap dengan kemusyrikannya. Setiap harinya Abu darda menyembah berhala yang diletakkan di salah satu kamar rumahnya. Tiap hari pula berhala itu dibersihkan dan diberi wewangian.

Dia baru sadar ketika suatu hari dia menemukan berhalanya itu hancur berkeping-keping karena dikapak teman akrabnya, Abdullah bin Rawahah, secara diam-diam. Abu Darda sangat marah, namun dia sadar, “Seandainya berhala itu benar Tuhan, tentu dia sanggup membela dirinya sendiri.”

Baca juga :  Sekumpul Selalu Dipadati peziarah, Oleh-oleh Ini Selalu Digemari

Dengan ditemani Abdullah bin Rawahah, Abu Darda segera menemui Nabi dan masuk Islam. Tetapi, dia sangat menyesal terlambat menjadi muslim.

Temannya tidak hanya lebih dahulu masuk Islam, tapi juga sudah ikut berjuang dalam Perang Badar. Untuk mengejar ketertinggalannya itu, Abu Darda mengurangi aktivitas dagangnya agar lebih banyak waktu menghafal Alquran dan beribadah sepuasnya.

Gaya hidup Abu Darda berubah total, sekarang dia memilih hidup zuhud. Tatkala suatu kali tamu-tamunya bertanya ke mana perginya kekayaannya selama ini, Abu Darda menjawab, “Kami mempunyai rumah di kampung sana. Setiap kali memperoleh harta, langsung kami kirim ke sana. Jalan ke rumah kami yang baru itu sulit dan mendaki sehingga kami sengaja meringankan beban kami supaya mudah dibawa.”

Baca juga :  Jangan Lupa Cek Kesehatan Hati

Pada masa Khalifah Umar bin Khatab, Abu Darda bersedia bertugas ke Syam sebagai guru yang mengajarkan Alquran, sunah serta membimbing umat. Umar pun setuju. Tugas itu diembannya hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar

Baca Juga: Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

“Salam” Tuan Guru Husin Qaderi Buat Pecatur Insyaf
apahabar.com

Religi

Belajar Agama dengan Berguru
apahabar.com

Sirah

Riwayat Kapten Kodok, Mertua Datuk Kelampayan yang Bisa Terbang
Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi'raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan

Habar

Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan
apahabar.com

Religi

Anak Jalanan Banjarmasin Inginkan Pondok Pesantren, Ini Alasannya
apahabar.com

Habar

Salat Ied Massal Saat Pandemi, Wapres: Tidak Sesuai Prinsip Islam
apahabar.com

Habar

Sambut Ramadhan, Kemenang Siapkan Protokol Rukyatul Hilal di Tengah Covid-19
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul ke15; Tamu Haul Berdatangan, Penginapan Mulai Terisi