apahabar.com
Kapolres AKBP Yade Setiawan Ujung (kedua dari kiri) saat berbicara dengan tersangka pencabulan CH, di Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (07/12). Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Seorang oknum guru honorer di Malang, Jawa Timur ditangkap karena mencabuli belasan siswa laki-laki.

Oknum guru SMP itu ditangkap saat berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat kemari.

“Oknum guru itu berinisial CH,” jelas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, dikutip apahabar.com dari Antara, Sabtu (07/12).

Di sekolah, tersangka diketahui mengajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan sekaligus guru Bimbingan Konseling (BK).

Hasl penyelidikan sementara, CH diduga telah mencabuli sebanyak 18 siswa laki-laki.

“Mungkin saja jumlah korban akan bertambah,” kata Ujung lagi.

Untuk mencabuli korban, modus yang digunakan CH menggunakan rangkaian kebohongan.

Para korban dibujuk agar bersedia dijadikan relawan untuk penelitian desertasi S3 tersangka.

Dengan hasutan tersangka, para korban menyatakan bersedia untuk melakukan apa yang diminta oleh tersangka.

Sebelum mencabuli korban, tersangka menyuruh korban untuk bersumpah supaya tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

“Ini terjadi dalam waktu yang berbeda-beda,” kata dia.

Dari pendalaman polisi, CH diduga melakukan pencabulan sejak 2017 lalu.

Saat itu, korban pertama tersangka yang terjerat tipu muslihat CH adalah siswanya berinisial FL.

Biasanya, perbuatan cabul tersangka dilakukan ketika situasi lingkungan sekolah sepi atau pada saat pulang sekolah.

Adapun, tersangka melakukan perbuatan tersebut terakhir kali pada Oktober 2019, terhadap korban AS.

Atas peristiwa tersebut, salah satu korban akhirnya memberanikan diri untuk bercerita kepada salah seorang guru mereka.

“Hal tersebut membuat korban-korban lain berani menceritakan perbuatan tersangka,” ujar Ujung.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah tentang pengangkatan tersangka sebagai guru honorer, dan satu pasang seragam sekolah milik salah satu korban.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2, Jo pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka yang juga diduga memalsukan ijazah pada saat melamar menjadi guru SMP tersebut, diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun, dan denda sebesar Rp15 miliar.

Baca Juga: Modus Cek Kesehatan, Kepsek Cabuli Murid-Murid SD

Baca Juga: AS Tepis Rencana Penambahan Pasukan di Timur Tengah

Baca Juga: Skandal Harley, Erick Thohir Copot Semua Direksi Garuda

Baca Juga: Pemecatan Dirut Garuda, Jokowi: Pesan Menteri BUMN Tegas

Editor: Fariz Fadhillah