MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Nonbar Film Pangeran Antasari, Upaya Seniman Melestarikan Sejarah

- Apahabar.com Selasa, 17 Desember 2019 - 12:06 WIB

Nonbar Film Pangeran Antasari, Upaya Seniman Melestarikan Sejarah

Nonton bareng film Pangeran Antasari di halaman Warkop Gulaja di Sungai Andai Banjarmasin. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Malam sudah tinggi, namun para pelanggan Warung Kopi Gula Aren Jahe (Warkop Gulaja) Paklik Mukaram bersama pegiat Panggung Tipakan masih setia bertahan. Mereka menggelar nonton bareng (nobar) film bioskop Pangeran Antasari dan beberapa sajian musikalisasi puisi di halaman Warkop yang beralamat di Sungai Andai, Bnjarmasin.

Menurut pemilik Wakop Gulaja yang juga seniman, Imam Bukhori, digelarnya nonton bareng film sejarah tersebut adalah salah satu upaya melestarikan sejarah itu sendiri.

“Menonton film sejarah, sejatinya bagian dari upaya literasi sejarah, yang pada gilirannya diharapkan turut serta dalam menghidupkan sejarah Banjar di tengah derasnya terjangan budaya Asing dan Aseng,” ujarnya saat dimulainya Panggung Tipakan, Minggu (15/12) malam itu.

Imam yang memerankan tokoh antagonis (Mukaram) dalam film itu juga menyinggung dua kongres yang digelar pemerintah daerah belum lama ini, yaitu Kongres Budaya Banjar yang diselenggarakan oleh Pemprov Kalsel dan Kongres Bahasa Banjar yang diadakan Pemkot Banjarmasin.

Dua kongres tersebut, menurut Imam, juga termasuk bagian usaha budayawan dan pemerintah daerah setempat untuk melestarikan budaya lokal. Hal itu, kata dia, adalah wujud dari rasa keprihatinan akan hegemoni budaya luar terhadap budaya lokal.

“Selain dua kongres tersebut, di Kalsel sendiri juga telah memiliki beberapa even acara serta komunitas seni dan sastra, seperti Aruh Sastra, Tadarus Puisi, Poetry in Action, Akademi Bangku Panjang Minggu Raya, Kindai Seni, Kampung Buku, Dialektika Sastra, Panggung Tipakan, Taman Budaya, dan masih banyak lagi, yang itu semua substansinya adalah dalam rangka mempertahankan eksistensi budaya Banjar,” tutur Imam.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Sekjen Partai Gerindra sekaligus mantan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Ilham Noor.

apahabar.com

Imam Bukhori. Foto-istimewa

Baca Juga: Kreatif, Kisah Pemuda Kuala Kapuas Bikin Video Lucu Viral di Instagram

Baca Juga: Gertakan Artis Fadlan Suami Lyra Virna Bikin Perampok Rumahnya Luluh

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hiburan

Usai Bakar Mobil Via Vallen, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Hiburan

Tarian Yuzukyuu Hipnotis Para Fans di Even Japan Festival Fuyuzukura
apahabar.com

Hiburan

Daus Mini-Selvia Bulan Madu ke Bali
apahabar.com

Hiburan

Pekan Budaya Jepang 2019 Siap Digelar
apahabar.com

Hiburan

STKIP PGRI Banjarmasin Persembahkan Sendratari Kolosal Bujang Maluala
apahabar.com

Hiburan

Komentar di Instagram Raffi Ahmad dengan Tagar Khusus, Aldi Taher Dianggap Pansos
apahabar.com

Hiburan

Puas Nonton ‘Koboy Kampus’, Komedian Uus Puji Akting Jeje sebagai Pidi Baiq
apahabar.com

Hiburan

Polisi Tangkap Artis FTV Ridho Ilahi Terkait Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com