apahabar.com
Ilustrasi tabrakan. Foto-Merdeka.com

apahabar.com, SUBANG – Tol Cikopo-Palimananatau Tol Cipalikembali memakan korban pada Minggu (01/12).

Sebanyak enam orang meninggal dalam tabrakan antara minibus Toyota Avanza dan truk fuso di ruas tol KM 113 Jalur B Kampung Haniwung Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang.

Kepala Satuan Lalu lintas Polres Subang AKP Bambang Sumitro menuturkan, kecelakaan terjadi pada pukul 05.00 WIB. Selain enam orang yang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat.

Menurut dia, kejadian bermula saat minibus bernomor polisi B-1076-PVC yang dikemudikanSutarno melaju dari arah Palimanan (Timur) menuju arah Cikopo (Barat). Minibus itu kemudian menabrak truk Fuso nomor polisi B-9556-UIO dari belakang.

“Truk fusodikemudikanImronFauzi yang datang dari arah sama (Palimanan-Cikopo) pada lajur lambat atau kiri,” kata Bambang, Minggu (01/12).

Ia menjelaskan, korban jiwa merupakan sopir dan penumpang minibus yang menghantam truk dari belakang. Mereka adalah Sutarno (44 tahun) warga Jagakarsa Jakarta Selatan, Sukardi (42) warga Periuk Kota Tangerang, Sunarto (33) warga Jagakarsa, TutikKurniawati (34) warga Boyolali. “Dua di antaranya merupakan anak-anak yang belum teridentifikasi karena belum pernah merekam e-KTP,” kata dia.

Sementara itu, salah satu penumpang yang memgalami luka berat adalah Partini (41) warga Jagakarsa. Ia langsung dilarikan ke RSUD Ciereng Subang. Akibat kejadian ini, kendaraan minibus Avanza rusak berat. Petugas pun sudah mengolah TKP dan mengamankan barang bukti.

Kerap terjadi

Kecelakaan di tol Cipali kerap memakan korban jiwa. Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Km 117, Kampung Sumberjaya Desa Wanasari, Kecamatan Cipunagara, Subang, Kamis (14/11). Tabrakan antara Bus PO Sinar Jaya dan Bus PO Arimbi Jaya Agung mengakibatkan tujuh orang meninggal dan 25 orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan terjadi diduga akibat kelalaian pengemudi bus PO Sinar Jaya, Sanudin. Dia tidak dapat mengendalikan bus yang melaju dari arah barat atau Cikopo menuju Palimanan sehingga oleng ke kanan melewati parit pemisah jalan dan masuk ke arah berlawanan. Pada saat bersamaan, bus PO Arimbi Jaya Agung yang dikemudikanRohman datang dari arah berlawan. Sanudin diduga mengantuk.

Pada Rabu, 23 Oktober, bus yang ditumpangi rombongan siswa SMPN 1 Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalami kecelakaan di KM 181.400 Tol Cipali. Kecelakaan itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Bus dengan nomor polisi B 7146 CGA itu menabrak bagian belakang sebuah truk yang mengangkut rangka besi. Korban meninggal adalah seorang kepala sekolah dan dua muridnya.

Menanggapi kejadian terakhir, Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, PitraSetiawan, mengatakan, pihaknya akan membuat rekayasa lalu lintas untuk membatasi kecepatan di tol. “Kalau secara geometrik jalan, tidak ada masalah dengan ruas Tol Cipali, namun walau begitu kami telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan BPJT untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kecepatan kendaraan,” kata Pitra, kemarin.

Baca Juga: Haedar Nashir: Diharap Pemerintah Tak Berlebihan Mengatur Majelis Taklim

Baca Juga: Reuni 212 Selesai, Massa Mulai Tinggalkan Monas

Baca Juga: Terjerambab, Tiga Warga Tewas Dalam Satu Sumur

Baca Juga: Hakim PN Medan Ditemukan Tewas, Kapolda Sumut: Pelakunya Orang Dekat  

Sumber: Antara/Republika.co.id
Editor: Aprianoor