Terungkap, Bendahara HKN Banjarmasin Sempat Tarik Duit Ratusan Juta 5 Rumah Hangus di Tunas Baru Banjarmasin, Diduga Dibakar Sengaja Tewaskan Bocah, Polisi Ungkap Biang Kebakaran di Beruntung Banjar Sosialisasi Perpol Kelar, Polri Uji Kompetensi Novel Baswedan dkk Tiga Tips Atasi Kecemasan Munculnya Varian Omicron

Geger Mayat Anak Tanpa Kepala di Kalteng, Diduga Korban Asusila

- Apahabar.com     Senin, 9 Desember 2019 - 18:26 WITA

Geger Mayat Anak Tanpa Kepala di Kalteng, Diduga Korban Asusila

Ilustrasi pembunuhan. Foto-IMCNews.ID

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Geger, penemuan jasad seorang anak tanpa kepala di semak Katingan, Kalteng. Hasil forensik kepolisian, anak tersebut merupakan korban tindak asusila.

“Kuat dugaan anak di bawah umur itu adalah korban asusila,” kata dokter forensik RSUD dr Doris SylvanusPalangka Raya, Ricka seperti dilansir detik.com dari Antara, Senin (9/12).

Ricka menjelaskan, dari hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik, bagian dubur anak di bawah umur berjenis kelamin laki-laki itu mengalami luka robek selebar delapan centimeter.

Beberapa bagian tubuhnya mengalami luka lebam. Anak ini ditemukan di semak-semak lokasi tambang emas tanpa izin di Kabupaten Katingan, Kalteng, Jumat (6/12).

“Korban diperkirakan sudah meninggal selama tiga hari karena badannya sudah membengkak dan kaku saat ditemukan di lokasi kejadian,” ungkap Ricka.

Sedangkan Kabid Humas Polda Kalteng, KombesHendraRochmawan mengatakan, kuat dugaan bocah malang tersebut adalah korban asusila. Adapun pelaku ialah tersangka berinisial A (35) yang kini sudah diamankan.

“Pelaku pembunuh anak di bawah umur dengan cara mengenaskan itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng, nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Hendra.

Hendra menjelaskan, tersangka tinggal satu daerah dengan korban. Pria yang sudah berkeluarga itu diduga kuat mengalami kelainan seks dan menjadikan bocah laki-laki malang itu sebagai korban pelampiasan nafsunya.

Dia menegaskan, kasus ini tidak ada kaitannya dengan isu ‘ngayau’ atau pemenggal kepala yang hangat dibicarakan di masyarakat.

“Kejadian ini memang murni tindak kriminal dengan kasus potong kepala, jadi tidak ada hubungannya dengan isu ngayau dan sebagainya,” ungkap Hendra.

Baca Juga: Terungkap, Pengakuan Pria yang Tinggalkan Istri karena Bayinya Cacat

Baca Juga: Kisah Pilu Ibu Muda, Ditinggal Suami Karena Bayinya Cacat

Sumber: Detik.com
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Vaksinasi

Kalteng

Polres Kapuas Gelar Vaksinasi, Sekda Beri Apresiasi
apahabar.com

Kalteng

DLH Kapuas Sosialisasikan Pencegahan Karhuta

Kalteng

PKS Kapuas Gelar Forum Dialog Refleksi Kiprah Anggota Legislatifnya
Kampung Tangguh

Kalteng

Berhasil Jadi Kampung Tangguh, Kelurahan Sei Pasah Kapuas Terima Penghargaan Kapolres
Kapuas

Kalteng

Sudah 556 Lansia di Kapuas Divaksin Covid-19

Kalteng

Keren, Suntik Vaksin Berhadiah Bahan Kebutuhan Pokok Ala Polsek Kapuas Timur

Kalteng

Pertama di Kalteng, Kotim Berlakukan Perda Prokes
apahabar.com

Kalteng

Kapolda Kalteng Diganjar Kak Seto Award, Kenapa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com