ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Sabtu, 14 Desember 2019 - 11:16 WIB

Dinkes Banjarbaru Gencar Tekan Penularan Hepatitis A

Redaksi - apahabar.com

Hepatitis A. Foto-Orami Parenting

Hepatitis A. Foto-Orami Parenting

apahabar.com, BANJARBARU – Agar hepatitis tak masuk Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru gencar berupaya memutus penularan virus hepatitis A.

“Untuk siswa yang positif terkena penyakit hepatitis A akan diistirahatkan selama masa inkubasi yaitu antara 10 hingga 50 hari,” ujar Kasi P2PM Dinkes Banjarbaru Siti Khadijah, Sabtu (14/12) pagi.

Ia juga menjelaskan orang yang terkena hepatitis A, selamanya tidak akan kena lagi. “Karena sudah terbentuk zat penangkal secara alami, saat dia sakit yang dialaminya pertama kali,” sambungnya.

Meski begitu, pihaknya memfokuskan pemutusan di dua wilayah yaitu Landasan Ulin Tengah dan Landasan Ulin Timur. Karena kejadian berawal dari siswa SMPN 4 Banjarbaru yang tinggal di dua wilayah tersebut.

“Kita fokus yang paling utama pada Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan Timur, yakni SMPN 4 Banjarbaru. Karena siswa di sana banyak yang berasal dari dua kelurahan tersebut. Sisanya dari kelurahan lain. Tetapi, memang dari sekolah itu juga,” ungkapnya.

Ia tak menampik jika memang di beberapa wilayah juga ditemukan virus hepatitis A namun, paparannya, sedikit dan sudah dilakukan pemutusan rantai penularan.

“Di Al Falah juga ada, 2 orang dinyatakan positif yakni asal Pelaihari dan Balikpapan. Kemudian, langsung di pulangkan untuk istirahat dan mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ucapnya.

Dikatakannya untuk saat ini total keseluruhan, mulai dari bulan Juli hingga kini telah ditemukan sebanyak 53 orang siswa yang terpapar, dengan 2 masyarakat umum asal Banjarmasin.

Baca juga :  Perbup Terbit, Warga Tabalong Tanpa Masker Bakal Ditindak

“Namun dari 53 orang siswa yang terindikasi tersebut, hanya 20 orang positif hepatitis A,” paparnya.

Tindakan dari Dinkes sendiri, membentuk tim sosialisasi dan edukasi tentang hepatitis A dimana virus mudah menular dari makanan (oral fekal).

“Hanya dengan ber PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) tidak jajan sembarangan dan selalu CTPS ( Cuci Tangan Pakai Sabun) sebelum dan sesudah melakukan aktifitas dapat mencegah penularan tersebut,” jelas Siti lagi.

Selain itu, pihaknya berupaya memutus rantai penularan dengan meminta sekolah memberikan izin selama 28 hari masa inkubasi bagi siswa yang dinyatakan positif.

“Dan sebelumnya siswa di minta ke Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan juga surat izin istirahat dari dokter,” imbuhnya

Dinkes sendiri membuat imbauan atas nama Sekda Pemko Banjarbaru kepada SKPD terkait tentang status peningkatan kewaspadaan kasus Hepatitis A.

Sementara itu Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Amanat Nasional (Kesan) meminta untuk tidak begitu menghebohkan kejadian ini.

“Kasus Hepatitis A menjadi terkesan heboh karena ada 20 orang secara bersamaan di satu sekolahan. Yang terindikasi ada 53 setelah uji lab ternyata hanya 20 siswa yang positif,” ujarnya kepada media ini.

Baca juga :  TP PKK di Kalsel Diminta Aktif Sosialisasikan Penggunaan Masker

Menurutnya, setelah rapat membahas hepatitis A pada Kamis lalu, bersama pihak terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 4 Banjarbaru. Kabar yang benar hanya 20 siswa positif Hepatitis A. “Ini sudah dibenarkan oleh Kepala Sekolahnya langsung dan sesuai data resmi yang dimiliki dinkes,” lanjut Komisi 1 DPRD Kota Banjarbaru itu.

Ia juga menerangkan agar para orang tua siswa tidak perlu khawatir berlebihan karena virus hepatitis A tidak berbahaya.

“Hepatitis A ini tidak berbahaya, akan sembuh dengan sendirinya 4-7 hari dengan pengobatan biasa saja” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, bagi yang terpapar hepatitis A justru akan membuat imun tubuh terbentuk terhadap virus ini, sehingga kecil kemungkinan untuk terkena kembali hepatitis A.

“Jadi tidak perlu khawatir, tinggal kita melakukan perubahan perilaku saja, menjadi PHBS di mulai dari diri dan keluarga. Selalu cuci tangan pakai sabun dengan benar sebelum makan minum. Dan selalu hidup bersih dimanapun” imbaunya.

Ia juga berharap agar tidak terjadi Hepatitis A di sekolah lain dan Dinkes Banjarbaru mampu melakukan pemutusan rantai penularan virus sehingga kota Banjarbaru aman dari penyakit yang ditimbulkan dari hidup tidak bersih.

Baca Juga: Dinkes Bantah Banjarbaru KLB Hepatitis A

Baca Juga: Hepatitis A Serang 53 Siswa SMPN 4 Banjarbaru, Dinkes: Bukan KLB

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Salah Satu Wali Kota Terbaik di Indonesia, Ibnu Tak Percaya
apahabar.com

Kalsel

Top, Yayasan H Maming Enam Sembilan Sumbang Ribuan Sembako di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

HAN 2019, TK Balangan Gelar Karnaval
apahabar.com

Kalsel

Status Naik Jadi Tanggap Darurat, Polres Banjarbaru Sigap Cegah Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Hepatitis A Serang 53 Siswa SMPN 4 Banjarbaru, Dinkes: Bukan KLB
apahabar.com

Kalsel

Status Mengambang, 7 ASN Tanbu Dipastikan Masih Terima Gaji
apahabar.com

Kalsel

Canda Menristekdikti Bernuansa Politis: Jangan Nyoblos Dua, Nyoblos Satu Saja
apahabar.com

Kalsel

Tak Miliki Identitas, Warga NTB Sulitkan Petugas RSUD Muara Teweh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com