ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim

- Apahabar.com Senin, 2 Desember 2019 - 06:30 WIB

Jangan Khawatirkan Majelis Taklim

Majelis Taklim. Foto-Dok Ponpes Madinatul Quran

apahabar.com, JAKARTA – Imbauan agar pemerintah tidak mengkhawatirkan kegiatan majelis taklim mengemuka. Sebab selama ini aktivitas mereka menanamkan ghirah ke-Islaman yang santun. Ini bisa menjadi perekat bangsa, dan mempertahankan kedaultan NKRI.

“Keberadaanmajelis taklim sejak dulu adalah menanamkan nilai Islam,”  kata Ketua Majelis Taklim Pesantren Darussalam Ciomas Bogor.

Media pembelajaran Islam khas Indonesia itu bersifat nonformal. Masyarakat tidak diwajibkan untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan di dalamnya. Panggilan hati dan kesadaranlah yang selama ini memotivasi untuk mendatangi majelis.

Masyarakat menyadari bahwa Islam adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat. Dengan Islam mereka mendapatkan ketenangan batin, saling tolong-menolong, dan menjaga keutuhan bangsa ini yang lahir dari perjuangan para ulama. Karena itulah mereka terdorong untuk mempelajari ajaran Rasulullah SAW itu melalui majelis taklim.

Baca juga :  BP Jamsostek Sudah Serahkan Data 11,8 Juta Penerima Subsidi Gaji ke Kemenaker

Penyelenggaraannya sangat sederhana. Biasanya di masjid dan mushala setempat. Para peserta: bapak-bapak dan ibu-ibu duduk di dalamnya. Kemudian sang pengajar yang merupakan ustaz dan kiai setempat duduk di deretan paling depan menghadap para peserta.

Ustaz atau kiai tadi mengucapkan salam, memuji Allah, dan menyampaikan shalawat kepada Rasulullah. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi keislaman, seperti tata cara bersuci mulai menghilangkan najis, berwudhu, tayammum, dan mandi besar. Kemudian tata cara salat, puasa, zakat, dan haji.

Materi disampaikan dengan bahasa lokal. “Kalau kita di Ciomas sini //kan// orang Sunda, ya kita sampaikan dengan Bahasa Sunda,” katanya.

Dengan penyelenggaraan demikian, pihaknya mengimbau pemerintah untuk tidak mengkhawatirkan keberadaan majelis taklim. Sebab wadah ini terselenggara dan dipertahankan keberadaannya untuk mempersatukan umat, menjaga persatuan dan kesatuan, permusyawaratan, dan keadilan.

Baca juga :  Presiden Jokowi Ajak GP Anshor Jaga Ruang Kebebasan Berpendapat

KH Mu’tashim menjelaskan, majelis taklim adalah wadah yang selama ini konsisten menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar negara ini.

Pihaknya tak mempermasalahkan keberadaan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Majelis Taklim. Namun demikian, hal itu jangan sampai merepotkan majelis taklim yang sudah ada jauh sebelum negeri ini merdeka.

“Kalau ingin membantu majelis taklim ya silakan saja, tapi jangan merepotkan mereka,” kata KH Mu’tashim.

Baca Juga: Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah

Baca Juga: Ceramah Maulid di Banjarmasin, Abu Zein Fardany Tekankan Mutabaah Batiniah

Sumber: Republika

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Mengenang Abah Guru Sekumpul (17), Pejabat Kemenag RI Asal Kalsel Punya Cerita
apahabar.com

Hikmah

Tobat Seorang Pemuda, Allah Mengubah Araknya Jadi Cuka
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Minta Umat Islam Bersabar Menunggu Kepastian Haji
apahabar.com

Religi

Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar
apahabar.com

Religi

Haul Guru Bangil Malam Ini di Ar Raudhah Sekumpul
apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul ke15; Tamu Haul Berdatangan, Penginapan Mulai Terisi
apahabar.com

Habar

Meme ‘Klepon Tak Islami’ Viral, MUI: Usut Pengunggahnya
apahabar.com

Religi

Habib Umar bin Hafidz: Ucapan Selamat Natal Diperbolehkan Bersyarat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com