Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

OIF UMSU: Besok Gerhana Matahari Langka

- Apahabar.com     Rabu, 25 Desember 2019 - 14:47 WITA

OIF UMSU: Besok Gerhana Matahari Langka

Kepala OIF UMSU Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar menjelaskan tentang fenomena alam Gerhana Matahari Cincin. Foto-Antara

apahabar.com, MEDAN – Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menyatakan bahwa peristiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 merupakan fenomena alam langka yang baru akan terjadi 12 tahun lagi.

Secara keilmuan, momen GMC di Indonesia baru akan terjadi 12 tahun lagi, GMC berikutnya baru akan melintasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 2031.

“Disebut langka karena gerhana matahari cincin terakhir terjadi sekitar satu dekade lalu dan berikutnya akan berlangsung pada tahun 2031 mendatang,” kata Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar di Medan, Rabu (25/12).

Gerhana Matahari terjadi ketika bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus. Ketika itu, bulan menghalangi sebagian atau seluruh cahaya matahari.

Manusia di bumi akan menikmati Gerhana Matahari Cincin atau Total tergantung pada jarak antara bumi, bulan, dan matahari.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika bulan berada pada titik yang lebih jauh dari bumi, sehingga meskipun ia berada segaris dengan matahari dan bumi, piringannya yang lebih kecil tak bisa menghalangi seluruh cahaya matahari.

Sementara Gerhana Matahari Total terjadi saat bulan berjarak cukup dekat dengan bumi. Saat itu, piringan bulan terlihat lebih besar dan mampu menutup seluruh permukaan matahari.

“Sementara peluang gerhana Matahari Cincin akan cukup besar ketika bumi berada pada titik terdekat dengan bintang induknya itu. Fenomena ini biasanya, meski tak selalu, terjadi pada akhir atau awal tahun,” katanya.

Gerhana matahari total terakhir kali pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, yaitu pada 1983, 1988, 1995 dan 9 Maret 2016 diperkirakan baru akan terjadi lagi pada 2023.

Sedangkan Gerhana Matahari Cincin seperti 26 Desember 2019 mendatang, sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1998.

Baca Juga: Kemenag Imbau Umat Muslim Lakukan Salat Gerhana Matahari

Baca Juga: Transit Merkurius Usai, Siap-Siap Mengamati Gerhana Matahari Cincin

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Moeldoko: Ada Kelompok Pendompleng Ingin Perkeruh Situasi
apahabar.com

Nasional

Kunjungi Tol Balikpapan-Samarinda, Menteri Sabah: Tahniah buat Kaltim
apahabar.com

Nasional

Mabes Polri Bantu Selidiki Penyerangan Mapolsek Ciracas

Nasional

Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin Klaim Kantongi Restu Ulama Kalsel

Nasional

2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf, Penanganan Pandemi Dipuji
apahabar.com

Nasional

Belajar dari Bali, Pelindo III Kalimantan Ingin Kembangkan Fasilitas Penunjang Pariwisata
apahabar.com

Nasional

Dua ABK MV Vega Rose Sudah Bisa Dijenguk Tanpa APD
apahabar.com

Nasional

Kalsel Provinsi Religius, Jokowi: Tak Salah Pilih Kiai Ma’ruf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com