ga('send', 'pageview');
Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin Resmi, Wali Kota Banjarmasin Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru




Home Ekbis

Senin, 16 Desember 2019 - 14:47 WIB

Jengkel, Jokowi Sebut Impor Migas Hambat Transformasi Ekonomi

Redaksi - Apahabar.com

Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024 di Istana Negara, Jakarta pada Senin (16/12). Foto-Antara

Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024 di Istana Negara, Jakarta pada Senin (16/12). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluapkan kejengkelannya karena sejumlah pihak seolah senang dan memilih mengimpor migas ketimbang memproduksi sendiri. Ia bahkan menyebut impor bahan bakar minyak dan gas itulah yang telah menghambat transformasi ekonomi di Indonesia.

“Tidak bener ini, avtur masih impor, padahal CPO atau ‘crude palm oil’ itu bisa juga dipindah menjadi avtur. Kok kita senang impor avtur ya karena ada yang hobinya impor karena apa, untungnya gede. Sehingga transformasi ekonomi di negara kita ini mandek gara-gara hal-hal seperti ini,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan di acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional RPJMN 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12).

Baca juga :  Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru

Menurut dia, impor migas maupun petrokimia menyebabkan nilai impor yang besar sehingga menyebabkan defisit neraca berjalan.

Jokowi sendiri memerintahkan pengembangan sumber daya alam substitusi yang dapat diubah menjadi bahan bakar seperti CPO menjadi biodiesel, maupun batubara menjadi gas.

Pemerintah menegaskan agar tidak ada pihak yang menghalangi pengembangan produk substitusi gas dan BBM impor.

Dia menilai “mafia” migas telah “bermain” lama dan menghisap keuntungan dari impor BBM dan gas itu.

“Saya cari, sudah ketemu siapa yang senang impor dan saya mengerti. Hanya perlu saya ingatkan bolak-balik hati-hati kamu, hati-hati, saya ikuti kamu. Jangan menghalangi orang ingin membikin batu bara menjadi gas, gara-gara kamu senang impor gas. Kalau ini bisa dibikin ya sudah, nggak ada impor gas lagi,” kata Jokowi.

Baca juga :  Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru

Jokowi juga mengarahkan industri pertambangan tidak mengekspor barang tambang mentah, namun mengirim barang setengah jadi. Hal itu akan meningkatkan nilai tambah atas produk dan mendorong lapangan kerja.

Baca Juga: Menteri ESDM Kaji Fleksibilitas Skema Investasi Migas

Baca Juga: BBM Subsidi Sering Langka di Kalsel, Hiswana Migas: Timpang dengan Jawa

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pasar Sekunder Ditutup, Duta Mall Ikut Waswas
apahabar.com

Ekbis

Kuartal 4-2019, Telkomsel Fokus Infrastruktur Teknologi Broadband Terdepan
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Sudah Transfer Uang Kartu Prakerja Gelombang 1
apahabar.com

Ekbis

Sentimen Global Diprediksi Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Anggota DPR Minta Minyak Goreng Wajib Kemasan Tak Membebani Rakyat
apahabar.com

Ekbis

Perusahaan Korsel Niat Ikut Bikin Motor Listrik di Indonesia  
apahabar.com

Ekbis

Jadi Pengusaha Itu Harus Direncanakan
apahabar.com

Ekbis

UMKM Diajak Segera Daftar Sertifikasi Halal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com