apahabar.com
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel di acara Focus Group Discussion (FGD) Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Membangun Hutan Lestari. Di ruang rapat H. Aberani Sulaiman Kantor Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Jumat (6/12) sore. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Sebagai penyumbang devisa terbesar kedua, luas perkebunan sawit di Kalimantan Selatan saat ini mencapai 424.932 hektar. Terdiri dari perusahaan besar swasta seluas 313.643 Ha, perusahaan besar negara seluas 6.489 Ha, dan sebanyak 104.800 Ha diusahakan oleh rakyat.

“Total produksi lebih dari 1,1 juta ton CPO (Crude Palm Oil/Minyak sawit mentah),” papar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana dalam sambutannya di acara Focus Group Discussion (FGD) Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan dalam Membangun Hutan Lestari. Di ruang rapat H. Aberani Sulaiman Kantor Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Jumat (6/12) sore.

Sementara, jumlah perusahaan kelapa sawit yang ada di Kalsel sebanyak 97 perusahaan, serta 39 pabrik kelapa sawit CTO.  Dari situ, jumlah penyerapan tenaga kerja mencapai sebanyak 59.435 orang.
“Percepatan pembangunan pada subsektor perkebunan saat ini, sangatlah penting untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia

Perkebunan ucap Hanifah, menjadi sektor yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional.

Perannya terlihat dalam peningkatan pendapatan, penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa, produk domestik bruto, penyediaan bahan baku industri, pusat pertumbuhan ekonomi, hingga perlestarian lingkungan.

“Untuk itu peran serta semua pihak sangat diperlukan khususnya untuk perkebunan kelapa sawit. Perannya strategis dari segi pendapatan daerah,” ujarnya

Kalsel sebutnya, memiliki potensial kondisi alam, lahan dan iklim yang sangat cocok untuk perkebunan kelapa sawit. Namun, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Kalsel tetap harus memperhatikan kaidah pelestarian lingkungan.

“Oleh karena itu pada pertemuan hari ini saya berharap masukan – masukan dari para pemangku kepentingan dan instansi terkait. Agar pelaksanaan dapat tercapai secara sinergis dan terintegrasi dengan subsektor lainnya,” ucapnya mewakili pesan Gubernur Kalsel.

Gubernur ucapnya, ingin perkebunan di Kalsel dapat menjadi yang terdepan. Baik secara kualitas maupun kuantitas, serta dapat berkelanjutan dan berdaya saing.
Kemudian saat ini, pemerintah juga terus mendorong ketentuan atau aturan yang dilakukan dapat memajukan perkebunan kelapa sawit dan mensejahterakan petani diantaranya penerapan Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dikatakan Gubernur, salah satu komitmen bersama yang dapat dilakukan yaitu melaksanakan pembukaan lahan dengan tanpa membakar lahan area perkebunan, serta berperan aktif dalan pencegahan pembakaran lahan dan kebun. Selain itu peningkatan sumber daya manusia, sarana prasarana, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Juga bekerjasama dengan pengendalian api kab/kota dan kelompok tani.

Baca Juga: Ciptakan SDM Unggul, BP Jamsostek Batulicin Gelar Pelatihan Alat Berat

Baca Juga: 20 Ribu Ton Beras Bulog Terancam Busuk, Siap Dijual ke Pasar hingga Bansos

Reporter: Musnita Sari
Editor: Syarif