apahabar.com
 Masyarakat Kalimantan Selatan sepertinya harus bersabar lebih lama untuk memiliki moda transportasi kereta api. Foto ilustrasi- Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Niat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangun moda transportasi kereta api masih sebatas angan-angan.

“Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Murni sulit mendanai kereta api di Kalsel. Ini harus ada peran swasta,” ucap anggota Komisi V DPR-RI Rifqinizamy Karsayuda kepada apahabar.com, Rabu (04/12) pagi.

Pemerintah pusat, beber dia, lebih memilih memprioritaskan pembangunan rel kertas api di Kalimantan Timur, cikal bakal Ibu Kota Negara (IKN).

“Karena yang menjadi prioritas tahun 2020 masih kereta api di IKN Kaltim,” bebernya.

Meski begitu, Rifqi masih berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. “Belum digarap dalam waktu dekat,” tegasnya.

Ia berharap setelah pembangunan rel kereta api di IKN Kaltim, kemudian akan diperpanjang ke Kalsel.

“Harapannya, setelah itu jalurnya diperpanjang hingga ke Kalsel. Ini tugas bersama,” pungkasnya.

Tak mau hilang akal, Pemprov Kalsel sebelumnya telah melakukan penjajakkan pasar sampai ke Jepang.

Namun, sampai kini belum ada satupun investor yang mau menggarap megaproyek itu.

Selain Kalsel, ada tujuh daerah lain bertolak ke Jepang, kala itu. Di antaranya Bogor, Sumatera Utara dan Palembang.

Angin segar kelanjutan pembangunan ini pun sempat berembus. Kunjungan rupanya difasilitasi oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Saat berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jepang semua pengusaha atau investor sudah diundang.

“Delapan wilayah tersebut ditawarkan kepada Jepang, termasuk Kalsel,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel Rusdiansyah kepada apahabar.com, belum lama ini.

Bukan dengan tangan kosong Pemprov Kalsel datang ke negeri Sakura. Mereka membawa semua kajian dari segi trase, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan studi kelayakan (Feasibility Study) pembangunan yang sudah tuntas.

Lantas apa yang menjadi penghalangnya?

Ia menduga investor masih mempertimbangkan untung-rugi dari megaproyek ini. Sebab, untuk membangun jalur KA Trans Kalimantan lintas Tabalong-Banjarmasin, tak kurang Rp17 triliun dibutuhkan.

Terbaru, Pemprov Kalsel kembali mengusulkan proyek kereta api ke pemerintah pusat. Kalsel, kata Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Kalsel Siswansyah, siap menjadi daerah penyangga IKN.

Proyek transportasi kereta api diusulkan Siswansyah saat rapat forum gubernur se-Indonesia beberapa waktu lalu.

“Mudahan keinginan kita yang selama ini diimpikan Urang Banua se-Kalimantan tentang adanya mode transportasi kereta api agar bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Roy Rizali Anwar kepada apahabar.com, kemarin.

Tak cuma Kalsel, kata dia, keberadaan kereta api juga akan memudahkan masyarakat Kalteng, Kalbar, dan Kaltim. Keempat daerah itu akan makin terhubung.

“Kan sudah ditentukan ya ditetapkannya IKN di Kaltim, sehingga otomatis Kalsel sebagai daerah penyangga lebih memperhatikan infrastruktur jalan ini karena berbatasan langsung,” terangnya lagi.

Karenanya, Kalsel sebagai daerah penyangga IKN tak boleh ketinggalan dalam hal kemajuan infrastruktur. “Bahkan, harusnya sejajar atau lebih maju dengan Pulau Jawa,” ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Daerah Penyangga IKN, Kalsel Siap Bangun Kereta Api

Baca Juga: Usai Bandara Internasional, DPD RI Usulkan Kereta Api di Kalsel

Baca Juga: Antara Bandara, Tol, dan Kereta Api di HST, Mana yang Lebih Prioritas?

Baca Juga: Duh, Proyek Kereta Api Kalsel Tak Laku Dijual!

Baca Juga: Ke Jepang, Pemprov Tawarkan Proyek Kereta Api Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah