Tabrakan Horor di Teweh, Pemotor Meninggal di Tempat Banjarmasin Zona Merah, Pasien Corona Mestinya Dirujuk ke RS BREAKING NEWS! Update Covid-19 di Kalsel, 1 PDP Meninggal Dunia Update 3 April: 2 Kecamatan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19 Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru




Home Nasional

Selasa, 3 Desember 2019 - 07:30 WIB

KH Ma’ruf Amin Apresiasi Standardisasi Dai MUI

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi dai. Foto-NU Online

Ilustrasi dai. Foto-NU Online

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin mengapresiasi program standarisasi dai yang dilakukan Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi pada Komisi Dakwah yang telah berhasil melaksanakan sertifikasi atau melaksanakan program dakwah bersertifikat dalam rangka standarisasi dai,” ujar Kiai Ma’ruf di hadapan seratusan lebih dai berkompetensi.

Mantan Ketua Umum MUI ini mengatakan, program standarisasi dai tersebut sudah lama direncanakan oleh MUI. Menurut dia, para dai di Indonesia perlu distandarisasi. Alasannya seorang dai itu setidaknya harus memiliki dua hal, yaitu kompetensi dan integritas.

Baca juga :  Pemkab Tala Gandeng Kemenag Cs Gelar Salat Istisqa

“Kenapa perlu distandarkan? Karena untuk dai ini diperlukan dua hal pertama kompetensi dan kedua integritas,” ucap Kiai Ma’ruf.

Dengan adanya program standarisasi dai tersebut, Kiai Ma’ruf berharap kedepannya para dai bisa menguasai seluruh materi dakwahnya, sehingga jamaahnya bisa mendapatkan ajaran Islam yang benar. Karena itu, tambah dia, kompetensi sangat penting untuk dimiliki dai.

“Kompetensi ini penting jangan sampai dai tidak menguasai materi-materi yang didakwakan apalagi salah,” kata Kiai Ma’ruf.

Baca juga :  Ribuan Umat Islam Ikuti Khataman Al-Qur'an Massal di Tanah Bumbu

Selain kompentensi, menurut dia, seorang dai juga perlu memiliki integritas sebagai warga bangsa, sehingga dakwahnya tidak boleh bertentangan dengan sesuatu yang sudah disepakati bersama di dalam kehidupan berbangsa bernegara.

“Jadi yang kedua itu yang penting memiliki integritas, ini penting,” jelasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Bogor Wafat Saat Jadi Imam Shalat

Baca Juga: Kecelakaan di Tol Cipali Kembali Memakan Korban

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Biang Kerok Banyaknya Tenaga Honorer di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Heboh, Beredar Soal UN Matematika di Jejaringan Line
apahabar.com

Nasional

Ladeni Tiga Puluhan Kali Swafoto di Duta Mall, Warga: Jokowi Pemimpin yang Ramah
apahabar.com

Nasional

Subuh, 10 Adegan Penyerangan Novel Direkonstruksi Polisi
apahabar.com

Nasional

Jarang Disebut, Kalsel Setia Tunggu Pengumuman Resmi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Seorang Guru Tewas: Mayatnya Dibuang dalam Koper Tanpa Kepala
apahabar.com

Nasional

Sekjen DPP PAN Batal ke Kalsel, Pengurus Batal Dirombak
apahabar.com

Nasional

Soal Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Kaltim: Jangan Ada Kepentingan Politik