BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Dinkes Bantah Banjarbaru KLB Hepatitis A

- Apahabar.com Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:26 WIB

Dinkes Bantah Banjarbaru KLB Hepatitis A

Puluhan pelajar SMPN 4 Banjarbaru positif hepatitis A. Foto-dok/apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU–Kabar kalau hepatitis A masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Banjarbaru dibantah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Status hepatitis A di Banjarbarutidak KLB. Kondisi sekarang adalah peningkatan kewaspadaan kasus hepatitis A,” ujar Kasi P2PM Dinkes Banjarbaru Siti Khadijah saat dihubungi apahabar.com, Sabtu (14/12) pagi.

Ia pun menjelaskan, hal ini sesuai surat edaran nomor 443/4230-P2P/Dinkes yang menerangkan imbauan peningkatan kewaspadaan terhadap meningkatnya kasus hepatitis A.

“Untuk status KLB itu hanya dinyatakan oleh Wali Kota berdasarkan data dan laporan dari SKPD. Itu bila kondisi sangat signifikan sampai ratusan lebih yang kena penyakit tersebut,” Jelas Siti.

Senada dengan Siti, Komisi 1 DPRD Banjarbaru, Ahmad Nur Irsan Finazli menegaskan hal yang sama.

“Banjarbaru tidak menetapkan KLB, isu itu berkembang karena persepsi masyarakat yang belum tahu mengenai apa itu KLB dan apa itu hepatitis A,” katanya.

Akibat kabar hoaksyang tersebar melalui broadcast sosial media tersebut, Komisi 1 DPRD Banjarbaru mengadakan rapat dengan mengajak serta seluruh pihak yang terlibat.

“Kami ada rapat tertutup dengan Dinkes, Disdik, RS Idaman, Kepsek SMPN4Banjarbaru, Asisten 2 dan Kepala puskesmas LU, rapat nya (12/12) Kamis pagi hingga siang,” terang Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Amanat Nasional (Kesan) ini.

Dimana dari hasil rapat tersebut, diputuskan untuk selanjutnya akan ada sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke semua masyarakat melalui simpul masyarakat dan sekolah-sekolah.

“PemkotBanjarbaru melalui SKPD terkait sudah melaksanakan penanganan dengan baik dan tepat. Bahkan sebenarnya sudah dipantau sejak Juni 2019 lalu dengan adanya kasus Hepatitis A di beberapa kelurahan tapi hanya sedikit saja,” jelasnya.

Karena paradoks bagi Banjarbaru adalah sebagai Kota Adipura dan sekolah Adiwiyata. Sehingga ia rasa perlu untuk dilakukan tindakan lebih lanjut selain pemeriksaan.

“Gambaran Banjarbaru kan kota Adipura dan sekolah Adiwiyata tapi kok terpapar Hepatitis A dan DBD juga penyakit yang gara-gara hidup tidak bersih, sehingga selain pemeriksaan kita lakukan juga sosialisasi kedepannya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk peran DPRD sendiri dalam penanganan Hepatitis A sebagai pengawas. “Memantau jalannya program PemkotBanjarbaru,” pungkasnya.

Baca Juga: Hepatitis A Serang 53 Siswa SMPN 4 Banjarbaru, Dinkes: Bukan KLB

Baca Juga: Cara Kenali Penyakit Hepatitis B

Reporter: NurulMufidah
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

banjir

Kalsel

Hujan Deras, Tiga Kecamatan di Balangan Terendam
Kantor Imigrasi Banjarmasin Batasi Layanan Paspor

Kalsel

Kantor Imigrasi Banjarmasin Batasi Layanan Paspor
apahabar.com

Kalsel

Dugaan Korupsi Dana Desa di HST, Jaksa Lidik 6 Aduan
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Mutu Karet, Begini yang Dilakukan Petani Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Ajak Masyarakat Sedekah Sampah
Denny-Difri

Kalsel

Denny-Difri di Atas Angin, Laporan Kemenangan Sudah Dibaca Prabowo
apahabar.com

Kalsel

PUPR Banjarmasin Segera Lanjutkan Proyek Siring Muara Kelayan
apahabar.com

Kalsel

SAH, Bos Ikan di Kotabaru Nahkodai Kamar Dagang dan Industri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com