Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa? Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar Kebakaran Jalan Manggis, Korban Tinggal Baju di Badan




Home Ceramah Religi

Senin, 2 Desember 2019 - 06:30 WIB

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim

nazmudin - Apahabar.com

Majelis Taklim. Foto-Dok Ponpes Madinatul Quran

Majelis Taklim. Foto-Dok Ponpes Madinatul Quran

apahabar.com, JAKARTA – Imbauan agar pemerintah tidak mengkhawatirkan kegiatan majelis taklim mengemuka. Sebab selama ini aktivitas mereka menanamkan ghirah ke-Islaman yang santun. Ini bisa menjadi perekat bangsa, dan mempertahankan kedaultan NKRI.

“Keberadaanmajelis taklim sejak dulu adalah menanamkan nilai Islam,”  kata Ketua Majelis Taklim Pesantren Darussalam Ciomas Bogor.

Media pembelajaran Islam khas Indonesia itu bersifat nonformal. Masyarakat tidak diwajibkan untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan di dalamnya. Panggilan hati dan kesadaranlah yang selama ini memotivasi untuk mendatangi majelis.

Masyarakat menyadari bahwa Islam adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan Islam mereka mendapatkan ketenangan batin, saling tolong-menolong, dan menjaga keutuhan bangsa ini yang lahir dari perjuangan para ulama. Karena itulah mereka terdorong untuk mempelajari ajaran Rasulullah SAW itu melalui majelis taklim.

Baca juga :  Kodaline akan Konser di Istora Senayan, Maret 2019

Penyelenggaraannya sangat sederhana. Biasanya di masjid dan mushala setempat. Para peserta: bapak-bapak dan ibu-ibu duduk di dalamnya. Kemudian sang pengajar yang merupakan ustaz dan kiai setempat duduk di deretan paling depan menghadap para peserta.

Ustaz atau kiai tadi mengucapkan salam, memuji Allah, dan menyampaikan shalawat kepada Rasulullah. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi keislaman, seperti tata cara bersuci mulai menghilangkan najis, berwudhu, tayammum, dan mandi besar. Kemudian tata cara salat, puasa, zakat, dan haji.

Materi disampaikan dengan bahasa lokal. “Kalau kita di Ciomas sini //kan// orang Sunda, ya kita sampaikan dengan Bahasa Sunda,” katanya.

Dengan penyelenggaraan demikian, pihaknya mengimbau pemerintah untuk tidak mengkhawatirkan keberadaan majelis taklim. Sebab wadah ini terselenggara dan dipertahankan keberadaannya untuk mempersatukan umat, menjaga persatuan dan kesatuan, permusyawaratan, dan keadilan.

Baca juga :  Masjid Sabilal Muhtadin Tetap Gelar Salat Jumat

KH Mu’tashim menjelaskan, majelis taklim adalah wadah yang selama ini konsisten menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar negara ini.

Pihaknya tak mempermasalahkan keberadaan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Majelis Taklim. Namun demikian, hal itu jangan sampai merepotkan majelis taklim yang sudah ada jauh sebelum negeri ini merdeka.

“Kalau ingin membantu majelis taklim ya silakan saja, tapi jangan merepotkan mereka,” kata KH Mu’tashim.

Baca Juga: Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah

Baca Juga: Ceramah Maulid di Banjarmasin, Abu Zein Fardany Tekankan Mutabaah Batiniah

Sumber: Republika

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Guru Khalil Tegaskan Arah NU Banjar di Politik Praktis
apahabar.com

Hikmah

Hikmah Wafatnya Putra Rasulullah SAW di Usia Muda
apahabar.com

Religi

Perasaan Tak Enak, Ini Doanya
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah Meminta Hujan yang Tak Berujung Petaka
apahabar.com

Religi

Penjelasan Hubungan Sebab Akibat dalam Islam
apahabar.com

Ceramah

Kajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi: Dzat Allah SWT Bersifat Qiyamuhu Taala Binafsihi
apahabar.com

Religi

Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis
apahabar.com

Habar

Ceramah Maulid di KNPI, Ustadz Khairullah Zain Ungkap ‘Tempaan’ Kepemimpinan Para Nabi