Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April Hore! Tanah Laut Segera Miliki Stadion Berkapasitas 10.000 Penonton Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

Cerita Mantan ODGJ di Rumah Singgah Baiman, Bani Rindu Keluarga

- Apahabar.com Senin, 2 Desember 2019 - 13:54 WIB

Cerita Mantan ODGJ di Rumah Singgah Baiman, Bani Rindu Keluarga

Arbani ketika melahap makan siang di Rumah Singgah Baiman Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Namanya Arbani (41). Ketika dikunjungi apahabar.com, Bani sapaan akrabnya melempar senyum merekah.

Sekilas tak terlihat Bani adalah mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Bani merupakan salah satu dari 44 penghuni Rumah Singgah Baiman di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan.

Rumah Singgah Baiman adalah tempat penampungan orang terlantar yang tidak memiliki keluarga di bawah asuhan Dinas Sosial Banjarmasin.

Sejak dua tahun terakhir, Bani memang tinggal di sana. Sebelumnya dia berstatus pasian rehabilitasi di Rumah Sakit Sambang Lihum selama lima tahun.

Kali ini, aktivitas hariannya berada di dalam ruangan. Makan, mandi hingga buang air kecil maupun besar. Sesekali keluar untuk melakukan perawatan rutin. Berdasar pengakuan, kehidupannya kian berubah 180 derajat.

Dulu Bani hanyalah seorang tukang tambal ban di kawasan Pelambuan, Banjarmasin Barat. Uang yang diperolehnya dihabiskan untuk hidupnya sendiri.

Karena itu dia sering menghamburkan uang dengan suka mengkonsumsi minuman keras. Bahkan sering dicampur dengan obat-obatan.

Tidak sering juga dia menghabiskan uangnya ke Pekerja Seks Komersial (PSK). “Ya, gara-gara bergaul sama teman seperti itu lah,” kata Bani singkat.

Keseringan melakukan perbuatan itu Bani mengakui seakan norma kehidupannya hilang satu persatu. Kondisinya kian berubah. Kebersihannya tak terurus lagi. Kurus kering hingga rambut yang berpanjang.

Apalagi Bani tak memiliki tempat tinggal tetap. Dia tidur disembarang tempat. Pelantaran rumah orang hingga dipinggir jalan.

Tingkah aneh Bani tersebut dirasakan masyarakat kian meresahkan. Pandangan warga berbeda dari biasanya.

Lantas, atas dasar itu yang membuat Bani di rawat di Rumah Sakit Sambang Lihum dulu. Warga melaporkan kehidupan Bani seperti ODGJ. “Di bawa orang kampung pakai mobil ke Rumah Sakit,” ujarnya.

Meski dinyatakan sembuh dan di tampung di Rumah Singgah Baiman, Bani tetap tak merasa puas. Dirinya berkeinginan keluarga menjenguk hingga menjemputnya pulang ke rumah. Tapi kenyataan yang diterima tidak semanis itu.

Bani masih berpikir positif perihal itu. Beranggapan keluarganya tak mengetahui keberadaan saat ini. Belum lagi, mantan penghuni Rumah Singgah yang akrab dengan dirinya sering berkunjung. Bercanda gurau hingga memberikan makanan. “Rasa kangen ketemu keluarga. Tapi tidak bisa karena tak ada orang yang datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Tuna Sosial Dan Korban Tindak Kekesasan Dinas Sosial Banjarmasin, Hasan Basri mengakui Arbani tak bisa dipulangkan saat ini. Sebab dia tidak memiliki keluarga. Kondisinya tidak mengizinkan untuk dilepaskan begitu saja.

“Mau dikembalikan, keluarga penghuni gangguan jiwa ini juga terlampau miskin. Tidak mungkinkan kita lempar, karena kondisi kurang lebih sama,” ujarnya.

Saking banyaknya penghuni gangguan jiwa, mewajibkan layanan kesehatan datang ke Rumah Singgah secara rutin. Seminggu sekali dokter merawat pasien psikotik dengan tes kejiwaannya. Tak lupa obat yang dikonsumsi.

Untuk itu Dinas Sosial menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Sambang Lihum. Meski dinyatakan sembuh pun, dia menerangkan tak bisa langsung lepas saja. Mereka butuh kasih sayang, tempat tinggal yang layak dan asupan makanan sehat.

Semua itu tak bisa didapatkan pasian jika keluar dari Rumah Singgah. Hasilnya, setiap tahun Pemko menampung pasian gangguan jiwa sampai akhir hayatnya. “Kita mandikan, salat hingga dikubur di lahan milik Pemko. Kondisi itu kita lakukan terus setiap tahunnya,” terangnya.

Baca Juga: Gangguan Jiwa Berat, Bagaimana Penjagal Bocah SD Limpasu Ditahan?

Baca Juga: Polisi Pastikan Penjagal Bocah SD di HST Gangguan Jiwa Berat!

Reporter : Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Waspada Potensi Angin Kencang dan Hujan Berpetir di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada! Siang Hari, Hujan Lebat dan Disertai Petir Diperkirakan Bakal Melanda Sebagian Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Diserang Asap, Dinkes Banjarbaru Ungkap Data Penderita Ispa
togel

Kalsel

Tertangkap Jual Togel, Warga Walatung HST Terancam 10 Tahun Penjara
apahabar.com

Kalsel

Di Rumah Saja! Hujan Diprediksi Kembali Turun
apahabar.com

Kalsel

Emosi, Petani Kandangan Tebas Dua Pemuda hingga Sekarat
apahabar.com

Kalsel

Gandeng PCNU Banjar, Disbudpar Siapkan Rp56 Juta untuk Lomba di Hari Santri
apahabar.com

Kalsel

Dekrit 5 Juli 1959 Silam di Kalsel, Kediaman Bupati HSU Dilempar Granat!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com