Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Hadapi Nataru,  PLN Kalselteng Jamin Tidak Ada Pemadaman

- Apahabar.com     Senin, 23 Desember 2019 - 19:54 WITA

Hadapi Nataru,  PLN Kalselteng Jamin Tidak Ada Pemadaman

Ilustrasi PLN Foto- Jambiupdate.co

apahabar.com, BANJARBARU – Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) memperkuat sistem kelistrikan.

Langkah yang dilakukan PLN mulai dari tahap persiapan sistem, mitigasi risiko, penetapan masa siaga, hingga penetapan daerah pantauan khusus.

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman menjelaskan, langkah awal yang dilakukan untuk memastikan keandalan sistem pembangkit dan sistem jaringan transmisi.

apahabar.com

General Manager PLN UIW Kalselteng, Sudirman saat menggelar konferensi pers di Killiney Kopi Banjarbaru, Senin (23/12) sore. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

“Sebagai langkah awal, tentu kami pastikan keandalan dari sisi pembangkit dan transmisi,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Killiney Kopi Banjarbaru, Senin (23/12) sore.

Dikatakannya, berdasarkan neraca daya sistem interkoneksi Kalselteng – Kaltim, saat ini diperkirakan beban puncak saat perayaan Nataru 1.075 Mega Watt (MW), dengan daya mampu yang tersedia 1.273 MW.

“Diperkirakan saat perayaan Natal dan Tahun Baru nanti masih ada cadangan daya sebesar 198 MW, itu artinya daya tersebut sangat cukup sebagai cadangan,” jelasnya.

Selain memastikan keandalan sistem pembangkit dan jaringan transmisi, PLN juga memastikan kesiapan peralatan dan petugas layanan teknik dengan melakukan kegiatan apel siaga secara serentak di seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3).

Juga di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalselteng serta di 30 Unit Layanan Pelanggan (ULP) tersebar di Wilayah Kerja PLN UIW Kalselteng.

“Kami juga sudah pastikan standar K2K3 dari sisi mutu kompetensi personil, kelayakan dan jumlah peralatan kerja dan APD personil, serta SOP guna menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan sudah dipersiapkan dengan baik,” lanjut Sudirman.

Sedangkan untuk langkah pencegahan terjadinya gangguan, PLN sudah melakukan upaya predictive maintenance, yakni melakukan perintisan pohon dan pemeriksaan jaringan, khususnya di titik rawan yang berpotensi sebagai penyebab gangguan.

“Perintisan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik sudah kita selesaikan. Dan masa siaga sudah kita tetapkan mulai dari 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020, Itu artinya Untuk pemeliharaan rutin saat ini sudah kita hentikan,” ungkapnya.

Selain itu PLN juga melakukan upaya corrective maintenance, yakni upaya percepatan penyelesaian gangguan yang bisa terjadi akibat faktor alam seperti hujan, sambaran petir dan kerubuhan pohon.

“Kami hanya fokus melakukan upaya corrective maintenance saja. Jadi jika ada padam listrik saat ini, itu bukan karena adanya pemeliharaan, murni karena gangguan,” terangnya.

Sebagai langkah percepatan penyelesaian gangguan akibat faktor alam, PLN mengerahkan sebanyak 950 petugas pelayanan teknik yang akan siaga 24 jam mulai dari 18 Desember 2019 sampai dengan 8 Januari 2020.

“Jumlah personil dan armada yang kami siapkan saat ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sebanyak 501 petugas kami siapkan di Kalsel dan 449 petugas di Kalteng,” bebernya.

Kemudian, untuk mendukung mobilisasi petugas, PLN menyiapkan sebanyak 128 unit kendaraan roda empat dan 79 unit roda dua.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami yang secara serius ingin sukseskan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020,” imbuhnya.

Sudirman juga menjelaskan strategi percepatan penyelesaian gangguan di daerah pantauan khusus atau kondisi yang harus ditangani segera.

“Kami akan melakukan skema pengamanan khusus dengan menyediakan Unit Gardu Bergerak (UGB) sebanyak 21 unit, Unit Kabel Bergerak (UKB) 3 unit, Uninterruptible Power Supply (UPS) 7 unit, dan Genset sebanyak 59 unit,” ujarnya merinci,

Namun, meski sudah melakukan berbagai upaya agar suplai listrik saat Natal dan Tahun Baru tetap terjaga, ia menegaskan bahwa gangguan alam merupakan salah satu faktor utama penyebab padam yang terjadi diluar kendali PLN.

Terutama gangguan petir di musim penghujan seperti saat ini yang bisa menyebabkan gangguan pada jaringan transmisi dan sistem kelistrikan secara meluas.

Maka dari itu ia menyarankan, apabila terjadi pemadaman listrik, diharapkan masyarakat untuk segara melapor kepada pihak PLN melalui Contact Center 123.

“Jika masyarakat menemukan potensi gangguan jaringan PLN, atau terjadi padam, bantu kami dengan segera lapor dengan menghubungi Contact Center PLN 123. Bersama, mari kita sukseskan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di Kalsel dan Kalteng,” pungkasnya.

Baca Juga: Tak Layak Jalan, Satu Bus Dilarang Berangkat oleh Satlantas Tanbu

Baca Juga: Serahkan Berkas ke PPP dan Demokrat, Gusti Iskandar ‘Tantang’ Paman Birin

Baca Juga: Mediasi Berproses, Portal Lahan PT BPP Segera Dicabut

Baca Juga: Bawaslu Kalsel: Panwascam di HST Harus Profesional

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Km 38 Martapura
apahabar.com

Kalsel

Zona Hijau Covid-19 Ada Beberapa Aspek, Bagaimana dengan Kalsel?

Kalsel

Layani Korban Banjir, Desa Kintapura Tala Sigap Bangun Dapur Umum

Kalsel

Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan PPKM di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Curahan Hati Istri Diananta, Jurnalis Kalsel yang Dibui karena Berita
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Basirih Banjarmasin Diduga Sengaja 
apahabar.com

Kalsel

PPP Kalsel Salurkan 7.000 Masker
apahabar.com

Kalsel

Pelamar CPNS S1 Seni Budaya Masih Kosong di Tapin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com