Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Jelang Nataru, Harga Si “Melon” di Banjarmasin Bikin Menjerit!

- Apahabar.com     Rabu, 18 Desember 2019 - 16:11 WITA

Jelang Nataru, Harga Si “Melon” di Banjarmasin Bikin Menjerit!

Ilustrasi elpiji. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Jelang natal dan tahun baru, warga Kota Banjarmasin dibikin menjerit. Lagi-lagi, karena persoalan elpiji subsidi.

Dari pantauan apahabar.com di Banjarmasin, harga si “melon” menembus angka Rp27-30 ribu.

Misalnya di beberapa pedagang eceran di Kawasan Dahlia, Banjarmasin Tengah. Beberapa warung mematok Rp27 ribu.

Angka tersebut melambung jauh daripada harga yang dipatok oleh pangkalan resmi, yaitu Rp17.500 sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Selain di kawasan Dahlia, didapati pula harga Rp28-30 ribu, yaitu di beberapa pedagang di Kawasan Kuin Selatan, Banjarmasin Barat.

Salah satu pedagang di sana turut mematok harga tinggi: Rp28 ribu.

Angka tersebut bahkan adalah harga yang sudah ‘turun’ dari beberapa pekan yang lalu. “Sebelumnya lebih mahal,” ujarnya.

Tingginya harga tersebut membuat warga Kota Banjarmasin mengeluh.

Selain itu, gas subsidi juga sulit ditemukan. Warga tak punya pilihan lain selain membeli di pengecer.

“Sudah mahal, sulit dicari lagi. Kadang kalau datang di pangkalan, habisnya secepat kilat,” kata salah satu ibu rumah tangga, Ita kepada apahabar.com.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani hanya bisa menjawab normatif.

Ia hanya berkata wewenang pendistribusian berada di tangan Pertamina.

“Distribusi gas itu tugas Pertamina. Silakan konfirmasi ke Pertamina atau Dinas ESDM,” ujarnya kepada apahabar.com, Rabu (18/12) siang.

Senada, PT Pertamina sendiri tak berdaya mengatur harga eceran di luar pangkalan resmi.

“Untuk pengecer berada di luar kewenangan Pertamina. Kewenangan kami hanya sampai di pangkalan saja,” jelas Manager Region Communication Relation and CSR Kalimantan, Heppy Mulansari kepada apahabar.com.

Kata Heppy, pihaknya baru bisa bertindak jika menemukan pangkalan yang menjual di atas HET.

“Jika ada pangkalan yang menjual di atas HET, bisa lapor ke aparat atau ke Pertamina di call center 135,” jelas dia.

Ke depan, Heppy berkata Pertamina akan menyalurkan tambahan pasokan untuk antisipasi peningkatan konsumsi jelang Nataru.

Baca Juga: Harga ‘Si Melon’ Belum Stabil

Baca Juga: Siasat Disperindag Banjar Atasi Meroketnya Harga Si Melon

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021
apahabar.com

Ekbis

BPH Migas Dukung Penurunan Harga Gas Industri
apahabar.com

Ekbis

IHSG Menguat Ikuti Tren Positif Bursa Global dan Asia
apahabar.com

Ekbis

Produsen Fashion Muslimah Tangerang Jajal Pasar Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?
apahabar.com

Ekbis

Investor Asing Bakal Serbu Indonesia, Investasikan Rp 2.292 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Harga Sayur di Banjarbaru Melambung
Dolar AS Melemah

Ekbis

Terimbas Data Ekonomi, Dolar AS Ikut Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com