BREAKING NEWS: BNN Benarkan Tangkap Oknum DPRD Tala Saat Pesta Sabu Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel

Catatan Ekonom: Lesunya Bisnis Emas Hitam hingga Kredit Macet Bank Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 26 Desember 2019 - 09:00 WIB

Catatan Ekonom: Lesunya Bisnis Emas Hitam hingga Kredit Macet Bank Kalsel

Ilustrasi. Batu Bara tengah diangkut menggunakan kapal tongkang.Foto-Dok. JawaPos.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Jelang ganti tahun, ekonom Kalimantan Selatan memberikan catatan penting akan gentingnya perekonomian daerah.

Catatan ini berupa saran, masukan, hingga kritikan guna membangun perekonomian Kalsel 2020 mendatang.

Menurut Ahmad Murjani, terdapat beberapa sektor ekonomi yang menjadi sorotan.

Sektor pertambangan, misalnya. Sepanjang 2019, geliat sektor pertambangan batu bara masih menjadi penyokong utama.

Sayangnya, kata dia, dalam beberapa tahun belakang geliat pertambangan “emas hitam” tampak menurun drastis.

Walhasil, ini berdampak terhadap tak normalnya regulasi perekonomian di Kalsel.

“Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya menyangkut kebijakan di sektor perizinan,” bebernya saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama ini.

Dalam artian, kata dia, pemerintah daerah lebih fokus melakukan evaluasi.

Terlebih per 1 Januari 2020, perusahaan pertambangan tak bisa beroperasi, apabila tak menggunakan aplikasi.

“Ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai merugikan pengusaha lokal,” katanya.

Selanjutnya, sambung dia, ditambah dengan anjloknya harga batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) internasional.

“Juga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” bebernya.

Terlebih pada sektor pertanian. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus lebih memperhatikan sektor tersebut. Mengingat masih banyaknya lahan tidur di Kalsel.

Menurutnya, lahan-lahan tidur itu bisa diberdayakan. Apalagi sektor pertanian merupakan penyumbang PAD terbesar kedua di Kalsel, setelah sektor energi dan minyak bumi.

Kemudian, sektor infrastruktur, kesehatan, dan sumber daya manusia (SDM). Murjani melihat pembangunan infrastruktur di Kalsel masih belum merata.

Pemerintah daerah diminta lebih fokus memberikan anggaran terhadap promosi kesehatan. Artinya bukan hanya ke arah fisik semata.

“Peningkatan SDM juga lebih diprioritaskan. Ini juga berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja lokal,” cetusnya.

Sementara, di sektor Perbankan. Kredit macet Bank Kalsel menjadikan sorotan.

Sedikitnya, terdapat 5 persen kredit macet dari total penyaluran kredit senilai Rp8 triliun.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata dia, hanya 2-3 persen.

“Ini tentu menjadi catatan khusus pemerintah daerah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Musim Dingin Kerek Harga Acuan Batu Bara

Baca Juga: Pagi-Pagi, Dermaga Marabahan Diseruduk Tugboat Batu Bara

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kompak, Sejoli di Kotabaru Nekat Curi Flip Coper
apahabar.com

Kalsel

Sepinya Pemudik di Perbatasan Kalsel-Kalteng di Banjarbaru saat Pandemi
apahabar.com

Kalsel

Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Dua Rumah di Paringin Tinggal Arang
apahabar.com

Kalsel

BEM Seluruh Indonesia Sepakat Tolak Eksploitasi Meratus!
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Perlindungan Pegawai Non ASN, Taspen dan ULM Banjarmasin Jalin Kerja Sama
apahabar.com

Kalsel

Antar Anak Saat Jam Kerja, ASN Tanbu Bakal Kena Sanksi
apahabar.com

Kalsel

Duh, 8 Karyawan Gunung Aru Kotabaru Digaruk Polisi Saat Asyik Berjudi
apahabar.com

Kalsel

Iduladha, Car Free Day Ditiadakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com