apahabar.com
Sembari menyunggingkan senyum, Yayan mengepalkan tangan seusai menerima medali dari Bupati Batola Hj Noormiliyani AS. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Usia tampaknya hanya angka-angka untuk Yayan. Pria berusia 59 tahun ini sukses memenangi salah satu kategori Tour de Barito Kuala 2019, Minggu (8/12).

Jauh-jauh datang dari Balikpapan ke Marabahan, Yayan merupakan salah seorang peserta nomor Road Bike (RB) kategori usia 46 sampai dengan 60 tahun.

Total diikuti 53 pembalap, Yayan termasuk pembalap sepeda paling tua. Sesuai data yang tertera di KTP, pria kelahiran Murung Pudak, Tabalong, ini tercatat kelahiran 6 Agustus 1960.

Yayan hanya kalah tua dari Heru Susmanto, peserta kelahiran 27 September 1959 dari Jawa Tengah. Wajar kalau Yayan dipanggil Julak oleh peserta lain.

Kendati berusia sudah melebihi setengah abad, fisik Yayan tetap prima. Menghadapi pembalap yang berusia 5 hingga 10 tahun lebih muda, Yayan berhasil finish terdepan dan berhak atas hadiah satu unit sepeda motor.

Yayan mengalahkan Eddy Purnomo dari Jawa Tengah, serta Ariadi Tjahjono dari Banjarmasin. Eddy dan Ariadi masing-masing berusia 50 tahun dan 48 tahun.

“Kuncinya adalah rutin bersepeda minimal 20 kilometer setiap hari agar selalu siap bertanding, sekaligus menghindari asam urat. Khusus menghadapi Tour de Batola dengan trek flat, saya fokus mempertajam sprint,” ungkap Yayan.

“Saya juga termotivasi penasaran, karena hanya mampu menjadi runner up Tour de Loksado 2019 setelah kalah dari pembalap nasional,” sambungnya.

Sekarang sudah 30 tahun Yayan menekuni balap sepeda. Olahraga ini juga membuat anak sulung Yayan bernama Firman Hidayat, dikontrak KFC Cycling Team Jakarta.

Sementara Yayan juga mendapat kontrak pribadi dari CRC Balikpapan, “Kecuali kejuaraan di Papua, hampir semua provinsi sudah didatangi,” beber Yayan.

“Dalam event nasional terakhir di Bromo KOM Challenge 2019, Alhamdulillah saya juga juara kategori. Semoga Tour de Batola 2020 benar-benar digelar dan umur juga panjang, saya bisa kembali lagi,” imbuhnya.

Dari 117 kilometer yang ditempuh, Yayan tidak menemui kendala. Cuma etape pertama agak was-was, karena terdapat trek berbatu split sepanjang 2 kilometer,” beber Yayan.

Yayan tidak seberuntung beberapa peserta lain. Mereka menjadi korban trek berbatu yang menghubungkan Kecamatan Barambai dengan Wanaraya.

“Ban saya miris setelah keluar trek batu split, lalu miris lagi menjelang finish etape pertama. Saya beruntung cuma dua kali miris, karena ada pembalap lain yang miris sampai tiga kali,” papar Yuni Abarsyah, peserta dari Banjarmasin.

“Sejujurnya trek agak membosankan, karena tidak terdapat tanjakan. Kalau 2020 digelar lagi, mungkin trek diperpanjang hingga 150 kilometer,” tandasnya.

Sementara kategori usia 17 hingga 30 tahun dimenangi Muhammad Rizky Nugroho dari Samarinda. Peringkat kedua ditempati Abdul Gani dari Balikpapan, serta urutan ketiga Ridho Ashshadiqqi dari Tanah Bumbu.

Sedangkan mantan pembalap nasional Agung Ali Sahbana menguasai kategori usia 31 hingga 45 tahun. Pembalap Jawa Timur ini mengungguli Rhamadani dari Jogjakarta dan Syamsul Hidayat dari Barabai.

apahabar.com
Akibat mengalami kram, salah seorang peserta Tour de Batola memilih menjatuhkan diri dan ditolong anggota Satpol PP Batola. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Baca Juga: Marabahan Juara Festival Habsy Batola

Baca Juga: Ditambah Marabahan, Cuma Dua Puskesmas Paripurna di Kalsel

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin