Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

PDAM Ungkap Penyebab Air di Banjarmasin seperti Kopi

- Apahabar.com Jumat, 27 Desember 2019 - 12:42 WIB

PDAM Ungkap Penyebab Air di Banjarmasin seperti Kopi

Foto air PDAM keruh. Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebulan lebih warga di Kota Seribu Sungai mengeluhkan kualitas air keran PDAM.

Air yang mengalir ke bak-bak mandi tersebut keruh dan kotor. Warnanya lebih mirip kopi ketimbang air minum.

Beberapa dari mereka mencoba menyampaikan keluhannya melalui sosial media.

Ada juga yang memilih membeli air galonan atau isi ulang untuk konsumsi sehari-hari.

Menanggapi kondisi demikian, Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian angkat bicara.

Dia beralasan kekeruhan air akibat adanya endapan di pipa ikut terbawa keluar.

Reaksi kimia itu timbul ketika dilakukan peningkatan distribusi air setelah musim kemarau dua bulan lalu.

Seperti diketahui saat musim kemarau distribusi air sempat menurun karena intrusi air laut.

“Ternyata dengan melakukan peningkatan tekanan secara merata itu berdampak terhadap endapan yang ada di dalam pipa,” ujarnya.

Menurutnya, endapan yang terjadi di dalam pipa itu sudah menetap selama dua tahun.

Tentunya kondisi demikian selaras dengan umur pipa PDAM Bandarmasih sendiri yang sudah tak produktif lagi.

Dari semua pipa, di antaranya 75 persen sudah berumur di atas 25 tahun.

Mengakali reaksi kimia karena endapan ini PDAM sudah melakukan flushing alias pengurasan.

Khususnya, di beberapa pipa besar hingga kecil untuk membuat air yang sudah tercampur endapan itu hilang.

Proses flushing memakan waktu paling lama 5 jam setengah. Tapi masih bersifat dinamis tergantung panjang pipa yang akan dibersihkan.

“Padahal kita rutin melaksanakan proses flushing 1 tahun dua kali, tetapi adanya endapan itu sudah diluar kemampuan kita,” pungkasnya.

Alasan lain, karena kondisi air baku saat ini PH air mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga berpengaruh terhadap produksi air baku.

Kualitas pH air yang standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) untuk air minum di antara 6,5 hingga 8,5. Sedangkan derajat keasaman air saat ini di bawah 6,5.

Dengan rendahnya pH ini, maka dalam pengolahan harus meningkatkan soda ash atau natrium karbonat agar air baku diolah sesuai standar.

“Kita berencana menaikkan optimalisasi distribusi air ke pH 7 agar tidak ada lagi kejadian terulang,” imbuhnya.

Diketahui warga yang terdampak dari distribusi air keruh mencapai 60 persen dari jumlah pelanggan PDAM Bandarmasih 176 ribu.

Baca Juga: PDAM Ungkap Penyebab Air di Banjarmasin seperti Kopi

Baca juga: Viral Air Leding ‘Rasa’ Kopi, Ibnu Sina Pantau Proses Flushing Pipa PDAM

Baca juga: Warga Liang Anggang Keluhkan Air Ledeng Berwarna Kopi

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hadiri Agenda Pertama, Pjs Wali Kota Banjarbaru : Pemkot Dukung Pariwisata Otomotif
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diperkirakan Hujan Berpetir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Tanbu, Positif Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Terkendala Covid-19, Jadwal SKB CPNS Banjarbaru Belum Ada Kepastian
apahabar.com

Kalsel

TWKM XXXI: Jokowi Juga Mapala, Wajib Save Meratus!
apahabar.com

Kalsel

Peringati Hari Ibu 2019, Polres Balangan Gelar Nonton Bareng Film Inspiratif
apahabar.com

Kalsel

Sat Lantas Polres HSU Jelaskan Pembatasan Kegiatan Sesuai Perbup
apahabar.com

Kalsel

Festival Durian, Tahun Depan Hadirkan Juri Internasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com