Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

KPK Sebut Tak Perlu Sampai 1.000 Hari Temukan Pelaku Kasus Novel

- Apahabar.com     Rabu, 11 Desember 2019 - 08:38 WITA

KPK Sebut Tak Perlu Sampai 1.000 Hari Temukan Pelaku Kasus Novel

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/12). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan tidak perlu sampai 1.000 hari pelaku penyerangan terhadap penyidik komisi antirasuah KPK Novel Baswedan dapat ditemukan. Sebab, kasus ini sudah cukup lama dan hingga kini belum juga menunjukkan kemajuan.

“KPK menunggu pelaku penyerangan itu ditemukan karena waktunya juga sudah terlalu lama sekitar 27 hari lagi maka genap 1.000 hari sejak Novel diserang maka tentu harapannya tidak perlu sampai 1.000 hari untuk menemukan pelaku penyerangan lapangan itu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa malam.

Novel diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Shalat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

“Yang kami harapkan semoga pelaku penyerangan itu ditemukan mulai dari pelaku lapangan sampai nanti dicari apakah ada pihak yang menyuruh atau aktor intelektualnya. Kenapa ini penting pertama karena kita tidak ingin penegak hukum itu diteror dan diserang apalagi terkait dengan pelaksanaan tugasnya,” ujar Febri.

Ia pun mencontohkan bahwa teror bukan hanya terjadi pada Novel, namun juga menimpa Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.

“Kita tahu bukan hanya Novel yang diserang tetapi rumah dua pimpinan KPK juga diteror dengan bom saat itu baik bom molotov maupun benda berbentuk mirip bom di rumah Ketua KPK,” tuturnya.

Menurut Febri, risiko teror tersebut juga bisa terjadi pada pegawai KPK, Kepolisian maupun Kejaksaan yang menangani kasus korupsi.

“Bahkan jurnalis dan masyarakat sipil yang “concern” pada isu korupsi. Jadi, teror-teror seperti ini tentu harus dilawan semaksimal mungkin dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten, itu yang kami harapkan. Jadi, bukan sekedar satu kasus saja tetapi penegakan hukum yang konsisten yang diharapkan,” ujar Febri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan Kapolri Jenderal Idham Azis telah melaporkan kepada dirinya bahwa ada temuan yang cukup signifikan terkait investigasi kasus penyerangan air keras terhadap Novel.

“Sore kemarin kapolri udah saya undang, saya tanyakan langsung ke kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak. Hasilnya? Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan,” kata Jokowi usai acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Selasa (10/12).

Untuk itu, Jokowi menegaskan tidak memberikan waktu lagi kepada pihak Polri untuk segera menyelesaikan kasus Novel tersebut dalam hitungan hari.

“Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian,” tegas Jokowi.

Baca Juga: Novel Baswedan Berharap Keberanian Kabareskim Baru Ungkap Tuntas Kasusnya

Baca Juga: Penyelesaian Kasus Novel Pertaruhan Kabareskrim Baru

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Warga Perbatasan Malaysia di Kaltim Akhirnya Dapat Bantuan Covid-19
Covid-19

Nasional

Jokowi Bakal Bagikan Paket Obat Covid-19 Gratis, Catat Syaratnya
apahabar.com

Nasional

Pengungsi Banjir Jakarta Tersisa 1.539 Jiwa
apahabar.com

Nasional

Setahun Jokowi-Maruf Amin, Video Ahok Buka-bukaan Soal Langkah Besarnya Jika Jadi Presiden RI
apahabar.com

Nasional

Corona Masih Mewabah, Raja Salman Perpanjang Jam Malam
Lava

Nasional

BPPTKG: Lava Pijar Merapi Keluar 15 Kali, Jarak Luncur 800 Meter
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Pemilihan Wali Kota Surakarta
apahabar.com

Nasional

Gerindra Masuk Kabinet, Jokowi Ingin Demokrasi Gotong Royong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com