Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19 Kurang dari Sehari, Kalsel Tambah Puluhan Kasus Baru Covid-19




Home Dishut Kalsel

Selasa, 3 Desember 2019 - 17:28 WIB

Hasil Lelang Jadi Dana Bagi Hasil, Dishut Tetap Tingkatkan Patroli

Redaksi - Apahabar.com

Kayu Ulin hasil temuan tanpa kepemilikan oleh tim patroli Polhut dan TKPH KPH Cantung. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Kayu Ulin hasil temuan tanpa kepemilikan oleh tim patroli Polhut dan TKPH KPH Cantung. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Banyaknya hasil hutan temuan tanpa kepemilikan seperti kayu ulin yang diamankan polisi hutan menjadi salah satu pemasukan bagi negara dan daerah.

Itu karena hasil lelang dari kayu ulin temuan tanpa kepemilikan oleh tim patroli Polhut menjadi Dana Bagi Hasil (DBH) antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi guna membantu kemajuan provinsi dan pembangunan yang ada di Kalsel.

“Tahun ini ada 3 kali lelang yang dilakukan. Ada alat berat Rp 524 juta, lalu lelang kayu ulin dan terakhir lelang kayu bulat. Totalnya senilai Rp 142 juta,” ujar Kepala Seksi Pengamanan Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hariyadi, kepada apahabar.com, saat ditemui di kantornya, Selasa (3/11).

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan menjadikan uang hasil lelang tersebut sebagai Dana Bagi Hasil (DBH).

Seperti diketahui, DBH merupakan dana untuk memperbaiki keseimbangan vertikal antara pusat dan daerah dengan tetap memperhatikan potensi daerah penghasil.

Dishut Kalsel juga terus fokus untuk mengamankan hutan dari pelaku penebangan liar. Misalnya dengan menggelar patroli dan pengawasan ketat selama 24 jam.

“Kami terus perketat, terus patroli, dalam satu hari itu ada 5 orang yang patroli untuk meminimalkan kejadian yang sama. Di Banjarbaru sendiri untuk pengamanan lebih ketat diawasi selama 24 jam secara bergantian,” paparnya.

Baru baru ini ditemukan sebanyak 664 potong kayu ulin setara dengan volume 6,64 m³ dan telah diserahkan ke Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Kalsel) Banjarbaru. Kayu tersebut hasil temuan tanpa kepemilikan oleh tim patroli Polhut dan TKPH KPH Cantung selama melakukan patroli.

Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kayu Ulin dinilai harus segera dilelang. Jika tidak, ada kekhawatiran akan terjadi penyusutan barang bukti.

“Dan secepatnya akan diajukan lelang untuk bulan ini bersama dengan lelang kayu lainnya, beserta barang bukti di lokasi seperti excavator,” terangnya.

Melalui upaya penjagaan yang ketat, ia optimistis aksi penebangan liar di Kalsel dapat ditekan.

“Saya berharap dengan ditemukan ratusan kayu dalam berbagai jenis ini, dapat menekan semaksimal mungkin penebangan liar yang ada kalsel” pungkasnya.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Puja Mandela

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Kadishut Kalsel Bekali Petugas Pendamping RHL
apahabar.com

Dishut Kalsel

Kadishut Rapatkan Barisan Pengawas Rehab Daerah Aliran Sungai
apahabar.com

Dishut Kalsel

Hadapi Karhutla, Dishut Kalsel Gelar Salat Istigasah bersama Anak Yatim
apahabar.com

Dishut Kalsel

KemenLHK RI Sambangi Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru
apahabar.com

Dishut Kalsel

Saka Wanabakti Tabalong Peroleh Materi Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Kejar Target Penghijauan Akhir Tahun
Disinfektan Berbahan Alami, Kalsel Produksi Ratusan Liter Setiap Hari

Dishut Kalsel

Disinfektan Berbahan Alami, Kalsel Produksi Ratusan Liter Setiap Hari
apahabar.com

Dishut Kalsel

Tanaman di MH2T Dipasang Barcode
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com