Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

BP Jamsostek Naikkan Santunan Kematian Jadi Rp 20 Juta

- Apahabar.com Rabu, 25 Desember 2019 - 06:00 WIB

BP Jamsostek Naikkan Santunan Kematian Jadi Rp 20 Juta

Petugas melayani pengguna BPJS Ketenagakerjaan. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Penyelenggara (BP) Jamsostek meningkatkan santunan kecelakaan kerja dan kematian. Sebab pemerintah memandang perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Atas pertimbangan tersebut, pada 29 November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian.

Dikutip dari laman Setkab, Selasa (24/12), dalam PP ini terdapat perubahan Pasal 25 khususnya Pasal 2 ayat (2) yang ditambahkan 2 (dua) angka, yaitu angka 13 dan 24 yang berbunyi:

  1. Peserta yang mengalami Kecelakaan Kerja atau penyakit akibat kerja berhak atas manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja);
  2. Manfaat JKK sebagaimana dimaksud (sebelumnya 12 angka), dalam PP ini ditambahkan angka 13 dan 14, yaitu: 13. perawatan di rumah bagi Peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit; dan pemeriksaan diagnostik dalam penyelesaian kasus penyakit akibat kerja.

“Hak Peserta dan/atau Pemberi Kerja selain penyelenggara negara untuk menuntut manfaat JKK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) menjadi gugur apabila telah lewat waktu 5 (lima) tahun sejak Kecelakaan Kerja terjadi atau sejak penyakit akibat kerja didiagnosis,” bunyi Pasal 26 PP ini.

Sebelumnya dalam PP No. 44/2015, hak menuntut itu gugur apabila telah lewat waktu dua tahun.

PP ini juga mengubah bunyi Pasal 34 mengenai Jaminan Kematian (JKM) menjadi berbunyi:

(1) Manfaat JKM diberikan apabila Peserta meninggal dunia dalam masa aktif, terdiri atas:

  1. santunan sekaligus Rp 20 juta diberikan kepada ahli waris Peserta (sebelumnya Rp 16,2 juta )
  2. santunan berkala yang dibayarkan sekaligus sebesar Rp 12 juta diberikan kepada ahli waris (sebelumnya Rp 4,8 juta )
  3. biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta diberikan kepada ahli waris Peserta (sebelumnya Rp 3 juta) dan
  4. beasiswa pendidikan bagi anak dari Peserta yang telah memiliki masa iur paling singkat tiga tahun dan meninggal dunia bukan akibat Kecelakaan Kerja (sebelumnya 5 tahun).

“Beasiswa sebagaimana dimaksud diberikan untuk paling banyak dua orang anak Peserta yang diberikan berkala setiap tahun sesuai dengan tingkat pendidikan anak Peserta (sebelumnya Rp 12 juta),” bunyi Pasal 34 ayat (3) PP ini.

“Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi II Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, yang diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 2 Desember 2019.

Baca Juga: PDIP: Natal Penuh Semangat Solidaritas dan Peneguhan Pancasila

Baca Juga:  PBNU Imbau Warga Jaga Persatuan Saat Natal

Sumber: Liputan6.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Mendagri Tegur Kepala Daerah Belum Alokasi Anggaran untuk Covid-19

Nasional

Selama 7 Bulan, 6.248 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protap Covid-19
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
apahabar.com

Nasional

Hujan saat Puncak Haji Dinilai Membantu Kurangi Angka Jemaah Sakit
Viral Perusakan 'Musala' di Minahasa, TNI Sebar Babinsa di Banjarmasin

Nasional

Viral Perusakan ‘Musala’ di Minahasa, TNI Sebar Babinsa di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Sapa Warga Pakai Bahasa Banjar, Jokowi: Apa Habar..!!
apahabatr.com

Nasional

Yenny Wahid Sebut Harlah Muslimat Jadi Momentum NU Bangkit Bela Bangsa
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Siap Jadi Partner Milenial
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com