ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Hikmah

Minggu, 1 Desember 2019 - 08:46 WIB

Kata Ghuluw dalam Alquran dan Hadis, Ini Maknanya?

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi Alquran. Foto – Dream.co.id

Ilustrasi Alquran. Foto – Dream.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Dalam sejumlah ayat Alquran dan Hadist terdapat kata Ghuluw. Prof Quraish Shihab dalam bukunya berjudul ‘Apa, Mengapa, Bagaimana Wasathiyyah’ menyebut ghuluw dalam berbagai bentuknya mengandung makna ketinggian yang tidak biasa.

Harga sesuatu barang yang lebih mahal dari yang biasa dilukiskan dengan kata ghally. Air yang mendidih saat panas dilukiskan dengan kata yaghaly-ghalayan meski belum mencapai batas akhir.

“Wahai ahli kitab, janganlah melakukan ghuluw (melampuai batas) menyangkut keberagamaan kamu. Jangan berucap/percaya menyangkut Allah kecuali yang hak.” (QS an-Nisa:59).

Quraish Shihab beranalogi, jika ghaly dikatakan sebagai mahal, tidak berarti harga itu telah mencapai puncak batas kemahalan. Maksud mahal di sini sebatas pada harga sesuatu yang melampaui batas normal sehingga dibilang mahal.

Di dalam hadis, kata yang sama pun kerap digunakan. Sahabat Nabi Ibnu Abbas menyampaikan, Nabi SAW di atas untanya ketika melaksanakan haji. Pada hari pelemparan jumrah, Rasulullah meminta batu-batu untuk digunakan melontar. Ibnu Abbas Ra pun mengambil sekian batu kecil dengan ukuran yang biasa untuk melontar.

Saat batu-batu itu di dalam genggaman Nabi SAW, beliau bersabda, “Yang seperti inilah (besarnya) yang hendaknya kalian gunakan melontar.” Kemudian, beliau bersabda, “Wahai seluruh manusia, hindarilah ghuluw (pelampauan batas) dalam keberagamaan. Karena yang membinasakan (umat) sebelum kamu adalah ghuluw dalam ke beragamaan.” (HR Ibnu Majah).

Di dalam kadar yang lebih besar, berlebihan bisa dikatakan sebagai ekstrem. Sebuah kata yang diserap dari bahasa Inggris bermakna paling ujung, paling tinggi, paling keras, dan sebagainya. Bahasa Inggris mendefinisikannya sebagai the greatest gegree.

Ghuluw memang berbeda dengan ekstremisme. Quraish Shihab bertamsil, orang di barat masih membenarkan hal yang dilakukan selama tidak menimbulkan kekerasan atau pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Karena itu, makna ekstremitas adalah sesuatu yang telah melewati ujung. Di antara mereka ada yang membolehkan pelecehan simbol-simbol agama, bahkan terhadap para nabi dan tokoh tokoh yang dihormati masyarakat. Andaikata tidak membolehkan, mereka tidak mengecam pelakunya dengan dalih kebebasan berbicara.

Baca Juga: Bentuk Kesederhanaan Nabi SAW: Hormati Makanan Apa Pun

Baca Juga: Kebohongan Bukan Ciri Muslim Sejati

Sumber: Khazanah Republika.co.id
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Vanessa Angel Sekarang Kenakan Gamis dan Berhijab
apahabar.com

Hikmah

Ibadah di Masjid Al Haram Dilipatgandakan, Seberapa Besar?
apahabar.com

Hikmah

Nabi Muhammad Menganjurkan Hemat Air Saat Wudhu
apahabar.com

Hikmah

Saat Nabi Muhammad SAW Menunda Ibadah
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menggunakan Obat Tetes Mata dan Telinga, Simak Penjelasannya
apahabar.com

Hikmah

Manfaat Saling Memberi Nasihat Sesama Muslim
apahabar.com

Hikmah

12 Keistimewaan Salat Malam
apahabar.com

Hikmah

Guru Seman dan Cara Unik Membimbing Murid
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com