Dugaan Penyelundupan, Sederet Hewan Disita di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Polres Tala Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Banjir HST Balangan Tambah Daftar Kawasan Terdampak Banjir di Kalsel Eks Galian Tambang Banjarbaru Siap Disulap Atasi Banjir dan Tempat Wisata Periksa Asjer Bank Kalsel, KPK Dalami Aliran Uang ‘Majid Hantu’

Laporan Ombudsman Meningkat 35 Persen, dari Guru Honorer hingga Sengketa Lahan!

- Apahabar.com     Sabtu, 21 Desember 2019 - 14:11 WITA

Laporan Ombudsman Meningkat 35 Persen, dari Guru Honorer hingga Sengketa Lahan!

Ombusdman ilustrasi. Foto-HarianHaluan.com

apahabar.com, BANJARMASIN –  Ombudsman RI Perwakilan Kalsel memastikan jumlah pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik meningkat 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengingat, dari Januari hingga 20 Desember 2019, jumlah masyarakat yang mengakses kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalsel mencapai 226 kali.

“Jumlah laporan yang ditangani tahun ini meningkat 35 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 125 laporan,” ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Nurcholis Madjid melalui siaran pers, Sabtu (21/11).

Berdasarkan akses itu, laporan yang diterima Ombudsman RI Perwakilan Kalsel mencapai 167 kasus. Terdiri dari laporan langsung 116 kasus dan laporan tembusan 51 kasus. “Semua termasuk laporan tembusan dan ditindaklanjuti,” bebernya.

Kemudian, sambung dia, laporan selesai dan dinyatakan ditutup 146 kasus, serta masih dalam proses penyelesaian 21 kasus.

Menurutnya, substansi laporan didominasi sektor kepegawaian, agraria, pendidikan, ketenagakerjaan, dan air minum.

Ada beberapa laporan menyangkut kepegawaian, di antaranya terkait status guru honor, penetapan sertifikasi guru non PNS, penerimaan CPNS, akreditasi kampus, disabilitas, tenaga kontrak, gaji ke-13, dan tunjangan hari raya (THR).

“Sedangkan sektor pertanahan terkait tumpang tindih lahan, belum terbitnya SHM, dan penundaan berlarut,” tegasnya.

Selanjutnya, sektor pendidikan terdapat laporan pungli di sekolah, ijazah yang ditahan, guru tidak mengajar, dan murid diberhentikan.

Laporan ketenagakerjaan mengenai pemberhentian tenaga kontrak secara sepihak dan perlindungan tenaga kontrak.

“Terakhir, laporan menyangkut air minum seperti kuantitas dan kualitas air pada musim kemarau, pipa bocor, dan pelayanan air di wilayah Banjarbakula,” pungkasnya.

Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Tinggi, Pemkab Tanbu Diganjar Penghargaan dari Ombudsman RI

Baca Juga: Batola Terima Predikat Kepatuhan dari Ombudsman RI

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polisi Tangkap Pemuda Pemilik Sajam di Hantakan
apahabar.com

Kalsel

Karyawan Swasta Mendominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Penyerang Mapolsek Daha Pelaku Tunggal, Polisi: Kakaknya Datang
Eks Kades Pemangkih

HST

Biar Jera, Eks Kades Pemangkih HST Divonis 2,6 Tahun akibat Korupsi
apahaba.com

Kalsel

Warga Banjar di Batam Akan Dirikan Yayasan
Kasus Salah Tangkap di HST Disorot

Kalsel

Kasus Salah Tangkap di HST Disorot, Praktisi Hukum Sentil Prosedur Penangkapan
Liquid Oksigen

Kalsel

Tenang! 22 Ribu Liter Liquid Oksigen Baru Tiba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Meranti Dinilai Langka, KPH Pulau Laut Sebuku Bangun Dipterocetum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com