ga('send', 'pageview');
Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin Resmi, Wali Kota Banjarmasin Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru




Home Kalteng

Rabu, 4 Desember 2019 - 05:00 WIB

Hari Ini, Deklarasi Penutupan Lokalisasi Merong Akan Digelar

Redaksi - Apahabar.com

Petugas keamanan melakukan pengecekan di lokalisasi Lembah Duren. Foto-istimewa

Petugas keamanan melakukan pengecekan di lokalisasi Lembah Duren. Foto-istimewa

apahabar.com, MUARA TEWEH – Segenap elemen masyarakat di Kabupaten Barito Utara akan menggelar deklarasi penutupan lokalisasi prostitusi Lembah Duren atau lokalisasi Merong di halaman kantor bupati setempat, Rabu (4/12) pukul 08.00 Wita.

Deklarasi ini sekaligus memastikan bahwa penutupan lokalisasi tersebut sudah final. Pasalnya, selama ini ada kesan tarik menarik terkait rencana penutupan itu.

Dari rencana awal penutupan lokalisasi di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah tersebut pada tanggal 26-28 November 2019, namun terjadi penundaan ke tanggal 4 Desember 2019 mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sekitar 15 wanita penjajah seks komersial (PSK) yang mendaftar ingin dipulangkan ke kampung halaman dengan dana dari pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan sekitar 60 lainnya memilih pulang dengan biaya sendiri, dengan alasan malu harus diantar petugas sosial sampai ke kampung halamannya.

Baca juga :  Kelanjutan Seleksi CPNS 2019, Kapuas Tunggu Keputusan Resmi BKN

Kebanyakan dari mereka berasal Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah , Banjarmasin bahkan warga Lokal Kalimantan Tengah.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial PMD Kabupaten Barito Utara, Walter, menyebutkan penutupan lokalisasi memang akan diawali dengan deklarasi. “Penutupan akan didahului dengan deklarasi melibatkan berbagai elemen. Di Merong (Sebutan Lokalisasi Lembah Duren, red) nanti akan dibuat posko dan ada spanduk lokalisasi ini ditutup,” ujar Walter.

Mengenai penutupan lokalisasi ini, Walter memastikan, selain didukung oleh Perda juga lewat Peraturan Bupati Barut Nomor 31/2018.

Perbup diperkuat dengan Keputusan Bupati Barut Nomor 188.45/306/2018 tentang Pembentukan Tim Pembina, Penertiban, dan Penutupan Lokalisasi Prostitusi Lembah Durian Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu Km 3,5, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Baca juga :  Resmi, Pemkab Kapuas Terbitkan SE Kegiatan Ibadah

Sementara itu, salah satu warga Muara Teweh, Dudung cemas penutupan lokalisasi ini justru memunculkan prostitusi terselubung di tempat lain. Dia pun berharap pemerintah harus konsekuen dalam memberantas praktik prostitusi di Barito Utara.

“Bukan hanya di sana, namun juga di penginapan-penginapan atau di tempat tertentu di Barito Utara,” timpalnya.

Baca Juga: Nabi Palsu di Benawa HST Resmi Ditahan!

Baca Juga:  Kedapatan Polisi Bawa Dua Paket Sabu, Bain Bertekuk Lutut

Reporter: Ahc17
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Tunggu Swab Kedua, PDP asal Lamandau Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalteng

Rapid Test Massal di Barut Sasar Petugas Posko
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Palangkaraya Liburkan Sekolah
apahabar.com

Kalteng

Mandi di Sungai Mentaya, Tangan Nelayan Putus Digigit Buaya
apahabar.com

Kalteng

Tiga Tersangka Suap DPRD Kalteng Dilimpahkan ke Penuntutan
apahabar.com

Kalteng

Hasil Survei Bagus, Nadalsyah Menanti Restu Golkar di Pilgub Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Sindikat Narkoba Simpan Sabu di “Kemaluan”, Ketahuan Lalu Dibakar
apahabar.com

Kalteng

Lama Buron, Pembunuh Tiga Anak Kandung Sendiri di Murung Raya Berhasil Diringkus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com