Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Danau Matahari Bulan, Surga Gowes di Taiwan

- Apahabar.com     Jumat, 27 Desember 2019 - 10:06 WITA

Danau Matahari Bulan, Surga Gowes di Taiwan

Sun Moon Lake atau Danau Matahari Bulan di Desa Yuchi, Kabupaten Nantou, Taiwan, terlihat pada pagi hari. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Bagi para pecinta gowes, Danau Matahari Bulan di Taiwan bisa jadi adalah salah satu tempat terindah.

Mereka bisa bersepeda santai mengelilingi danau itu, yang juga kerap disebut dengan Sun Moon Lake.

Lintasan sepeda dan pejalan kaki memiliki panjang sekitar 30 kilometer, dikelilingi pemandangan gunung, air danau dan kabut tebal yang menyerupai lukisan.

Lintasan sepanjang itu biasanya dapat selesai ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam. Namun tentu saja akan lebih lama jika pesepeda ingin singgah ke tempat-tempat menarik.

Di sepanjang lintasan, mereka bisa berhenti sejenak mampir ke kuil-kuil berumur puluhan tahun Xuanguang dan Wenwu, dermaga Shuishe dan Xanguang, Paper Dome, Pagoda Ci’en, dan Gunung Qinglong.

Saluran televisi Amerika CNN pada 2012 menyebut Sun Moon Lake sebagai salah satu dari 10 jalur sepeda terindah di dunia.

Danau ini terletak di Desa Yuchi di Kabupaten Nantou, Taiwan bagian tengah, dan berada pada ketinggian 748 meter di atas permukaan laut.

Biro Pariwisata Taiwan menyebut Sun Moon Lake sebagai danau terindah di Taiwan.

Keindahan danau terbesar Taiwan itu bisa dinikmati dari berbagai sudut.

Pemandu wisata Sun Moon Lake, Chen Yong-Yu, mengungkapkan di satu sisi, danau tersebut terlihat seperti matahari, sementara di sisi lainnya terlihat seperti bulan.

“Dari situlah namanya tercipta menjadi Danau Matahari Bulan,” katanya.

Selain dengan berjalan kaki atau bersepeda di sekelilingnya, panorama Sun Moon Lake juga bisa dinikmati sambil berkeliling danau dengan perahu atau dari atas, menggunakan kereta gantung.

Sun Moon Lake bisa dengan mudah dicapai dengan menggunakan kereta api super cepat (HSR) ke Kota Taichung.

Dari Taipei, ibu kota Taiwan, misalnya, perjalanan menuju stasiun HSR di Taichung hanya memakan waktu sekitar satu jam.

Dari terminal di dekat stasiun HSR di Taichung, para pelancong kemudian bisa naik bus yang akan membawa mereka ke Danau Matahari Bulan dengan perjalanan kurang dari dua jam.

Bus tersebut berangkat dari terminal HSR Taichung setiap 15 menit.

Untuk bersepeda mengitari Danau Matahari Bulan, pengunjung tidak akan mengalami kesulitan karena di sekitar danau bertebaran toko-toko penyewaan sepeda.

Tempat penyewaan sepeda yang kerap disebut antara lain Giant Shuishe, SongMeng, Merida Zhongxing, Xiangshan, Sun Moon Lake Center, Songmeng Bikes.

Harga sewa satu sepeda di toko yang satu dan lainnya hampir sama. Songmeng Bikes, misalnya, mematok harga 180 dolar Taiwan (sekitar Rp83ribu) untuk penggunaan tiga jam.

Sepeda juga disediakan bagi para tamu yang menginap di hote-hotel sekitar Sun Moon Lake.

Wisata Andalan Taiwan

Danau Matahari Bulan, yang dikunjungi sekitar enam juta orang setiap tahunnya, adalah salah satu dari 10 objek wisata di seantero Taiwan yang paling direkomendasikan oleh Asosiasi Pengunjung Taiwan.

Selain Sun Moon Lake, objek lainnya yang diandalkan termasuk gedung tertinggi di dunia selama 2004-2010 Taipei 101, Museum Nasional Istana, Taman Nasional Taroko dan kota kecil Lukang.

Taiwan, dengan mengusung moto sebagai Jantung Asia, membagi wilayah objek wisatanya dalam lima zona, yaitu Wilayah Utara, Wilayah Tengah, Wilayah Selatan, Wilayah Timur dan Wilayah Luar Pulau.

Sun Moon Lake berada di Wilayah Tengah di Kabupaten Nantou dekat Kota Taichung.

Kota Taichung sendiri, dengan iklim empat musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin, merupakan kota penting di wilayah Taiwan tengah untuk bidang politik, ekonomi dan pusat budaya.

Kota itu dalam beberapa tahun didorong untuk bertaraf internasional.

Secara nasional, pariwisata sedang digalakkan pemerintah Taiwan dengan memusatkan perhatian pada keunikan masyarakat negara-negara lain, seperti kebiasaan konsumen dan budaya mereka.

Untuk kepentingan negara berpenduduk Muslim dalam jumlah besar di ASEAN, seperti Indonesia dan Malaysia, misalnya, pemerintah Taiwan mendorong pelaku bisnis untuk mengikuti standar halal.

Di Taiwan, kini semakin banyak restoran dan toko yang sudah melewati sertifikasi halal, menurut Connie Chang, direktur jenderal Departemen Perencanaan Menyeluruh pada Dewan Pemangunan Nasional Taiwan (NDC).

Kantor Biro Pariwisata Taiwan di Kuala Lumpur, merujuk pada Global Muslim Travel Index (GMTI), menyebut Taiwan sebagai tujuan kelima yang paling disukai wisatawan Muslim.

Di Taiwan sudah ada beberapa masjid, antara lain di kota Taipei, Taoyuan, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung.

Musala juga sudah dibangun di berbagai lokasi, termasuk di Stasiun Taipei, Stasiun Kaohsiung, Stasiun Hualien, Bandar Udara Taoyuan, Bandar Udara Kaohsiung, Stasiun THSR Taichung serta di 13 Taman Nasional dan tempat istirahat di jalan tol.

Wisata Sekitar Sun Moon Lake

Para pengunjung Danau Matahari Bulan yang masih punya waktu dan belum puas menikmati kawasan itu dengan bersepeda, berjalan kaki, berperahu atau naik kereta gantung, bisa sedikit menjelajah berbagai objek wisata lainnya di sekitar Kabupaten Nantou.

Di antara lokasi yang bisa dituju adalah Desa Budaya Aborigin Formosa dan Wihara Chung Tai, yaitu biara Buddha terbesar di Nantou.

Salah satu objek yang jarang dicantumkan dalam brosur-brosur wisata adalah kegiatan memetik daun teh di hamparan perkebunan teh Desa Yuchi.

Perkebunan itu bisa ditempuh dengan mobil atau bus dalam waktu sekitar 15 menit dari Danau Matahari Bulan.

Di perkebunan, pengunjung selain memetik daun teh juga bisa belajar soal proses produksi teh hitam di Sun Moon Lake, sekaligus meracik dan mengemas sendiri kantong teh sesuai selera.

Bisa jadi surga tersendiri bagi para penggemar gowes sekaligus penyuka teh: usai bersepeda, menikmati camilan dan menyeruput teh panas langsung di perkebunannya.

Baca Juga: Di Usia 59 Tahun, Goweser Asal Balikpapan Menangi Tour de Batola

Baca Juga: Paman Birin Lepas Ribuan Gowes Tanah Laut Cross Country (TLCC) Part 4

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kak Seto: Posisikan Diri Jadi Sahabat, Kunci Buat Anak Nyaman di Rumah
apahabar.com

Gaya

Tiga Alasan Indonesia Belum Gunakan Jaringan 5G
apahabar.com

Gaya

Tips Menghindari Petir Saat Hujan

Gaya

Konsep Vintage Restaurant dengan Tema Jadul
apahabar.com

Gaya

Di Tengah Pandemi, 8 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Imun Para Lansia
apahabar.com

Gaya

Upaya Penanganan Adiksi Online Game
apahabar.com

Gaya

Kanker Paru-Paru Jadi Penyebab Kematian pada Pria Indonesia
apahabar.com

Gaya

Nissan Kicks e-POWER, Seberapa Irit Konsumsi BBM?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com