MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Di Kalsel, Dewan Pers Ingatkan Karya Jurnalistik Tak Dapat Dikriminalkan

- Apahabar.com Kamis, 19 Desember 2019 - 19:24 WIB

Di Kalsel, Dewan Pers Ingatkan Karya Jurnalistik Tak Dapat Dikriminalkan

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun saat sosialiasi indeks kebebasan pers di Banjarmasin, Kamis siang. Foto-apahabar.com/Ahya

apahabar.com, BANJARMASIN – Pascareformasi, kebebasan pers dijamin oleh undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999.

Setiap wartawan telah dilindungi payung hukum untuk melaksanakan kerja-kerja jurnalistik; mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan mendistribusikan informasi.

Namun 20 tahun waktu berjalan, kebebasan pers masih ada saja kendala di lapangan.

Seperti halnya pelaporan pihak narasumber ke polisi terhadap seorang jurnalis atas produk karya jurnalistiknya.

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun mengemukakan persoalan ini tak cuma terjadi di Kalsel.

Hampir ada saja jurnalis di setiap daerah di Indonesia mengalami kekerasan bahkan sampai meregang nyawa.

Untuk itu ia mendorong masyarakat maupun para jurnalis lebih memahami UU Pers.

“Perlu adanya keterlibatan semua pihak dalam fungsinya meningkatkan kebebasan pers di Indonesia,” jelasnya saat sosialisai Indeks Kebebasan Pers, Kamis (19/12) di salah satu hotel di Banjarmasin.

Masyarakat, kata dia, baik pejabat harus memahami pula UU Pers.

“Acap kali kita mendapatkan laporan berkaitan hal ini,” terang Hendry.

Hendry mencontohkan adanya laporan narasumber hingga memidanakan jurnalis di Deli Serdang.

“Ketika itu wartawannya menuliskan berita tentang istri satu anggota dewan yang terpeleset jatuh saat hendak mengucapkan selamat dan bersalaman kepada anggota dewan. Tapi oleh sang suami justru hal ini dilaporkan ke polisi dan langsung ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Hendry pun mendapatkan laporan ini lalu menyurati Polres tempat wartawan tersebut berperkara.

Dijelaskan Hendry, bahwa karya jurnalistik tidak dapat dikriminalkan. Sebab sebuah tulisan jurnalis adalah produk jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers.

“Sejauh medianya berbadan hukum, maka tidak boleh mengkriminalkan karya jurnalistik,” jelas Hendry.

Dalam kasus ini, Hendry kembali mengingatkan para pelaku media di Kalsel agar benar-benar berpegang teguh pada kode etik jurnalistik atau KEJ.

Dalam menjalankan tugas, sehingga setiap tugas yang diemban tidak keluar dari konteks dan tidak sampai berperkara hukum.

“UU 40 tahun 1999 tentang Pers itu adalah senjata hukum kita sebagai wartawan menjalankan tugas,” jelas dia.

Jurnalis telah dilindungi secara hukum, namun dalam menjalankan tugas jurnalistiknya mesti memegang teguh KEJ.

Baca Juga: Di Kalsel, Dewan Pers Curhat Jadi Korban Hoaks Larangan Media

Baca Juga: Dewan Pers Proses Verifikasi Administrasi apahabar.com

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPH Balangan Bagi-Bagi Ribuan Bibit Tanaman
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Penyerangan Polsek Daha Selatan, Polres Banjarbaru Perketat Penjagaan

Kalsel

ULM Kekurangan Kuota KIP, Terancam Banyak yang Tak Terampung
apahabar.com

Borneo

Kasi Tipidsus: Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Silakan Dijenguk
apahabar.com

Kalsel

Tenang, DLH Banjarmasin Jamin Kebersihan Saat Salat ID Esok
apahabar.com

Kalsel

Rela Tak Kuliah, Para Mahasiswi Ikut Sampaikan Aspirasi Depan DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Takut Stok Darah Kosong Selama PSBB, PMI Banjarmasin Berharap Ada Kebijakan Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Tapal Batas Antar Jemput Penumpang Bandara Disepakati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com