Pengadaan Mobdin di Banjarmasin Terancam Berhenti, Simak Alasannya Puluhan Pangkalan Elpiji di Kalsel-Teng Diputus Pertamina! Simak Alasannya Ketika Presiden Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing Hoaks D’Paragon Banjarmasin Tak Ber-IMB, Manajemen Siapkan Langkah Hukum Agya Vs Scoopy di Stagen Kotabaru, Gadis 17 Tahun Patah Kaki

Mahathir Sarankan Perdagangan Negara Muslim Gunakan Emas

- Apahabar.com Minggu, 22 Desember 2019 - 10:47 WIB

Mahathir Sarankan Perdagangan Negara Muslim Gunakan Emas

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto-Reuters/Lai Seng Sin

apahabar.com, KUALA LUMPUR – Iran, Malaysia, Turki dan Qatar sedang mempertimbangkan perdagangan di antara mereka sendiri dengan menggunakan emas dan sistem barter. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan langkah tersebut diambil sebagai perlindungan nilai terhadap sanksi ekonomi di masa depan, Sabtu (21/12).

Pada akhir KTT Islam di Malaysia, Tun Mahathir memuji Iran dan Qatar karena bertahan dalam embargo ekonomi. Dia menambahkan penting bagi dunia Muslim untuk mandiri menghadapi ancaman di masa depan.

“Dengan dunia yang membuat keputusan sepihak untuk memaksakan tindakan menghukum seperti itu, Malaysia dan negara lain harus selalu ingat hal itu dapat dikenakan pada salah satu dari kita,” katanya, dilansir di Straits Times, Minggu (22/12).

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sekitar 2,5 tahun lalu. Keempat negara menyatakan Qatar mendukung terorisme.

Iran, sementara itu, telah terkena imbas yang parah setelah sanksi  Amerika Serikat kembali diberlakukan pada tahun lalu. “Saya menyarankan kita kembali pada ide perdagangan menggunakan Dinar emas dan barter perdagangan di antara kita. Kami serius dan berharap akan dapat menemukan mekanisme untuk melakukannya,” kata Mahathir, mengacu pada koin emas abad pertengahan Islam.

Para pemimpin sepakat mereka perlu melakukan lebih banyak bisnis di antara mereka sendiri dan berdagang dalam mata uang masing-masing. KTT Kuala Lumpur dikritik karena mengecilkan upaya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang mewakili 57 negara mayoritas Muslim.

Malaysia mengatakan semua anggota OKI telah diundang ke KTT Kuala Lumpur, tetapi hanya sekitar 20 negara yang muncul. Pada hari keempat dan terakhir dari puncak, tidak ada pernyataan bersama yang dirilis. KTT ini diharapkan mendiskusikan masalah utama yang mempengaruhi umat Islam, termasuk Palestina, Kashmir, penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar, dan kamp China bagi Muslim Uighur di wilayah Barat Xinjiang.

Tanpa menyebut negara, Mahathir mengatakan ada kekhawatiran umat Islam di negara non-Muslim dipaksa menjalani asimilasi.  “Kami mendukung integrasi, tetapi asimilasi dengan tingkat menghapus agama tidak dapat diterima,” katanya.

Pada sebuah jumpa pers kemudian, ia berkata para peserta KTT telah diberitahu bahwa Uighur ditahan di China. “Kita harus mendengar keadaan, kita harus mendengar orang yang mengeluh, maka dengan begitu akan adil,” kata pemimpin Malaysia.

Dia juga menyesalkan amandemen UU kewarganegaraan India. UU ini memfasilitasi naturalisasi imigran non-Muslim yang lebih cepat dari Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan yang menetap di India sebelum 2015.

Baca Juga: Jokowi Targetkan Kilang Petrokimia TPPI Selesai 3 Tahun

Baca Juga: Erick Pastikan Jiwasraya Punya Modal untuk Restrukturisasi

Sumber: Republika.co.id
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Agen ‘Nakal’ hingga Pengecer Sepeda Motor Menjamur, LPG di Kalsel Jadi Langka?
apahabar.com

Ekbis

Mudahkan Belajar Daring, Telkomsel Perluas Inisiatif Paket Ilmupedia
emas antam

Ekbis

Naik 1.000 per Gram, Segini Harga Emas Antam Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Inalum Terbitkan Obligasi Global 2,5 Miliar Dolar AS
IHSG

Ekbis

Jelang Pengumuman Hasil Rapat BI, IHSG Bergerak Menguat
apahabar.com

Ekbis

Mei, Honda Trio Motor Banjarmasin Target 14.500 Unit Motor Terjual
apahabar.com

Ekbis

Riset Playgroundz: Perempuan Hobi Main Game di Ponsel
apahabar.com

Ekbis

Hebatnya Pupuk Baru Petrokimia Gresik, Tingkatkan Panen Padi hingga 3 Ton Per Ha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com