Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Cegah Bahaya Stunting, Jalasenastri Cabang 5 Kotabaru Gelar Sosialisasi

- Apahabar.com Senin, 16 Desember 2019 - 19:45 WIB

Cegah Bahaya Stunting, Jalasenastri Cabang 5 Kotabaru Gelar Sosialisasi

Komandan LanalKotabaru, Letkol Laut (P) Guruh DwiYudhanto saat menyampaikan sambutan. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU -Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II Kotabaru menggelar sosialisasi pencegahan bahaya stunting bagi pertumbuhan anak di MakoLanal, Senin (16/12).

Sosialisasi ini masih dalam rangka menyemarakkan hari ibu ke 91 tahun 2019. Kegiatan ini selain dihadiri DalanalKotabaru Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, dan Ketua Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II NyRike Guruh Dwi Yudhanto, juga Ketua TP PK HjFatmaIdiana.

Kali ini, LanalKotabaru juga mendatangkan pembicara yang mempuni soal persoalan stunting yakni Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas ULM, Prof Dr Husaini SKM M Kes, serta para tamu undangan lainnya.

Guruh mengatakan, TNI Angkatan Laut tentu memiliki tanggung jawab terhadap pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM).

Stunting ini adalah suatu kondisi yang ditandai ketika pertumbuhan dan perkembangan anak kurang jika dibandingkan dengan usianya. Maka pencegahan, melalui sosialisasi seperti ini sangat penting dilakukan.

“Jadi, lebih mudahnya stunting adalah kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan, baik pertumbuhan secara klinis (tinggi badan) maupun perkembangan otak yang tidak maksimal. Ini harus kita hindari dan kita cegah, semoga sosialisasi ini dapat bermanfaat untuk masa depan emas generasi kita,” pungkasDanlanal Guruh.

Sementara, Prof Dr Husaini dalam paparannya menerangkan istilah stunting bagi kesehatan anak.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama.

Sehingga, hal tersebut mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Selain pertumbuhannya terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

“Nah, perlu dipahami. Stunting dapat terjadi mulai dari dalam kandungan. Makanya untuk mencegah itu kebutuhan nutrisi bagi calon ibu dapat di penuhi mulai dari janin hingga anak tersebut lahir,” terang Husaini.

NyRikemenambahka, untuk mengatasi masalah Stunting dapat dicegah dengan melakukan aktivasi posyandu-posyandu dan pemberian pengetahuan tentang gizi anak.

“Mengontrol makanan yang boleh dikonsumsi untuk bayi di atas enam bulan, tekstur yang baik, serta berapa banyak ukuran yang harus diberikan. “Yang paling utama juga, soal pengetahuan pentingnya ASI eksklusif,” ujar Rike menutup.

apahabar.com

Ketua Jalasenastri Cabang 5 Korcab XIII DJA II NyRike Guruh DwiYudhanto, bersama Ketua TP PKK Kotabaru meresmikan Posko Pencegahan Stunting. Foto-stimewa

Baca Juga: Warga Geronggang dan Sembilang Kotabaru Kirim 7 Truk Kayu Bakar untuk Haul Guru Sekumpul…

Baca Juga: Nikmatnya Wisata Kuliner di Siring Laut Kotabaru

Reporter: Ahc20
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Tindak Kejahatan, Polres HST Rutin Gelar Patroli
apahabar.com

Kalsel

Keluhkan Kehadiran Bus Trans Banjarmasin, Komunitas Sopir Taksi Kuning ‘Curhat’ ke Nanda
apahabar.com

Kalsel

Ramadan, ASN di Pemkot Banjarmasin Dapat Kelonggaran
apahabar.com

Kalsel

2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian
apahabar.com

Kalsel

Sudian Noor: Peringatan Hari Ibu sebagai Sebuah Momentum Kebangkitan Bangsa
apahabar.com

Kalsel

Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Bertambah
apahabar.com

Kalsel

FKIP UNISKA Yudisium 151 Mahasiswa, Dekan: Mahasiswa Harus Melek Digital
apahabar.com

Kalsel

Termuda, Fadilah di Usia 25 Tahun Dilantik Jadi Kades Belandean Muara Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com