ga('send', 'pageview');
Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin SE Terbit, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Belum PLS Daring Ongkos Politik Mahal, Paman Birin-Muhidin Terancam Melawan Kotak Kosong Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker




Home Kalsel

Jumat, 20 Desember 2019 - 19:29 WIB

M Nuh Bicara Pentingnya Media Independen di Kalsel

Redaksi - Apahabar.com

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh. Foto- apahabar.com/ Ahya Firmansyah

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh. Foto- apahabar.com/ Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh mengungkapkan betapa pentingnya sebuah media independen. Dia menyebut independen adalah nyawanya pers.

“Kemerdekaan Pers berpengaruh dari seberapa independen sebuah media,” sebut M Nuh saat membuka acara sosialisasi indek kemerdekaan Pers, Kamis (19/12) di Banjarmasin.

Mantan menteri pendidikan itu berpendapat, kebebasan media saat ini terpengaruh dengan lingkungan. Salah satu yang dapat menggerus kebebasan pers, menurutnya, adalah politik.

M Nuh mengungkap, media bisa terpengaruh dalam situasi politik apabila setiap ada hajatan Pemilihan umum (Pemilu) ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Baca juga :  Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin

“Semua ada kepentingan, ada kalanya di saat musim politik, orang coba mengajak mendukung kepentingan politik,” ujarnya.

Hal yang demikian, kata M Nuh, mampu mengurangi kebebasan dan kemerdekaan pers itu sendiri.

“Pers itu hakikatnya harus independen, kalau sudah tidak independen namanya bukan Pers lagi, bukan media lagi, tapi mediator,” jelasnya.

Nuh mengatakan, sebagai insan media, independen adalah nyawa dari pers. Jika itu hilang dari sebuah media, maka dapat dikatakan dia bukan lagi media. Sebab kebebasan pers itu sudah hilang.

Baca juga :  Nelayan SA, Si Predator Seks Kotabaru Akhirnya Diringkus!

“Dewan Pers akan selalu mensosialisasikan pentingnya media menjadi independen, jika pun ada, kami akan memberikan saran, dan tetap mengingatkan media agar tetap independen dan objektif,” pungkasnya.

Di Kalsel tingkat Indeks kemerdekaan Pers sendiri belum sepenuhnya bisa dikatakan bebas. Dari hasil survey dewan Pers terhadap IKP Kalsel, skornya masih dibilang cukup baik, yakni di angka 74,91.

Baca Juga: Tahun Baru, Banjir dan Puting Beliung Ancam Banua

Baca Juga: 27 Pelamar CPNSD Batola Resmi Menyanggah Seleksi Administrasi

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel dan Korem 101/Antasari Bagi Makanan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Fitnes Yoga Club Km 2 Terbakar
apahabar.com

Kalsel

1.067 Pemilih Disabiltas Terdata di HSS
apahabar.com

Kalsel

Penindakan Pelanggaran Pilkada, Bawaslu RI Warning Kepolisian dan Kejaksaan
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Langkah Koalisi Adil Makmur Pada Pilkada 2020 Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Lihat Marabahan Seperti Kota Mati, Kepala SKPD Batola Diwanti-wanti Bupati
apahabar.com

Kalsel

MMK Jawara Lomba Ketangkasan Antar BPK Swasta Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kakek Banjarbaru Tewas di Tepi Jalan, Polisi: Korban Kecelakaan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com